Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan yang Membuat Ruangan Terlalu Banyak Pantulan
ilustrasi ruang open space (unsplash.com/Lisa Anna)
  • Terlalu banyak cermin, terutama yang saling berhadapan, menciptakan pantulan berulang dan membuat ruangan terasa sibuk; gunakan cermin sebagai aksen pada satu area terpilih.
  • Kombinasi lantai, kabinet, meja, aksesori metalik, dan furnitur kaca yang terlalu mengilap menyebarkan fokus visual; seimbangkan dengan material matte, bertekstur, atau elemen solid.
  • Lampu yang mengarah ke permukaan reflektif serta cahaya alami pada bidang glossy dapat memicu silau; atur arah pencahayaan, gunakan diffuser, tirai, blind, atau kilap lebih rendah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pantulan dapat menjadi elemen menarik dalam interior. Salah satunya karena mampu menghadirkan kesan terang, luas, dan dinamis. Namun, penggunaan material reflektif secara berlebihan justru bisa menciptakan suasana yang terasa ramai.

Cahaya lampu, jendela, furnitur, hingga berbagai dekorasi dapat saling memantul. Inilah yang pada akhirnya membuat mata sulit menemukan titik fokus. Agar efek reflektif tetap terasa seimbang, kenali beberapa kesalahan yang sering membuat ruangan memiliki terlalu banyak pantulan berikut.

1. Terlalu banyak menggunakan cermin

ilustrasi ruangan material bold (unsplash.com/Spacejoy)

Cermin memang efektif untuk memberikan kesan luas, tetapi jumlah dan penempatannya perlu diperhatikan. Memasang beberapa cermin berukuran besar pada dinding yang saling berhadapan dapat menciptakan pantulan berulang. Kondisi ini membuat ruangan terasa lebih sibuk daripada lapang.

Sebaiknya, tentukan satu area yang memang ingin diberi efek reflektif. Pilih posisi cermin yang dapat menangkap pemandangan menarik, cahaya alami, atau bagian ruangan yang ingin ditonjolkan. Dengan begitu, cermin berfungsi sebagai aksen, bukan sumber pantulan yang mendominasi.

2. Menggabungkan terlalu banyak permukaan glossy

ilustrasi ruangan monokrom (unsplash.com/Le Quan)

Kesalahan lain adalah menggunakan terlalu banyak material mengilap dalam satu ruangan. Lantai glossy, meja dengan permukaan kaca, kabinet high-gloss, backsplash mengilap, dan aksesori metalik dapat menghasilkan banyak titik pantulan sekaligus.

Jika semua elemen memiliki tingkat kilap yang tinggi, perhatian akan tersebar ke berbagai arah. Untuk mengatasinya, kombinasikan permukaan glossy dengan material matte atau bertekstur. Ini membantu mengurangi kesan terlalu berkilau sekaligus memberikan keseimbangan visual.

4. Menempatkan lampu menghadap permukaan reflektif

ilustrasi ruang open space (unsplash.com/Lisa Anna)

Penempatan lampu juga berpengaruh besar terhadap jumlah pantulan. Lampu yang diarahkan langsung ke cermin, kaca, atau permukaan glossy dapat menghasilkan glare. Ini cukup mengganggu, terutama ketika digunakan pada malam hari.

Solusinya, atur arah pencahayaan agar cahaya tidak memantul langsung ke area pandang utama. Lampu dengan diffuser juga dapat membantu membuat cahaya lebih lembut. Selain mengurangi silau, cara ini membuat pencahayaan terasa lebih nyaman dan menyatu dengan suasana interior.

M. Memilih furnitur kaca berlebihan

ilustrasi ruangan material alami (unsplash.com/Aalo lens)

Meja kaca atau furnitur dengan detail transparan memang dapat memberikan kesan ringan. Namun, terlalu banyak furnitur seperti ini dapat meningkatkan jumlah bidang yang menangkap dan memantulkan cahaya di dalam ruangan.

Gunakan furnitur kaca sebagai aksen dan padukan dengan elemen yang memiliki karakter lebih solid. Seperti meja kaca dapat ditemani sofa berbahan kain, karpet bertekstur, atau kabinet kayu. Perpaduan tersebut menciptakan variasi material sehingga ruangan tidak terasa dipenuhi permukaan reflektif.

5. Mengabaikan arah cahaya alami

ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Spacejoy)

Jendela besar membawa banyak cahaya alami. Tetapi pantulannya perlu dipertimbangkan sejak awal. Ketika cahaya matahari masuk dan mengenai lantai glossy, cermin, atau permukaan metalik secara bersamaan, ruangan dapat terasa terlalu terang dan penuh kilau pada waktu tertentu.

Perhatikan arah datangnya cahaya sebelum menentukan posisi elemen reflektif. Tirai tipis, blind, atau material dengan tingkat kilap lebih rendah dapat digunakan untuk mengontrol intensitas cahaya. Dengan pengaturan tersebut, pantulan tetap hadir tanpa membuat ruangan kehilangan kenyamanan visual.

Kita perlu emberikan jeda visual melalui material matte, tekstur, serta pencahayaan yang terkontrol. Dengan menghindari lima kesalahan tersebut, efek reflektif dapat menjadi aksen yang aesthetic. Sekaligus memperkaya ruangan tanpa membuatnya terasa berlebihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article