Pernah gak kamu merasa tetap membeli suatu merek meski harganya terus naik? Padahal, di rak sebelah ada produk lain yang fungsinya terlihat hampir sama dengan harga jauh lebih murah. Fenomena ini ternyata dialami oleh banyak orang di berbagai negara. Keputusan membeli ternyata gak selalu didasarkan pada logika atau perhitungan untung rugi semata. Ada faktor psikologis yang membuat seseorang bertahan pada merek favoritnya. Itulah mengapa perang harga tidak selalu berhasil menarik pelanggan.
Dalam dunia pemasaran dan psikologi konsumen, loyalitas terhadap merek sudah lama menjadi bahan penelitian. Otak manusia cenderung menyukai sesuatu yang terasa akrab dan minim risiko. Semakin lama seseorang menggunakan sebuah produk, semakin kuat pula ikatan emosional yang terbentuk. Akibatnya, berpindah ke merek yang lebih murah terasa seperti mengambil keputusan yang berisiko. Bahkan, perbedaan harga yang cukup besar pun kadang belum cukup untuk mengubah pilihan. Berikut beberapa alasan ilmiah mengapa banyak orang sulit beralih ke merek yang lebih murah.
