"Koneksi sosial penting bagi kesehatan individu maupun metrik kesehatan dan kesejahteraan di seluruh komunitas, dan sebaliknya konsekuensi signifikan ketika koneksi sosial kurang,” ujar Vivek H. Murthy, M.D., M.B.A. ahli bedah umum, dikutip dari laporan jurnal "Our Epidemic of Loneliness and Isolation".
Kenapa Sekarang Orang Lebih Nyaman Curhat di Threads daripada Teman Sendiri

Belakangan ini media sosial bukan lagi sekadar tempat ngonten atau unggah berbagi aktivitas harian. Platform seperti Threads mulai berubah menjadi ruang curhat digital dan berbagi. Banyak merasa orang lebih nyaman menulis isi hati, overthinking, masalah hubungan, sampai keluh kesah hidup di Threads dibanding mengobrol langsung dengan teman sendiri.
Tidak jarang, curhatan itu justru mendapat respons hangat dari orang asing di internet. Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya: kenapa seseorang bisa lebih terbuka ke ribuan orang di media sosial daripada ke circle terdekatnya sendiri?
1. Media sosial memberi ruang untuk 'didengar'

Salah satu alasan orang nyaman curhat di Threads mungkin karena platform digital ini memberi ilusi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan. Ketika seseorang menulis keresahan lalu mendapat balasan positif, muncul perasaan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi hidup.
Psikolog menjelaskan bahwa manusia secara alami punya kebutuhan untuk didengar dan dipahami. Media sosial membuat kebutuhan itu terasa lebih cepat terpenuhi karena respons bisa datang dalam hitungan menit, bahkan dari orang asing sekalipun.
2. Banyak orang takut dihakimi teman sendiri

Ironisnya, sebagian orang justru merasa lebih takut dihakimi oleh teman dekat dibanding orang asing di internet. Ketika curhat ke orang terdekat, ada kekhawatiran dianggap lemah, terlalu sensitif, hingga drama. Akibatnya, media sosial terasa lebih aman karena ada jarak emosional.
Dalam budaya digital sekarang, anonymous comfort atau kenyamanan dari anonimitas menjadi hal yang cukup besar. Walaupun akun Threads tidak sepenuhnya anonim, banyak orang tetap merasa lebih bebas berbicara karena tidak harus berhadapan langsung dengan ekspresi atau respons orang lain secara real time.
"Saat daring, beberapa orang lebih sering atau lebih intens mengungkapkan diri atau bertindak secara emosional daripada saat bertemu langsung," tulis dalam studi The Online Disinhibition Effect oleh psikologi klinis John Suler, PhD dikutip dari Research Gate.
3. Threads terasa seperti 'diary bersama'

Berbeda dengan media sosial lain yang sering fokus pada pencitraan visual, Threads justru dipenuhi tulisan pendek yang terasa personal dan spontan. Banyak pengguna merasa aplikasi ini seperti buku diary digital yang dibaca bersama-sama.
Orang bebas menulis hal random, sedih, capek kerja, sampai keresahan kecil sehari-hari. Fenomena ini membuat banyak orang merasa lebih relatable satu sama lain. Ketika seseorang membaca curhatan yang mirip dengan kondisi hidupnya, muncul rasa terhubung secara emosional.
"Cara kita memilih untuk berinteraksi dengan teknologi dapat dianggap sebagai jenis pengaturan emosi, yang mengacu pada berbagai proses yang digunakan untuk mengelola atau mengubah keadaan emosional kita," kata James Gross, Ph.D., profesor psikologi Universitas Stanford dikutip dari Psychology Today.
4. Respons cepat di media sosial memberi efek dopamin

Ketika seseorang menulis curhatan lalu mendapat likes, replies, atau dukungan emosional, otak bisa melepaskan dopamin yang berkaitan dengan rasa senang dan diterima. Hal ini membuat media sosial terasa menghibur secara emosional, terutama saat seseorang sedang kesepian atau overthinking.
"Mentalitas kawanan dan bukti sosial memengaruhi cara kita memvalidasi dan mengikuti tren daring. Tren media sosial memungkinkan pengguna untuk menyusun identitas dan mengeksplorasi versi ideal diri mereka. Sensasi dopamin dari 'like' dan 'share' memicu keterlibatan kita dengan tren daring," kata Ankita Guchait, MBPsS, praktisi kesehatan mental dikutip dari Psychology Today.
"Ketika suatu tren menerima like, shares, atau komentar yang mendukung, mekanisme penghargaan dopamin di otak mendorong perilaku tersebut. Media sosial telah terbukti mengaktifkan pusat penghargaan yang sama seperti obat-obatan atau makanan," lanjutnya.
5. Generasi sekarang lebih terbuka soal emosi

Dibanding generasi sebelumnya, Gen Z dan milenial cenderung lebih terbuka membicarakan kesehatan mental, burnout, kesepian, dan masalah emosional lainnya. Media sosial menjadi salah satu tempat mereka mencari dukungan emosional sekaligus komunitas yang bisa memahami pengalaman mereka.
Menurut laporan dari American Psychological Association (APA), generasi muda saat ini lebih aktif membicarakan kesehatan mental secara terbuka dibanding generasi sebelumnya. Ini membuat budaya curhat online semakin dianggap normal dan relatable.
"Generasi Z secara signifikan lebih cenderung melaporkan kesehatan mental mereka sebagai cukup baik atau buruk,” tulis laporan APA mengenai kesehatan mental generasi muda.
Fenomena orang lebih nyaman cerita di Threads dibanding ke teman sendiri sebenarnya menunjukkan perubahan cara manusia mencari koneksi emosional di era digital. Banyak orang ingin didengar tanpa langsung dihakimi, diberi ceramah, atau dibanding-bandingkan. Namun perlu diingat bahwa tetap penting untuk menjaga batas privasi dan kesehatan emosional agar kamu tidak oversharing.












![[QUIZ] Cek Kematangan Emosional dan Seberapa Dewasa Kamu dalam Hubungan](https://image.idntimes.com/post/20250515/screenshot-2025-05-15-152550-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-64b75117b966b8f09a2a65dddd2c3731.png)
![[QUIZ] Kuis Ini Menebak Kamu Tipe Cewek Value atau Bukan](https://image.idntimes.com/post/20250527/24452-94e6cc185ec1d10df67af56587621edc-2f1c5f8f427125243287bcfc21e47c82.jpg)

![[QUIZ] Dari Kuis Ini, Kami Tahu Kamu Tipe Emosional Seperti Apa dalam Hubungan](https://image.idntimes.com/post/20230926/pexels-antoni-shkraba-4498918-647b8f4b1a93640f2a3edd6c78fe640e-5ff0d34dd2d0c3a4fb363d21fe92e1a2.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Termasuk Penggiat Silent Treatment dalam Hubungan?](https://image.idntimes.com/post/20250527/pexels-budgeron-bach-6532746-1-396924769c40eb0d4b9804bf338d2e84-bdddddd190a51af166f687eee20e485a.jpg)

