Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Strategi Live Shopping buat UMKM Fashion dan Beauty, Auto Cuan!

7 Strategi Live Shopping buat UMKM Fashion dan Beauty, Auto Cuan!
ilustrasi strategi live shopping buat UMKM fashion and beauty (magnific.com/tirachardz)
  • UMKM fashion dan beauty perlu menarik perhatian dalam tiga detik pertama lewat pencahayaan, kamera, latar rapi, serta demonstrasi produk yang visual dan relevan.
  • Host live sebaiknya komunikatif, berenergi positif, dan memahami detail produk agar mampu menjawab pertanyaan serta membangun kepercayaan penonton.
  • Harga coret, voucher berbatas waktu, dan promo untuk pembeli awal dapat mendorong checkout saat live, dengan margin keuntungan tetap diperhitungkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lagi asyik-asyiknya live shopping, eh, yang nonton cuma angka satu, itu pun diri sendiri? Situasi zonk kayak begini jujur bikin mental ketar-ketir dan rasanya mau menyerah saja dari dunia bisnis digital. Kalau kamu sering mengalami momen menyebalkan ini, tenang dulu karena kamu gak sendirian, kok. Bagaimana pusingnya menemukan strategi live shopping buat UMKM yang benar-benar ampuh di tengah sengitnya persaingan social commerce saat ini.

Kalau masalah penonton sepi ini dibiarkan terus-menerus, stok produk fashion atau beauty kamu bisa makin menumpuk dan berisiko mangkrak di gudang, lho. Modal usaha jadi macet, sementara tren skincare dan outfit terus berputar cepat banget tanpa menunggu toko kamu. Apalagi menjelang momen spesial seperti Hari UMKM Nasional pada 12 Agustus, ini jadi waktu paling pas buat kamu merombak cara jualan biar gak makin ketinggalan. Yuk, benahi caramu berjualan sekarang juga biar jualanmu gak cuma ditonton, tapi langsung di-checkout!


  1. 1. Bikin hook visual di 3 detik pertama live

    ilustrasi live shopping UMKM beauty and fashion
    ilustrasi live shopping UMKM beauty and fashion (pexels.com/Hanna Pad)

    Kunci utama menahan jempol penonton yang hobi scrolling cepat adalah tampilan visual yang langsung mencuri perhatian sejak detik pertama. Kamu wajib memastikan pencahayaan ruangan terang benderang, kamera jernih, dan tampilan background rapi ala studio profesional. Jangan ragu buat langsung memamerkan produk terfavorit atau outfit paling estetik begitu tombol live ditekan. Penonton milenial dan Gen Z itu sangat visual, jadi makin sedap dipandang mata, makin betah mereka berlama-lama di sesi jualanmu, lho.

    Oh iya, saat kamu lagi live produk beauty, daripada cuma pajang botol serum, mending kamu langsung demonstrasikan swatch teksturnya di tangan secara close-up. Buat produk fashion, kamu bisa langsung pakai outfit paling hits sambil gaya ala model di depan kamera biar penonton langsung kebayang hasilnya. Tambahkan sedikit humor ringan biar gak kaku, seperti "Jangan biarkan kulit kusam menutupi aura bintangmu, bestie!". Trik kecil kayak sangat efektif bikin penonton penasaran dan bertahan lebih lama, lho.


  2. 2. Siapkan host yang komunikatif dan paham produk

    ilustrasi host live streaming yang komunikatif
    ilustrasi host live streaming yang komunikatif (magnific.com/Magnific)

    Host jadi penentu kesuksesan live streaming, karena dia yang memegang kendali emosi penonton dari awal sampai akhir sesi live shopping. Pilih host yang punya energi positif, bicaranya lancar, dan paling penting paham betul luar dalam soal spesifikasi produk yang dijual. Jangan sampai saat ada penonton menanyakan undertone lipstik atau bahan kain gamis, host-nya malah kebingungan sendiri. Kepercayaan penonton bisa langsung drop dalam hitungan detik cuma gara-gara host yang kelihatan gak siap.

    Kamu gak harus menyewa influencer mahal, sebagai langkah awal coba pakai tim sendiri atau bahkan kamu sendiri juga bisa banget asal mau terus latihan. Anggap saja kamu lagi ngobrol santai sama sahabat yang lagi minta rekomendasi skincare atau outfit nge-date. Buat interaksi yang kasual misalnya, "Sumpah ya, shade lipcream ini cocok banget buat kamu yang punya bibir gelap tapi ingin kelihatan fresh tanpa menor!". Nah, gaya penyampaian yang santai dan solutif bakal bikin calon pembeli merasa makin nyaman.


  3. 3. Manfaatkan fitur harga coret dan voucher terbatas

    ilustrasi harga diskon dalam waktu terbatas
    ilustrasi harga diskon dalam waktu terbatas (pexels.com/Tamanna Rumee)

    Prinsip psikologi diskon itu emang gak pernah gagal bikin calon pembeli hilang akal sehat secara halus, nih. Gunakan strategi Fear of Missing Out (FOMO) dengan cara membagikan voucher diskon khusus yang batas waktunya cuma beberapa menit saja selama live. Tampilkan harga coret yang mencolok di layar biar penonton merasa rugi besar kalau gak checkout saat itu juga. Sensasi dikejar waktu ini terbukti ampuh mengubah penonton yang cuma window shopping jadi pembeli aktif, lho.

    Sediakan voucher potongan harga dramatis atau promo buy 1 get 1 khusus untuk 10 pembeli pertama. Sambil memamerkan produk, host bisa terus mengingatkan penonton dengan kalimat menggelitik seperti, "Ingat, ya, bestie, diskon ini cuma bertahan 30 detik, jadi yang telat checkout jangan sampai nangis di pojokan, ya!" Sentuhan humor realistis seperti ini bakal bikin penonton makin terdorong buat langsung tekan tombol keranjang belanjaan. Jadi, pastikan kamu udah hitung margin keuntungan dengan matang sebelum mainan diskon.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More