Ilustrasi mood berantakan (pexels.com/Maxim Titov)
Ketika suasana hati sudah terlanjur buruk, memaksakan diri untuk langsung merasa positif bukanlah satu-satunya solusi. Kamu bisa mulai dengan mengenali apa yang sebenarnya membuatmu kesal. Mengenali pemicunya dapat membantu menentukan langkah yang sesuai untuk memperbaiki suasana hati.
Selanjutnya, berikan jeda sebelum bereaksi terhadap situasi yang menjengkelkan. Kamu bisa mengambil napas perlahan, berjalan sebentar, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas sederhana yang membuat tubuh lebih rileks.
Jika masalahnya memang bisa diselesaikan, cobalah fokus pada satu langkah kecil yang dapat dilakukan. Namun, jika situasinya berada di luar kendali, tidak ada salahnya menerima bahwa beberapa hal memang tidak selalu berjalan sesuai rencana.
"Dalam beberapa situasi, kamu bisa meredakan stres dengan mengubah cara berpikir. Cermati pikiranmu untuk melihat apakah ada hal yang terlewat atau justru ini hanya dibesar-besarkan. Lalu bertindak untuk mengubah perilaku kamu, karena beberapa gangguan sehari-hari dapat dihindari dengan kesadaran dan perencanaan yang lebih baik," tips dari Seth J. Gillihan.
"Terakhir, cobalah untuk berdamai dengan pengalaman-pengalaman yang sulit. Alih-alih melawan apa yang sedang terjadi, kamu bisa mencoba untuk menerimanya secara terbuka. Maksud saya bukan berpura-pura tidak masalah dengan hal-hal yang menjengkelkan, melainkan membiarkan hal-hal tersebut menjadi bagian dari kehidupanmu," tambah Gillihan.
Kecoa yang tiba-tiba muncul di kamar, kopi yang tumpah, hingga ketinggalan kereta memang bukan masalah besar jika dilihat satu per satu. Namun, ketika terjadi saat tubuh lelah, pikiran penuh, atau berbagai gangguan datang berturut-turut, kejadian sederhana tersebut bisa memengaruhi suasana hati sepanjang hari.