ilustrasi kulit berminyak (unsplash.com/Haley Lawrence)
Bukan hanya kelembapan udara rendah, kelembapan udara yang terlalu tinggi pun bisa berpengaruh buruk terhadap kesehatan kulit. Dikutip dari Trane, Anne Fonda, penulis profesional, mengungkapkan hasil penelitian American Society of Heating, Refrigeration, Heating, and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) yang menyebut bahwa, kelembapan dalam ruangan di atas 60 persen dianggap sebagai kelembapan dalam ruangan yang tinggi.
"Kamu bisa mulai merasa tidak nyaman pada kelembapan 55 persen. Kelembapan tinggi di rumah juga dapat membuat kamu merasa gerah, merusak rumah, dan berdampak pada kesehatan," jelasnya.
Ketika udara dalam suatu ruangan terlalu lembap, maka akan terasa sensasi kulit yang lengket, berminyak, atau berjerawat. Kelembapan berlebih bercampur dengan sebum dan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori. Iritasi kulit dan reaksi alergi jadi efek lebih lanjut dari kelembapan berlebih. Sensitivitas, kemerahan, dan gatal juga dapat berkembang atau meningkat, terutama pada orang dengan kulit sensitif.