ilustrasi kritik (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Dua orang dapat menerima kritik yang identik tetapi menghasilkan cerita yang berbeda. Perbedaannya bukan terletak pada siapa yang memberi kritik, melainkan pada keputusan yang diambil setelah mendengarnya. Ada yang memilih menjadikannya bahan perbaikan, ada pula yang terus memikirkannya hingga berhari-hari. Dari titik inilah dampak kritik mulai bergerak ke arah yang berbeda.
Contoh paling sederhana terlihat pada dunia kreatif. Dua penulis bisa menerima komentar bahwa tulisannya kurang menarik. Penulis pertama mencoba memperbaiki bagian yang dianggap lemah, sedangkan penulis kedua berhenti menulis karena merasa kecewa. Kritik yang diterima sama, tetapi hasil akhirnya jauh berbeda. Karena itu, nilai sebuah kritik sering kali ditentukan oleh apa yang dilakukan setelah kritik tersebut diterima.
Pada akhirnya, kritik akan selalu menjadi bagian dari kehidupan, baik dalam pekerjaan, pertemanan, maupun aktivitas sehari-hari. Tidak semua kritik harus disetujui, tetapi cara menyikapinya sering memberi pengaruh yang lebih besar daripada isi kritik itu sendiri. Jika kritik datang lagi suatu hari nanti, respons seperti apa yang ingin kamu tinggalkan?