Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kita Suka Ditemani Suara Penyiar saat Berkendara atau Kerja?
ilustrasi mendengarkan radio di mobil (unsplash.com/David Emrich)

Pernah gak, kamu sengaja menyalakan radio saat sedang menyetir sendirian? Bukan hanya karena ingin mendengar lagu tertentu, tetapi karena rasanya seperti ada yang menemani perjalanan. Hal serupa juga sering dilakukan ketika sedang bekerja, memasak, atau mengerjakan tugas di rumah. Suara penyiar yang ngobrol dari balik radio seolah membuat suasana jadi lebih ramai. Fenomena ini sebenarnya cukup masuk akal karena suara manusia bisa memberi kesan adanya kehadiran orang lain. 

Kebiasaan tersebut masih bisa ditemukan sampai sekarang, meskipun orang punya banyak pilihan seperti podcast dan streaming. Lalu, kenapa kita senang mendengarkan suara penyiar saat berkendara atau bekerja? Bisa jadi, ini berkaitan dengan rasa ditemani, suasana hati, dan cara kita menghadapi kesunyian. Jadi, bukan cuma soal apa yang dibicarakan penyiar, tetapi juga sensasi ketika ada suara manusia lain di sekitar kita.

1. Suara manusia bikin suasana lebih berisi

Ilustrasi radio announcer (Pexels.com/George Milton)

Saat berkendara sendirian atau bekerja tanpa teman, ruangan bisa terasa terlalu sunyi. Menyalakan radio membuat ada suara yang mengisi sela-sela aktivitas tanpa benar-benar menuntut perhatian penuh. Kita masih bisa fokus menyetir atau bekerja, sambil sesekali menangkap obrolan penyiar di latar.

Seorang psikolog, Adam Wang, PhD, dalam Psychology Today menjelaskan bahwa suara yang lebih ramai dapat membuat seseorang merasa lebih dekat dengan orang lain karena menciptakan suasana sosial. Menyalakan suara apa pun dan memperbesar volumenya bisa menjadi cara yang praktis, aman, dan tanpa biaya untuk membantu mengurangi rasa kesepian.

Suara dari penyiar tidak harus benar-benar mengajak kita berbicara untuk memberikan efek sosial tersebut. Kehadirannya saja sudah bisa membuat suasana tidak terasa terlalu kosong.

2. Ada rasa familiar yang bikin kita nyaman

Ilustrasi mendengarkan radio (pexels.com/@budgeron-bach)

Kalau sering mendengarkan stasiun radio atau penyiar yang sama, lama-lama suara dari penyiar akan terasa familiar. Kita mungkin jadi mengenali bagaimana cara penyiar membuka acara, bercanda, sampai intonasinya ketika membawakan berita atau memutar lagu. Padahal, kita tidak benar-benar mengenal orang di balik suara tersebut.

Rasa familiar itu bisa membuat aktivitas yang sebenarnya dilakukan sendirian terasa sedikit berbeda. Saat sedang macet, misalnya, suara penyiar yang sudah biasa didengar dapat menjadi bagian dari perjalanan. Begitu juga ketika bekerja, suara yang sudah akrab bisa membuat suasana terasa lebih hidup tanpa mengganggu aktivitas utama yang sedang dijalani.

Hal ini juga yang membuat kita terkadang tetap memilih penyiar tertentu meski sebenarnya ada banyak pilihan radio lain. Bukan selalu karena topiknya paling menarik, tetapi karena kita sudah terbiasa dengan suara dan suasananya. Ada rasa seperti kembali bertemu dengan teman lama.

3. Radio bisa jadi teman yang gak menuntut perhatian

ilustrasi mendengar radio (pexels.com/Ba Phi)

Menariknya, suara penyiar bisa menemani kegiatan yang sedang kita jalani tanpa perlu kita berikan respons balik. Kita tidak perlu membalas, mengangguk, atau memikirkan harus menjawab apa. Cukup mendengarkan sambil menyetir, bekerja, atau melakukan pekerjaan rumah.

Menurut Dr Amanda Krause, Dosen Senior Psikologi di James Cook University, menyebut radio sebagai bentuk companionship bagi pendengarnya. “Radio adalah teman. Ia merupakan suara di dalam ruangan, sumber informasi, dan cara untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar,” dikutip dari laman James Cook University

Mungkin itu sebabnya radio terasa berbeda dari sekadar suara latar biasa. Ada suara manusia yang terus hadir, tetapi kita tetap punya ruang untuk melakukan aktivitas sendiri. Teman yang tidak minta dibalas, cukup manusiawi untuk terasa dekat, dan cukup jauh untuk tidak bikin capek.

Ternyata ada alasan kalau kamu masih suka menyalakan radio saat berkendara atau kerja sendirian. Kamu mungkin memang gak sedang mencari informasi atau lagu tertentu, tetapi terkadang hanya ingin ada suara yang menemani di tengah suasana yang sepi. Apalagi kalau suara penyiarnya sudah familiar di telinga kamu, mendengarkannya bisa terasa seperti ditemani teman sendiri. Jadi, gak perlu heran kalau kamu tiba-tiba merasa suasana lebih enak setelah radio dinyalakan. Kadang, yang kamu butuhkan memang cuma ada suara orang lain di sekitar kamu, meski lewat radio.

Curated For You

Editorial Team

Related Article