Literasi keuangan di masyarakat terus digenjot untuk membuka wawasan seputar pengelolaan uang yang baik. Dengan tingkat literasi finansial yang makin tinggi, diharapkan kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Mereka terhindar dari jebakan kebiasaan yang menggerus tabungan, terjerat utang yang sulit dilunasi, dan dapat mulai membangun kekayaan.
Akan tetapi, tampaknya masih banyak orang takut membahas keuangan secara terbuka. Mereka mungkin sudah sering mengakses berbagai konten edukasi seputar kesehatan finansial. Meski begitu, mereka belum siap untuk membahasnya dengan orang lain.
Termasuk dengan keluarga atau pasangan yang ikut terdampak kondisi keuangannya. Percakapan tentang ini bahkan dapat dianggap tabu. Butuh pendekatan khusus agar dia mau lebih terbuka. Apa yang membuatnya setertutup itu dan gak nyaman dengan obrolan seputar duit?
