Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sikap Persahabatan Dzul dan Ijat di Upin & Ipin yang Patut Ditiru

Sikap Persahabatan Dzul dan Ijat di Upin & Ipin yang Patut Ditiru
Dzul dan Ijat di Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Dzul hadir saat Ijat menghadapi kesulitan, termasuk ketika rumah Ijat terbakar, dengan menemani dan menenangkan sahabatnya.
  • Dzul memahami cara komunikasi Ijat, membantu menyampaikan maksudnya kepada teman lain, serta mengenal pengalaman yang membentuk ketakutan Ijat terhadap sepeda.
  • Meski Ijat berubah setelah kecelakaan, Dzul tetap menerima dan berteman dekat dengannya; keduanya juga tetap bergaul bersama teman-teman lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam serial Upin & Ipin, persahabatan gak selalu ditunjukkan lewat kelompok besar atau aktivitas yang ramai. Dzul dan Ijat justru menjadi salah satu contoh pertemanan yang sederhana, tetapi terasa dekat karena keduanya sering terlihat bersama dan saling memahami.

Ijat dikenal sebagai karakter yang memiliki kesulitan berkomunikasi dan cenderung mudah takut atau terkejut. Di sisi lain, Dzul menjadi teman yang cukup memahami kondisi Ijat, bahkan beberapa kali membantu menyampaikan maksud sahabatnya kepada teman-teman lain. Lalu, apa saja sikap persahabatan Dzul dan Ijat yang patut ditiru? Berikut lima di antaranya.

  1. 1. Selalu ada untuk sahabat dalam kondisi sulit

    Dzul dan Ijat di Upin Ipin
    Dzul dan Ijat di Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Dzul bukan hanya menemani Ijat ketika suasana sedang menyenangkan, tetapi juga hadir saat sahabatnya mengalami masalah. Dalam episode Ikhlas Dari Hati, misalnya, Dzul mengetahui kabar rumah Ijat yang terbakar dan menyampaikan kabar tersebut kepada teman-teman mereka di sekolah. Ia juga terlihat menemani serta menenangkan Ijat ketika teman-teman datang menjenguknya di rumah pamannya.

    Sikap tersebut menunjukkan bahwa menjadi sahabat bukan sekadar hadir untuk bermain bersama. Ketika teman sedang menghadapi masalah, kehadiran dan perhatian sederhana pun bisa membuatnya merasa gak sendirian. Dzul memberikan contoh bahwa dukungan gak harus selalu berupa solusi, terkadang cukup dengan berada di sisi orang yang sedang mengalami masa sulit.

  2. 2. Berusaha memahami kekurangan sahabat

    Dzul dan Ijat di Upin Ipin
    Dzul dan Ijat di Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Ijat cukup sering menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan apa yang ingin dikatakannya sehingga orang lain terkadang kesulitan memahami maksudnya. Namun, Dzul sudah terbiasa dengan cara berkomunikasi Ijat dan sering membantu menerjemahkan maksudnya kepada teman-teman lain. Salah satu contohnya terlihat dalam episode Jejak Rembo ketika Dzul membantu menyampaikan petunjuk dari Ijat kepada Upin dan Ipin.

    Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Daripada memaksa teman untuk mengikuti cara kita, ada kalanya kita perlu belajar memahami cara mereka menyampaikan sesuatu. Persahabatan Dzul dan Ijat pun terasa kuat karena Dzul gak menjadikan kesulitan komunikasi Ijat sebagai alasan untuk menjauhinya.

    “Ketika anak-anak pandai memahami bagaimana orang lain berpikir dan merasa, mereka cenderung memiliki pertemanan yang lebih baik, bekerja sama dengan lebih baik, berkomunikasi lebih efektif, dan lebih mungkin membantu orang lain,” ujar Dr. Susan Birch, Associate Professor Psikolog di UBC, dikutip dari University of British Columbia.

  3. 3. Mengenal sahabat lebih dalam

    Dzul dan Ijat di Upin Ipin
    Dzul dan Ijat di Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Kedekatan Dzul dan Ijat juga terlihat dari banyaknya hal yang diketahui Dzul tentang kehidupan sahabatnya. Dalam episode Basikal Kawanku, Dzul dapat menjelaskan bahwa Ijat takut terhadap sepeda karena pernah mengalami kecelakaan ketika masih suka bersepeda bersamanya.

    Dzul bahkan mengetahui bahwa sebelum kecelakaan tersebut, Ijat merupakan anak yang cerdas dan pandai. Kedekatan seperti ini menunjukkan bahwa persahabatan yang baik gak hanya dibangun dari seringnya menghabiskan waktu bersama, tetapi juga dari kemauan untuk mengenal cerita, kebiasaan, dan pengalaman sahabat. Dengan begitu, kita bisa lebih memahami alasan di balik sikap seseorang tanpa buru-buru menghakiminya.

  4. 4. Menerima sahabat tanpa menghakimi

    Dzul dan Ijat di Upin Ipin
    Dzul dan Ijat di Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Setelah kecelakaan tersebut, Ijat diceritakan mengalami trauma terhadap sepeda, sering pingsan, serta mengalami kesulitan berbicara dan memahami pelajaran. Meski mengetahui perubahan yang dialami Ijat, Dzul tetap menjadi teman dekatnya dan terus berada di sisinya.

    Sikap Dzul ini patut ditiru karena kondisi seseorang bisa berubah setelah mengalami kejadian tertentu. Teman yang baik gak hanya hadir ketika sahabatnya berada dalam kondisi terbaik, tetapi juga mampu menerima perubahan yang terjadi pada dirinya. Kemampuan memahami kondisi dan sudut pandang orang lain juga dapat membantu seseorang untuk gak buru-buru menghakimi.

    “Ketika anak-anak mampu memahami sudut pandang orang lain, mereka lebih mungkin berempati, menangani konflik secara damai, tidak mudah menghakimi, menghargai perbedaan, membela mereka yang menjadi korban, serta bertindak dengan cara yang lebih membantu, menenangkan, dan mendukung orang lain,” ujar Michele Borba, psikolog pendidikan dan penulis UnSelfie: Why Empathetic Kids Succeed in Our All-About-Me World, dikutip dari HuffPost.

  5. 5. Tetap tumbuh bersama tanpa membatasi pergaulan

    Dzul dan Ijat di Upin Ipin
    Dzul dan Ijat di Upin Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Meski Dzul dan Ijat sering terlihat berdua, keduanya tetap bergaul dengan Upin, Ipin, serta teman-teman lain di Kampung Durian Runtuh. Kedekatan mereka bukan berarti harus menutup diri dari lingkungan sekitar, bahkan keduanya beberapa kali ikut dalam berbagai kegiatan bersama teman-teman lainnya.

    Dari sini, kita bisa belajar bahwa memiliki sahabat dekat bukan berarti harus selalu bersama atau hanya berteman dengan satu orang. Persahabatan yang sehat tetap memberikan ruang bagi masing-masing untuk berinteraksi dan bermain dengan orang lain. Dzul dan Ijat menunjukkan bahwa hubungan yang dekat justru bisa tetap berjalan seiring dengan pertemanan yang lebih luas.

    Persahabatan Dzul dan Ijat memang terlihat sederhana, tetapi ada banyak hal kecil yang membuat hubungan keduanya terasa istimewa. Mulai dari saling memahami hingga tetap hadir saat keadaan sulit, jadi sahabat yang baik ternyata gak harus selalu melakukan hal besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More