Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Alasan Naik Motor Sendirian Tanpa Tujuan Bisa Melepas Stres

7 Alasan Naik Motor Sendirian Tanpa Tujuan Bisa Melepas Stres
ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Bảo Minh)
Intinya Sih
  • Naik motor sendirian tanpa tujuan bisa membantu menenangkan pikiran karena memberi ruang untuk diam, refleksi diri, dan menjauh sejenak dari keramaian.
  • Perjalanan santai dengan rute bebas macet serta menikmati pemandangan sekitar membuat suasana hati lebih lega dan stres berangsur hilang.
  • Aktivitas ini juga menumbuhkan rasa kendali atas hidup, memberi kebebasan menentukan arah, serta kesempatan menikmati momen kecil yang menenangkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apa yang biasanya dilakukan olehmu saat merasa stres? Banyak orang mencoba meringankan beban psikisnya dengan jalan-jalan, makan-makan, atau menikmati hiburan. Ada pula orang yang senang bercerita meski terkadang jadi terdengar seperti keluh kesah bagi orang lain.

Pernahkah kamu mencoba naik motor seorang diri dan tanpa tujuan khusus seperti ke kantor buat meredakan beban pikiran? Tujuannya gak ada. Dirimu cuma berkendara berputar-putar di kota, mengikuti jalan yang terbentang panjang.

Memang aktivitas ini kurang ramah lingkungan dan keuangan karena membuang-buang bahan bakar. Namun, kegiatan sesimpel ini ternyata cukup ampuh untuk membuatmu pulih. Berikut alasan naik motor sendirian tanpa tujuan bisa melepas stres.

1. Kamu yang lagi ingin menenangkan diri tak perlu bicara dengan siapa pun

naik motor sendirian
ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/El gringo photo)

Kalau kamu lagi stres cukup berat, biasanya kamu sudah malas berbicara dengan siapa pun duluan. Baik topiknya persoalanmu atau hal-hal lain tidak menarik minatmu. Kamu cuma ingin diam, menenangkan diri, serta mencoba memahami lebih baik apa yang terjadi.

Gak enak bila dirimu naik motor sambil memboncengkan seseorang atau justru kamu yang dibonceng. Sulit sekali untuk menghindari percakapan dengannya. Padahal, pikiranmu lagi gak fokus ke sana. Berkendara seorang diri mirip dengan semadi. Terpenting, kamu tidak melamun sampai tak memperhatikan situasi di jalan raya.

2. Pilihan rute bebas macet bikin hidup seperti berjalan lebih mulus

naik motor sendirian
ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Optical Chemist)

Kamu bisa saja naik mobil sendirian dan sama-sama merasakan kesunyian karena tidak ada orang yang mengajak bicara. Akan tetapi, agak sulit mencari rute yang bebas macet untuk dilalui kendaraan roda empat. Apalagi dirimu berkendara di hari-hari biasa.

Bukan saat hampir semua orang mudik sehingga kotamu lengang. Naik motor lebih memungkinkanmu buat menelusuri jalan-jalan sempit yang lebih sepi. Kamu seperti terlepas dari segala kerumitan dunia. Ada rasa lega seiring kilometer yang ditempuh tanpa perlu sebentar-sebentar kamu mengerem kendaraan.

3. Sensasi meninggalkan masalah jauh di belakang

naik motor sendirian
ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Shrinidhi Holla)

Sudah pasti kamu mengendarai motor ke depan, bukan ke belakang. Tambah lama waktu tempuh otomatis menambah jauh juga dirimu dari titik keberangkatan. Tahu-tahu sudah 5 atau 10 kilometer.

Sejauh itu pula rasa yang timbul dalam diri terhadap apa pun yang tengah menjadi masalahmu. Tentu persoalan sebetulnya masih ada karena belum terpecahkan. Kamu juga tahu nanti mesti memikirkannya kembali.

Akan tetapi, buat saat ini dirimu merasa lebih lega. Dalam pikiran, seolah-olah ada jarak yang cukup jauh antara kamu dengan masalah tersebut. Dirimu merasa lebih damai, dan dalam kedamaian itulah kamu akan mampu memikirkan solusi terbaiknya.

4. Asal tak ngebut, kamu bisa sambil melihat-lihat pemandangan

naik motor sendirian
ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Ona Branca)

Beberapa orang suka memacu kendaraannya sekencang mungkin ketika suasana hati tidak stabil. Ini seperti usaha berlari secepat-cepatnya atau berteriak sekeras-kerasnya. Harapannya, perasaan lebih cepat lega.

Namun, hal itu justru amat tidak disarankan. Berkendara seperti pebalap di jalan raya berisiko besar terhadap keselamatan diri serta orang lain. Sementara teriakan dapat mengganggu pendengaran orang.

Lebih baik kamu berkendara santai saja sambil menikmati pemandangan di kanan, kiri, serta jauh di depan. Tak harus pemandangan alam yang bikin hati lebih lapang. Geliat orang-orang di pinggir jalan pun dapat memberimu energi positif yang bikin kamu kembali bersemangat menjalani hidup.

5. Merasakan hangatnya matahari pagi atau sejuknya angin sore

naik motor sendirian
ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Faisal Hijjaz)

Efektif atau tidaknya naik motor sendirian buat meredam stres juga dipengaruhi oleh pilihan waktu. Apabila kamu berkendara di siang hari yang panasnya minta ampun, malah tambah stres. Belum lagi ditambah asap knalpot di mana-mana.

Pelepasan rasa stres lebih berhasil apabila dirimu motoran sendirian di pagi atau sore hari. Pagi, kamu bisa melihat langit berubah makin terang perlahan-lahan. Matahari naik sedikit, sekujur tubuh terasa hangat yang menenangkan dan bukan panas. Sementara sorenya, angin menyejukkanmu. Jika kamu beruntung, angin sore dapat gak kalah menyegarkan dengan angin pantai.

6. Membangun rasa percaya diri kamu dapat mengendalikan lebih banyak hal

berhenti sejenak
ilustrasi berhenti sejenak (pexels.com/setengah lima sore)

Bila kamu berkendara bersama orang lain, sulit untuk 100 persen menentukan arah. Kadang temanmu mengikuti kemauanmu. Kadang dirimu yang mesti ayo saja ke mana pun ia mengajak pergi.

Tak jarang pula kalian saling berkompromi sehingga tujuan baru diputuskan sebagai jalan tengahnya. Naik motor sendiri gak perlu begini. Bawa saja dirimu ke mana pun yang kamu mau. Simpel, tetapi pengalaman ini seakan-akan membuka matamu bahwa kamu punya kendali yang cukup besar dalam hidup.

Tak terkecuali atas situasi yang sedang membuatmu kepikiran terus. Akan muncul rasa optimis bahwa dirimu bakal mampu mengendalikan keadaan. Lalu semuanya berangsur-angsur membaik.

7. Bisa berhenti di mana pun untuk menikmati momen

berhenti dan merenung
ilustrasi berhenti dan merenung (pexels.com/Trường Nguyễn Thanh)

Tentu, arti dapat berhenti di mana pun bukan berarti kamu sembarangan menghentikan kendaraan. Dirimu tetap wajib memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Mana titik yang diperbolehkan untuk kendaraan berhenti atau justru dilarang.

Namun, paling tidak kamu tak perlu meminta izin kepada teman atau pasanganmu untuk berhenti sejenak dan menikmati momen. Misal, dirimu menepi di samping penjual kopi keliling. Beli seduhan kopinya yang murah meriah sambil bercakap ringan dan menikmati sore. Lebih dari separuh rasa lelah fisik maupun psikis akan terangkat.

Kalau pikiran lagi penuh, gak apa-apa kamu berputar-putar naik motor seorang diri. Tidak harus ke mana dan dengan siapa. Sendiri malah lebih baik. Stres menyerupai makanan yang sulit dicerna. Naik motor sendirian tanpa tujuan bisa melepas stres serta memberi kamu waktu untuk memahami semuanya dengan lebih baik. Namun, jangan melamun, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us