Rasa tidak puas generasi muda terhadap berbagai isu yang terjadi di masyarakat kini semakin banyak disuarakan melalui ruang digital. Dengan memanfaatkan teknologi, protes yang dilakukan secara online dinilai bukan lagi sekadar side act, melainkan telah menjadi main stage. Anak muda yang tidak turun ke jalan untuk mengikuti aksi demonstrasi bukan berarti bersikap apatis.
Fenomena ini menunjukkan bahwa cara generasi muda menyampaikan protes ikut berubah seiring perkembangan teknologi. Media sosial menawarkan ruang yang lebih mudah diakses untuk membangun diskusi, kesadaran hingga mendorong lebih banyak orang untuk melakukan aksi kolektif.
