Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Langkah Antisipasi Tinggal di Daerah Rawan Bencana

6 Langkah Antisipasi Tinggal di Daerah Rawan Bencana
ilustrasi semburan awan panas (pexels.com/Suhairy Tri Yadhi)
  • Warga di daerah rawan bencana disarankan memilih lokasi lebih aman dari titik terdampak terparah serta menyesuaikan desain rumah dengan risiko utama, seperti banjir atau gempa.
  • Barang berharga dalam jumlah besar sebaiknya disimpan di bank, sementara setiap anggota keluarga perlu memiliki tas siaga berisi air, makanan, identitas, uang tunai, dan alat komunikasi.
  • Keluarga perlu menyediakan perlengkapan penyelamatan sesuai ancaman lokal, mengedukasi anak serta pekerja rumah tangga, dan menyiapkan dana darurat lebih besar untuk kebutuhan pascabencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia memiliki begitu banyak gunung berapi yang aktif serta dikelilingi lautan. Kekayaan sumber daya alam ini di satu sisi menguntungkan masyarakat. Adanya gunung berapi membuat tanah di Indonesia cenderung subur untuk bercocok tanam.

Kekayaan di laut juga menjadi sumber nafkah untuk para nelayan, pekerja tambang lepas pantai, dan akhirnya hasilnya dinikmati oleh masyarakat luas. Di sisi lain, ada banyak potensi bencana di seluruh daerah. Seperti letusan gunung berapi yang sangat berbahaya, tsunami, banjir rob, dan sebagainya.

Meski begitu, potensi bencana alam meningkat karena perilaku manusia yang tidak bijaksana. Contohnya, eksploitasi berlebihan terhadap hutan memiliki efek domino berupa tanah longsor hingga banjir. Jikalau

Potensi bencana alam meningkat karena perilaku manusia yang tidak bijaksana. Contohnya, eksploitasi berlebihan terhadap hutan menyebabkan tanah longsor dan banjir. Jikalau kamu tinggal atau harus pindah ke daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Langkah-langkah antisipasi tinggal di daerah rawan bencana seperti di bawah ini perlu kamu jadikan atensi.

  1. 1. Memilih lokasi dan desain rumah yang lebih safety

    permukiman
    ilustrasi permukiman (pexels.com/Jasper Mendoza)

    Daerah rawan bencana berarti potensi terjadinya bencana memang besar. Namun, di satu wilayah biasanya ada kawasan yang paling parah setiap terjadi bencana tertentu. Contohnya, kawasan yang dekat dengan laut.

    Ketika air laut naik karena pasang atau terjadi gempa tektonik, daerah tersebut akan menjadi yang pertama terdampak. Getaran akibat gempa bawah laut sangat terasa. Bangunan-bangunan mengalami kerusakan yang sangat parah.

    Korban jiwa bisa banyak sekali. Dirimu lebih baik mencari tempat tinggal di wilayah yang dampaknya akibat bencana lebih ringan. Seperti 10 sampai 20 km dari kawasan yang paling terdampak.

    Desain rumah juga disesuaikan dengan bencana yang paling sering terjadi. Misalnya, di sana sering terjadi banjir. Lantai rumah harus lebih tinggi daripada jalan di sekitarnya dan permanen. Rumah juga perlu ditingkatkan serta wajib menggunakan material yang berkualitas.

  2. 2. Tidak menyimpan banyak barang berharga di rumah

    brankas
    ilustrasi brankas (pexels.com/khezez | خزاز)

    Bencana bisa terjadi kapan saja, apalagi di daerah dengan kerawanan tinggi. Rumah bukan tempat yang aman untuk menyimpan barang berharga dalam jumlah banyak. Ketika bencana tiba-tiba terjadi, kamu gak akan sempat menyelamatkan semua harta itu.

    Hal paling utama untuk diselamatkan ialah diri sendiri serta keluarga. Harta berharga seperti emas, sertifikat rumah, dan uang yang banyak lebih baik disimpan di bank. Kamu tetap harus sedia uang tunai dalam jumlah cukup, tapi gak usah menyimpannya di rumah sampai bergepok-gepok.

  3. 3. Menyiapkan tas siaga bencana yang siap dibawa kapan pun

    tas siaga
    ilustrasi tas siaga (pexels.com/Erik Mclean)

    Tas siaga bencana adalah tas yang khusus disiapkan untuk membawa berbagai perlengkapan ketika bencana terjadi. Usahakan bahan tas tahan air. Barang yang harus ada di dalamnya di antaranya air putih beberapa liter, pakaian termasuk jaket, makanan yang tahan lama dan mudah disajikan, kartu identitas, uang tunai, serta senter.

    Lebih baik lagi jika ada powerbank serta peluit dan senter khusus untuk memberikan sinyal permintaan tolong. Satu tas siaga bencana bukan untuk satu keluarga. Akan tetapi, satu tas untuk setiap orang sehingga masing-masing memiliki perbekalan. Ini akan meningkatkan kemampuanmu dan keluarga untuk bertahan hidup.

  4. 4. Alat-alat penyelamatan diri

    mengenakan pelampung
    ilustrasi mengenakan pelampung (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Alat penyelamatan diri disesuaikan dengan bencana yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Jika bencananya banjir besar, harus ada pelampung dan perahu karet di rumah. Apabila bencananya gempa bumi, wajib terdapat meja yang kuat sebagai tempat berlindung jika dirimu serta keluarga tidak sempat keluar rumah.

    Helm yang melindungi kepala sampai ke pangkal leher juga perlu disediakan. Bila terjadi bencana kebakaran hutan, masker harus tersedia. Terbaik tentu masker khusus buat menangkal asap. Keran air dan selang yang panjang juga dibutuhkan di halaman kalau-kalau titik kebakaran cukup dekat dengan rumah.

  5. 5. Edukasi pada anak-anak dan pekerja rumah tangga

    anak-anak dan pengasuh
    ilustrasi anak-anak dan pengasuh (pexels.com/Jep Gambardella)

    Pengetahuanmu tentang langkah antisipasi saat tinggal di daerah yang rawan bencana menjadi tidak berarti apabila disimpan buat sendiri. Dirimu dan pasangan sudah paham betul terkait hal tersebut. Akan tetapi, anak-anak serta pekerja di rumah kalian mungkin belum mengerti.

    Mereka harus mendapatkan edukasi secara berulang supaya dapat menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Belum tentu saat itu dirimu serta pasanganmu ada di rumah. Jelaskan apa yang harus dilakukan oleh pekerja rumah tangga serta anak-anak. PRT yang berasal dari daerah lain dengan tingkat kerawanan bencana terbilang rendah mungkin belum pernah mendengar edukasi seperti ini.

  6. 6. Dana darurat jumbo

    uang dan emas
    ilustrasi uang dan emas (pexels.com/Robert Lens)

    Terakhir, langkah antisipasi tinggal di daerah rawan bencana adalah menyiapkan dana darurat dengan nominal besar. Memang, kamu tidak disarankan untuk menyimpan terlalu banyak barang berharga di rumah. Akan tetapi, itu bukan berarti dirimu gak butuh dana darurat. Malah, dana darurat harus disiapkan berkali-kali lipat dibandingkan dengan ketika kalian tinggal di daerah yang lebih aman dari bencana alam.

    Pokoknya, kamu punya lebih banyak dana darurat, lebih baik. Sebab setiap kali bencana terjadi, dirimu pasti gak bisa bekerja dengan normal. Walaupun ada bantuan, kebutuhanmu pascabencana jauh lebih besar. Misalnya, dana untuk membetulkan rumah yang rusak.

    Sudah saatnya seluruh masyarakat Indonesia lebih waspada terhadap berbagai potensi bencana di daerah masing-masing. Ini bukan untuk membuat orang menjadi selalu waswas. Namun, masyarakat perlu bersiap menghadapi situasi terburuk agar dampak bencana dapat diminimalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More