Media sosial membuat kehidupan sehari-hari semakin mudah terlihat oleh banyak orang. Makanan yang disantap, tempat yang dikunjungi, barang yang dibeli, pencapaian pekerjaan, hingga aktivitas sederhana bisa dibagikan dalam hitungan detik. Di satu sisi, kebiasaan ini membuat orang lebih mudah terhubung dan berbagi cerita. Namun, di sisi lain, semakin banyak orang justru mulai merasa tidak perlu menunjukkan semua hal tentang kehidupannya kepada publik.
Gaya hidup low profile kemudian menjadi pilihan bagi sebagian orang. Mereka tidak berarti tidak memiliki pencapaian, tidak menikmati hidup, atau anti terhadap media sosial. Mereka hanya mulai memilih mana yang layak dibagikan dan mana yang cukup menjadi pengalaman pribadi. Di tengah budaya yang seolah mendorong seseorang untuk selalu menunjukkan keberhasilan, keputusan untuk hidup lebih tenang dan tidak banyak tampil justru terasa semakin menarik. Lantas, apa yang membuat orang memilih hidup low profile di era digital?
