Buku bisa menjadi sesuatu yang sangat personal bagi pembacanya. Sebuah cerita mungkin pernah menemani masa sulit, memperkenalkan sudut pandang baru, atau sekadar menjadi bacaan favorit yang berkali-kali ingin dibaca ulang. Karena itu, ketika ada orang yang mengatakan bahwa buku tersebut buruk, kritik yang sebenarnya ditujukan kepada karya bisa terasa seperti ditujukan kepada orang yang menyukainya.
Padahal, menyukai sebuah buku dan menilai kualitasnya merupakan dua hal yang berbeda. Pembaca boleh memiliki pengalaman yang sangat positif terhadap sebuah karya, sementara orang lain tetap boleh menemukan kekurangan di dalamnya. Lantas, mengapa kritik pada buku dianggap serangan untuk pembacanya?
