Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Maba Gak Bisa Masak? Ini 5 Trik Bertahan Hidup di Kos

Maba Gak Bisa Masak? Ini 5 Trik Bertahan Hidup di Kos
ilustrasi strategi bertahan hidup mahasiswa baru yang gak bisa masak (magnific.com/pressfoto)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tantangan mahasiswa baru yang belum terbiasa hidup mandiri di kos, terutama soal kesulitan memasak dan dampaknya pada kesehatan serta keuangan.
  • Dijelaskan berbagai trik praktis seperti memanfaatkan rice cooker multifungsi, stok lauk kering, makanan kaleng, hingga langganan warteg untuk menjaga pola makan tetap sehat dan hemat.
  • Penggunaan bumbu instan direkomendasikan sebagai langkah awal belajar masak agar maba bisa beradaptasi sambil menghemat waktu dan biaya selama masa kuliah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menjadi mahasiswa baru alias maba emang seru, tapi sekaligus bikin pusing pas harus adaptasi sama kehidupan mandiri di kosan. Salah satu drama terbesar yang sering muncul adalah urusan perut, apalagi buat kamu yang selama ini cuma tahu beres dan gak bisa masak sama sekali. Alih-alih ingin hemat, ketidakbisaan mengolah makanan ini malah sering bikin maba terjebak makan mi instan tiap hari. Kuliah seharian di kampus dengan jadwal yang padat jelas butuh asupan nutrisi yang benar, bukan cuma sekadar kenyang..

Kalau masalah gak bisa masak ini gak segera kamu atasi, siap-siap aja kantong jebol karena keseringan pesan makanan lewat aplikasi online. Efek dominonya pun gak main-main, karena tubuh yang terus-menerus disuplai makanan tinggi natrium dan rendah serat bakal gampang drop saat tugas kuliah lagi numpuk. Tenang, kamu gak harus langsung jago bikin rendang, karena ada banyak trik cerdas yang bisa menyelamatkan lambung sekaligus dompetmu, kok.

1. Maksimalkan fungsi rice cooker serbaguna

ilustrasi memasak nagi goreng rice cooker (youtube.com/Azizahir)
ilustrasi memasak nagi goreng rice cooker (youtube.com/Azizahir)

Rice cooker bukan cuma alat buat mematangkan beras, melainkan penyelamat hidup paling hakiki bagi maba yang gak bisa masak. Kamu bisa memanfaatkan alat ini untuk merebus telur, mengukus tahu, hingga membuat hidangan satu panci seperti sup simpel. Cukup masukkan semua bahan, tekan tombol cook, lalu kamu tinggal rebahan atau lanjut mengerjakan tugas kuliah. Proses memasak dengan alat ini sangat minim risiko gosong, sehingga sangat ramah buat pemula yang sering lupa waktu.

Biar gak bosan dengan nasi putih biasa, coba sesekali bikin nasi liwet instan pakai rice cooker kesayanganmu. Kamu tinggal menambahkan teri medan, daun salam, serai, dan sedikit penyedap rasa langsung ke dalam air dan beras sebelum dimasak. Metode one-pot meal ini terbukti efektif menghemat waktu cuci piring, sebuah kemewahan yang sangat disyukuri oleh para mahasiswa sibuk.

2. Stok lauk kering dan abon premium

ilustrasi abon ayam (julieolive.co.uk)
ilustrasi abon ayam (julieolive.co.uk)

Menyimpan lauk kering yang tahan berminggu-minggu adalah investasi terbaik untuk masa depan perutmu selama di perantauan. Jenis makanan seperti kering tempe, kentang mustofa, rendang, atau abon sapi bisa jadi penyelamat darurat saat warung makan sekitar kos sudah pada tutup. Kamu gak perlu menyalakan kompor sama sekali, cukup taburkan lauk kering ini di atas nasi hangat yang baru matang. Praktis dan pastinya jauh lebih higienis daripada jajan sembarangan di pinggir jalan saat larut malam.

Keberadaan lauk kering ini juga melatih kamu untuk tetap sarapan sebelum berangkat kelas pagi tanpa perlu ribet. Biar gizinya makin seimbang, kamu bisa memadukan abon atau kering tempe tersebut dengan potongan mentimun segar yang kaya air. Gak perlu gengsi makan menu minimalis begini, karena yang penting kebutuhan energi kamu buat mikir di kelas sudah terpenuhi dengan baik, kok. 


3. Kuasai teknik padu padan makanan kaleng

ilustrasi ikan sarden kalengan
ilustrasi ikan sarden kalengan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Makanan kaleng kerap dipandang sebelah mata, padahal ini adalah amunisi penting bagi mahasiswa yang gak bisa masak tapi ingin makan enak. Sarden, tuna, kornet, hingga sup krim kalengan sekarang punya variasi rasa yang sudah disesuaikan dengan lidah lokal. Kamu gak perlu keahlian memotong bumbu yang estetik, karena makanan jenis ini umumnya sudah matang dan siap santap setelah dipanaskan sebentar, kok. Rasanya juga konsisten, jadi minim risiko zonk akibat masakan keasinan atau hambar.

Trik biar makanan kaleng gak membosankan bisa dengan menambahkan sedikit sentuhan segar, misalnya irisan cabai rawit atau perasan jeruk nipis. Campurkan kornet ke dalam telur dadar, maka kamu sudah berhasil membuat menu sarapan mewah ala kafe dengan modal super irit. Ingat, ya, makanan kaleng ini sifatnya sebagai alternatif darurat, jadi jangan dijadikan menu utama tiga kali sehari.


4. Berburu kuliner warteg sistem langganan

ilustrasi warteg
ilustrasi warteg (pexels.com/Man Fong Wong)

Warteg alias warung tegal adalah ekosistem terbaik yang diciptakan untuk menjaga kelangsungan hidup mahasiswa rantau di Indonesia. Kalau kamu benar-benar menyerah dan gak mau menyentuh alat masak, kunci utamanya adalah berteman baik dengan ibu penjual warteg dekat kos. Jangan ragu untuk meminta menu paket bulanan atau sistem deposit jika keuanganmu sedang stabil di awal bulan. 

Makan di warteg juga membuat variasi nutrisimu jauh lebih terjaga dibanding kalau kamu nekat masak sendiri tapi gagal terus. Kamu bisa dengan bebas mengombinasikan sayur bayam, tempe bacem, dan sepotong ayam tanpa perlu pusing mikirin cara mengolahnya. Plus, sering mengobrol dengan pemilik warteg kadang bisa memberikan keuntungan tersembunyi, seperti bonus kuah sayur yang melimpah atau potongan harga pas akhir bulan. Ini jadi simulasi bersosialisasi yang nyata dan sangat menguntungkan bagi dompet mahasiswa, lho.


5. Manfaatkan bumbu instan cair dan bubuk

ilustrasi bumbu bubuk
ilustrasi bumbu bubuk (pexels.com/Kamakshi)

Zaman sekarang sudah sangat maju, jadi ketidakbisaanmu dalam mengulek bumbu halus sama sekali bukan halangan untuk makan enak, kok. Rak supermarket sekarang sudah dipenuhi oleh macam-macam bumbu instan, mulai dari bumbu nasi goreng, ayam goreng, hingga bumbu soto dan rawon. Kamu hanya perlu menyiapkan bahan utamanya seperti tahu, tempe, atau telur, lalu ikuti petunjuk penggunaan di balik kemasan. Cara ini memangkas waktu persiapan memasak hingga 80 persen, sehingga kamu gak bakal kelelahan.

Gunakan bumbu instan ini sebagai media latihan dasar untuk mengenal karakteristik rasa makanan. Coba beli bumbu nasi goreng instan, lalu modifikasi dengan menambahkan sisa sosis atau bakso dari kulkas kosan bersama teman kamarmu. Eksperimen kecil seperti ini bakal menumbuhkan rasa percaya diri kalau memasak itu ternyata gak semenakutkan yang dibayangkan, lho. 

Memulai kehidupan sebagai maba yang gak bisa masak memang penuh tantangan, tapi bukan berarti kamu harus pasrah kelaparan atau boros setiap hari. Dengan menerapkan kombinasi trik bertahan hidup bagi mahasiswa baru yang gak bisa masak di atas, kamu tetap bisa menjaga kesehatan tubuh dan isi dompet secara seimbang selama kuliah. Ingat, proses adaptasi ini jadi bagian dari petualangan serumu menjadi dewasa, lho. Jadi, nikmati saja setiap prosesnya dengan penuh semangat. ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More