ilustrasi screen time sebelum tidur (pexels.com/SHVETS production)
Dampak lainnya dari video pendek adalah perubahan gaya pemrosesan kognitif. Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan, bahwa format konten dengan durasi singkat dan berganti-ganti topik melatih otak untuk berpikir secara lompat-lompat.
Selain itu, juga ada mekanisme umpan balik instan yang bisa menyebabkan seseorang berpikir lebih dangkal. Dari penelitian tersebut dikatakan bahwa otak sulit beradaptasi kembali dengan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi stabil dalam waktu lama setelah individu menonton video-video pendek.
Dilansir NetPsychology, penelitian menunjukkan bahwa pengguna TikTok punya attention span yang sangat rendah. Attention span adalah kemampuan seseorang untuk bisa fokus terhadap suatu hal tanpa adanya distraksi. Rata-rata pengguna TikTok hanya bisa fokus 47 detik tanpa distraksi dan setiap 35 detik mudah beralih tugas. Berbeda dengan orang yang tidak menggunakan TikTok, mereka bisa berkonsentrasi lebih lama sekitar 2,5 menit tanpa adanya distraksi dan bisa mengalihkan perhatian ke hal lain setelah 3 menit.
Artinya, pengguna TikTok hanya butuh 2 detik untuk melihat suatu konten dan langsung menggeser ke video lain ketika tidak menarik. Aktivitas inilah yang menjadikan otak seseorang mengharapkan hal baru dalam waktu yang cepat. Akhirnya, kegiatan seperti membaca atau berinteraksi dalam waktu yang lama terasa sangat membosankan.