Pernahkah kamu sebenarnya sedang tidak punya uang lebih, tetapi tetap merasa tidak enak ketika ada orang yang meminta bantuan finansial? Bahkan, seandainya kamu mengatakan tidak, kemudian muncul berbagai pikiran, seperti “Jangan-jangan aku terlalu pelit,” “Harusnya aku bisa bantu sedikit,” atau “Nanti dia menganggap aku gak peduli.”
Perasaan seperti ini cukup wajar. Menolak permintaan uang memang bukan sekadar persoalan punya atau tidak punya uang. Ada hubungan, rasa sungkan, rasa kasihan, sampai kekhawatiran akan penilaian orang lain yang ikut bermain di dalamnya.
Padahal, mengatakan "tidak" ketika kondisi keuangan memang tidak memungkinkan bukan berarti kamu orang yang buruk. Justru, kemampuan untuk mengenali batas kemampuan finansial sendiri merupakan bagian penting dari mengelola uang dengan sehat. Lantas, kenapa kita sering merasa bersalah saat menolak permintaan uang?
