Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kepercayaan Diri yang Perlu Dimiliki Perempuan agar Tidak Rentan

7 Kepercayaan Diri yang Perlu Dimiliki Perempuan agar Tidak Rentan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Meidi Astuti)

Perempuan dan kepercayaan diri terkadang seperti dua hal yang terpisah. Bukannya di dunia ini tidak ada perempuan yang pede. Namun, perempuan yang masih sering meragukan diri sampai masa depannya juga gak sedikit.

Dengan kepercayaan diri yang rendah, perempuan akan merasa kurang berharga. Mereka juga terlalu malu untuk menunjukkan kemampuan-kemampuannya. Pada akhirnya, mereka pun sulit untuk berkembang dan bahagia.

Sebagai perempuan, kamu mesti menumbuhkan kepercayaan diri. Bentuk kepercayaan diri sebagai perempuan yang besar di tengah budaya yang masih kurang berpihak pada kesetaraan gender bermacam-macam. Berikut poin-poinnya agar kamu tak selamanya terjebak dalam rendahnya kepercayaan diri yang merusak.

1. Percaya kamu mampu bila mau

perempuan membaca
ilustrasi perempuan membaca (pexels.com/Baarast Project)

Perempuan yang tidak percaya diri kerap merasa gak bisa melakukan banyak hal. Bahkan bila kamu sudah menempuh pendidikan yang cukup. Hambatannya memang ada pada mental, bukan latar belakang pendidikan.

Mulai sekarang, kamu mesti mengubah pandangan secara drastis menjadi mampu bila mau. Ketika dirimu menginginkan sesuatu dan mau mengusahakannya, tak ada yang tidak mungkin. Dengan begini, tekadmu tumbuh lalu menggerakkanmu untuk benar-benar menunjukkan effort buat sesuatu yang diinginkan.

2. Percaya gak selalu mematuhi orang lain bukan hal buruk

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/rie rosa)

Tanpa rasa percaya diri yang cukup, kamu akan terjebak dalam kepatuhan mutlak pada orang lain terutama pria. Ini tidak baik sebab tak semua pria punya maksud positif terhadapmu. Dirimu memiliki nalar yang mampu bekerja buat menentukan apakah sesuatu perlu ditaati atau justru dilawan.

Jangan diam dan pasrah saja seakan-akan sikap tersebut paling aman. Malah asal menuruti orang lain dapat menjadi gerbang petaka dalam hidupmu. Beranikan diri buat menolak hal-hal yang gak selaras dengan akal sehat serta kata hatimu.

3. Tak menurunkan standar dan kualitas diri saat jodoh tak kunjung datang

sarjana
ilustrasi sarjana (pexels.com/Sanhyolyn_)

Apakah jodoh yang tak kunjung ada tanda mendekat membuatmu cemas? Boleh jadi kecemasanmu tidak murni lahir dari dalam diri. Namun, pengaruh dari tuntutan lingkungan yang amat kuat. Sampai kamu merasa belum menikah di usia ini adalah sebuah kesalahan atau aib.

Jangan sekali-kali kamu menurunkan standar terkait calon pasanganmu apalagi kualitas dirimu demi enteng jodoh. Bila dirimu memandang kesetaraan pendidikan dan ekonomi penting agar kalian lebih mudah saling memahami, pegang prinsip itu. Begitu pula kamu tak perlu pura-pura bodoh hanya agar lebih banyak pria merasa hebat dan betah di sisimu. Yakinlah dirimu tepat untuk orang yang juga tepat buatmu.

4. Menyadari pentingnya pendidikan untuk hidupmu

wisuda
ilustrasi wisuda (pexels.com/Tri Warno)

Jangan ragu untuk melanjutkan pendidikanmu setinggi mungkin. Abaikan ucapan orang-orang tentang pendidikan tinggi tidak berguna buat perempuan. Pendidikan penting untuk semua gender. Tidak perlu kamu terlalu memusingkan nanti bekerja di bidang yang sesuai dengan ijazah atau gak.

Tujuan pendidikan tidak sekadar membawamu ke pekerjaan yang baik. Paling utama, pendidikan berguna buat memperbaiki cara pandangmu tentang berbagai hal. Ketika cara pandangmu makin kaya dan mendalam, otomatis hidupmu menjadi lebih baik dalam berbagai aspek.

5. Percaya diri mampu memulai kembali dari setiap kondisi yang buruk

bersandar ke dinding
ilustrasi bersandar ke dinding (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Perempuan kerap dikaitkan dengan kerapuhan. Apalagi saat badai menyapa hidupmu dalam berbagai bentuk. Kepercayaan diri jangan sampai luntur atau seperti akar yang tercabut dari tanah. Kamu kudu yakin akan mampu pulih dari situasi yang sulit itu.

Bukan pertolongan orang lain yang utama. Namun, kepercayaan terhadap kemampuan diri untuk bangkit dari keterpurukan. Apa pun yang terjadi, hindari pemikiran kamu bakal selamanya di titik nol. Dirimu bisa membangun kembali segalanya dari awal perlahan-lahan meski yang tersisa tinggal puing-puing.

6. Paham bahwa cantik dan menarik memiliki banyak arti

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Penilaian cantik atau tidak cantik dari orang-orang jangan dibiarkan terlalu memengaruhimu. Nanti kamu mengalami krisis kepercayaan diri dengan merasa lebih jelek dari semua perempuan di dunia ini. Bahkan bila warna kulit, bentuk rambut, atau tinggi dan berat badanmu gak memenuhi standar kecantikan yang umum di masyarakat tetaplah percaya diri.

Pahami bahwa cantik dan menarik memiliki arti tak terbatas. Tergantung siapa yang menilai. Maka setidak-tidaknya tetaplah merasa cantik serta punya daya tarik terlepas dari penilaian orang lain. Sebab akan percuma andai orang-orang memuji kecantikanmu, tetapi kamu sendiri tetap merasa jelek.

7. Percaya dirimu pantas untuk berbagai kesempatan baik

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Saking rendahnya kepercayaan diri, terkadang perempuan berkeras menolak kesempatan emas yang datang padanya. Mereka dibujuk dengan segala cara pun tetap tidak mempan. Misal, kamu ditunjuk secara mufakat buat menjadi pemimpin tim, tapi terus menolak.

Kesempatan datang padamu bukan tanpa alasan. Dirimu mesti percaya bahwa setiap pintu yang terbuka di hadapanmu berarti siap menyambutmu. Kamu pantas buat kesempatan-kesempatan terbaik itu. Jangan melewatkannya melulu karena sikap begini malah menghambat kemajuan hidupmu.

Hari ini, kamu yang masih kurang percaya diri perlu membangunnya ulang. Suatu saat dirimu mungkin memiliki anak perempuan, kamu pun mesti menularkan bentuk-bentuk kepercayaan diri di atas padanya. Dengan kepercayaan diri, kamu bakal lebih bahagia terlahir sebagai perempuan dan mampu mengembangkan diri tanpa batasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us