Jakarta, IDN Times - Menjadi perempuan berarti menjalani perjalanan panjang untuk mengenali diri, merawat mimpi, dan menemukan keberanian dalam menavigasi kehidupan. Di balik setiap keputusan yang diambil, ada kesadaran bahwa perempuan berhak memiliki kendali atas pilihan-pilihannya, tanpa harus selalu tunduk pada ekspektasi yang dibebankan oleh sosial.
Namun, keberanian untuk melangkah tidak selalu dapat tumbuh sendirian. Ada kalanya seseorang membutuhkan ruang untuk didengar, dipahami, dan dikuatkan demi langkah yang lebih jauh. Lingkungan yang positif serta dukungan dari sesama perempuan, dapat menjadi kekuatan untuk mengenali potensi diri. Dari setiap langkah dan dukungan, pemberdayaan perempuan menemukan maknanya. Bukan sekadar menjadi mandiri, namun juga memiliki kebebasan untuk menentukan kehidupan yang hendak dijalani.
Kesadaran akan pentingnya ruang bertumbuh bagi perempuan, turut menggerakkan Dian Yunita Fadilla atau akrab disapa Fadil untuk mendirikan Puan Bisa. Sebagai founder, Fadil melihat bahwa pemberdayaan perempuan perlu dimulai dari hal-hal mendasar, termasuk meningkatkan awareness dan keberanian untuk mengenali diri.
Mencintai diri bukan sekadar menerima kelebihan dan kekurangan, tetapi juga memahami bahwa setiap perempuan berhak mengambil pilihan hidup sesuai dengan kehendak dan potensi dirinya. Bagi perempuan lulusan S1 Bahasa Jerman ini, ketika perempuan memiliki ruang untuk bertumbuh dan keberanian untuk bersuara, terbuka pula kesempatan bagi mereka untuk merancang masa depan dengan lebih berdaya. Perjalanan Fadil dibagikan secara daring dalam wawancara bersama IDN Times pada Senin (26/10/26).
