Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Menghadapi Kritik ala Taylor Swift, Apa Saja?

5 Tips Menghadapi Kritik ala Taylor Swift, Apa Saja?
Taylor Swift dalam wawancara The Icon Sessions di Grammy Museum (youtube.com/@Grammys)
  • Taylor Swift mengatakan kritik telah menyertai kariernya sejak awal, tetapi ia berupaya mengendalikannya agar tidak mengganggu kesehatan mental dan proses berkarya.
  • Ia memanfaatkan kritik sebagai dorongan kreatif, tetap menjalani pilihan bermusik, serta mempercayai intuisi; contohnya terlihat pada “Blank Space” dan proyek rekaman ulang Taylor’s Version.
  • Taylor memilih memprioritaskan penggemar dan karya daripada validasi publik. Menurutnya, penjelasan tulus kepada pihak yang sedang membenci sering kali justru memperburuk situasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Taylor Swift merilis album pertamanya pada 24 Oktober 2006. Sejak itu, Taylor menerima banyak pujian karena lagu country yang ditulisnya sangat relate dengan kehidupan remaja. Ketika kariernya mulai meroket dan memenangkan Grammy pertamanya untuk album Fearless, Taylor mulai menerima berbagai kritik dari publik.

Hingga saat ini, setelah 20 tahun kariernya di industri musik, Taylor tidak pernah lepas dari kritik tersebut. Taylor sendiri meyakini bahwa kritikan dari orang lain akan selalu ada, tetapi yang terpenting baginya adalah bisa mengendalikan kritik tersebut agar tidak membuatnya jadi gila.

Berikut ini tips mengendalikan kritik yang Taylor Swift bagikan dalam wawancara eksklusifnya bersama Grammys bertajuk The Icon Sessions with Taylor Swift: A 20-Year Retrospective pada 25 Agustus 2026.

  1. 1. Jadikan kritik sebagai motivasi untuk berkarya

    Taylor Swift dalam wawancara The Icon Sessions di Grammy Museum
    Taylor Swift dalam wawancara The Icon Sessions di Grammy Museum (youtube.com/@Grammys)

    Bagi Taylor Swift, kritik berperan sebagai motivasi untuk menghasilkan karya-karya musiknya. Taylor menyampaikan bahwa terkadang menyenangkan untuk menghujat balik orang yang menghujatnya.

    "Entahlah. Terkadang itu malah memicu semangat. Terkadang ketika orang-orang mengejek saya, sangat menyenangkan untuk membalas ejekan mereka. Terkadang saya suka menggunakan kata-kata yang harus mereka cari artinya agar bisa mengolok-olok saya," kata Taylor (25/8/2026)

    Pernyataan Taylor tersebut memang pernah ia lakukan saat media mengkritiknya sebagai serial dater. Taylor mengubah kritik tersebut menjadi sebuah karya masterpiece, yaitu lagu "Blank Space" . Hal ini membuktikan bahwa kritik bisa menghasilkan karya yang membawa seseorang ke puncak kariernya.

  2. 2. Menyadari bahwa hidup itu pilihan sendiri

    Taylor Swift dalam Music Video "Opalite"
    Taylor Swift dalam Music Video "Opalite" (instagram.com/taylorswift)

    Setiap orang pasti memilih satu cara untuk menjalani hidupnya. Taylor sendiri sejak awal memilih untuk berkarier sebagai penulis lagu dan penyanyi. Ketika menghadapi kritik selama menjalani pilihan hidupnya itu, Taylor selalu mengingatkan diri bahwa semua yang terjadi adalah pilihannya sendiri.

    "Namun, saya menjalani beberapa proses dan mekanisme penanggulangan yang telah saya lalui selama bertahun-tahun. Dan salah satunya adalah mengatakan, 'Kamu memilih ini. Kamu memilih ini setiap hari. Kamu bisa saja memilih untuk keluar dari ini kapan saja sebelum menjadi terlalu besar dan sulit dikendalikan.'

    "Dan saya memutuskan untuk tidak melakukannya karena saya sangat menyukainya. Dan di situlah semuanya dimulai dan berakhir. Dan semua yang menyertainya pada akhirnya sepadan selama saya masih bisa membuat musik."

    Semua kritik walaupun menyakitkan, bagi Taylor sepadan jika dirinya masih bisa menciptakan lagu dan album musik. Taylor tidak berniat untuk mengorbankan kecintaannya dalam menulis lagu dan bernyanyi hanya karena kritik yang merajalela.

  3. 3. Tetap percaya pada intuisi dalam diri

    Taylor Swift dalam wawancara The Icon Sessions di Grammy Museum
    Taylor Swift dalam wawancara The Icon Sessions di Grammy Museum (youtube.com/@Grammys)

    Ketika kehilangan hak master atas enam album pertamanya, Taylor berencana untuk merekam ulang album tersebut. Namun, banyak publik dan media yang skeptis bahwa tidak ada yang mau mendengar rekaman ulang lagu-lagu lamanya.

    "Jadi, itu adalah titik awal yang menarik dan saya harus sedikit mengubah pola pikir saya dari yang mengatakan 'semua orang bilang itu tidak akan berhasil' dan 'tidak ada yang mau mendengar interpretasi baru saya tentang karya yang sama'. Tapi sebenarnya, saya sampai pada titik di mana rasanya seperti sebuah pernyataan menantang atas apa yang selalu menjadi milik saya sejak awal."

    Taylor mengajarkan untuk mempercayai intuisi dalam diri ketika mendapat kritik atau diragukan oleh orang lain. Tetap ikuti intuisi sambil meningkatkan kualitas untuk membuktikan bahwa kritikan itu tidaklah berarti. Dalam hal ini, Taylor membuktikan bahwa mempercayai intuisinya untuk merekam ulang lagu-lagu lamanya justru berhasil.

    Semakin banyak penggemar baru yang berdatangan demi mendengarkan rekaman ulang lagu-lagu lamanya yang diusung dengan tema Taylor's Version. Bahkan rekaman ulang lagu All Too Well (Taylor's Version) berhasil meraih Grammy dalam kategori Best Music Video pada 2023.

  4. 4. Fokus pada orang yang mendukungmu

    Taylor Swift dalam promosi film animasi Toy Story 5
    Taylor Swift dalam promosi film animasi Toy Story 5 (instagram.com/taylornation)

    Kritik datang dari orang-orang yang boleh jadi tidak menyukaimu. Jadi, jangan fokuskan diri pada orang yang membencimu itu. Taylor sendiri menyatakan bahwa ia selalu memprioritaskan para penggemar selama menjalani karier. Taylor tidak ingin fokus mencari validasi publik yang sering menghujatnya.

    "Saya menyadari bahwa saya membuat musik karena saya menyanyikannya untuk para penggemar. Saya merilis ini untuk orang-orang yang peduli dan yang memandang musik sebagai cara untuk mengatasi hidup mereka seperti yang saya lakukan.

    "Dan saya pikir jika kamu benar-benar bisa melewati semua tahapan itu dan menyadari bahwa merilis musik yang telah kamu buat, yang sangat kamu cintai, bukanlah jalan menuju pengakuan universal, jika kamu masih melakukannya, maka kamu mencintainya karena alasan yang tepat."

    Taylor tidak menjadikan kritik sebagai perusak jiwanya sebagai penulis lagu. Ia tidak mau kreativitasnya terhambat hanya karena kritik dari orang lain yang tidak mengenalnya. Bagi Taylor, validasi publik tidak bisa dikontrol olehnya, tetapi ia bisa mengontrol lagu yang ditulisnya.

  5. 5. Tidak perlu banyak menjelaskan

    Taylor Swift dalam sesi wawancara The Icon Sessions di Grammy Museum
    Taylor Swift dalam sesi wawancara The Icon Sessions di Grammy Museum (youtube.com/@Grammys)

    Biasanya, seseorang yang dikritik, terdorong untuk menjelaskan, memberikan klarifikasi atau pembelaan diri. Menurut Taylor, jika seseorang dalam mode "hate frenzy", penjelasan atau pembelaan apa pun justru tidak akan berguna dan malah menjadi "senjata makan tuan".

    "Seperti ketika orang-orang memutuskan kita semua akan berdiri di sekitar seseorang dan menunjuk serta mengejeknya, kamu tidak bisa merespons dengan ketulusan lahiriah. Seperti upaya apa pun yang kamu lakukan untuk menjelaskan dirimu dengan sungguh-sungguh atau tulus hanya akan diejek lebih parah lagi."

    Menyampaikan pembelaan diri saat dikritik orang lain justru akan semakin memperkeruh suasana. Citra seseorang bahkan akan semakin buruk jika melakukan pembelaan diri.

    Taylor sendiri pernah mengalami fase di mana seluruh media publik menghujat bahkan memboikotnya pada 2016 lalu. Namun, hujatan itu tidak membuatnya berhenti berkarya dan malah merilis album fenomenal, Reputation (2017).

    Lima tips menghadapi kritik ala Taylor Swift di atas sangat berguna untuk kamu yang lagi down saat dihujat orang lain. Ingatlah bahwa dalam hidup ini, apa pun yang kamu lakukan, akan ada saja orang yang melontarkan kritik. Jadi, ini waktunya kamu untuk bangkit dan buktikan bahwa apa yang mereka kritik itu tidaklah benar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More