Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production)
Mengubah overthinking menjadi sesuatu yang produktif mungkin terdengar sulit, tetapi Upin dan Ipin menunjukkan bahwa rasa penasaran dan pikiran yang terus mencari jawaban juga bisa diarahkan menjadi solusi. Jika kamu penggemar Upin dan Ipin, mungkin beberapa episode saat kedua bocah ini berperan sebagai detektif dan berusaha memecahkan berbagai kasus sudah tak asing lagi.
Jika diperhatikan, keputusan mereka untuk menjadi detektif biasanya berawal dari rasa penasaran ketika menemukan suatu kejadian atau masalah yang belum terpecahkan. Daripada hanya memikirkannya, Upin dan Ipin mencoba mencari tahu, mengumpulkan petunjuk, lalu mengubah rasa penasaran tersebut menjadi tindakan. Dari sanalah, muncul solusi dan ide baru yang mungkin tidak akan ditemukan jika semuanya hanya berhenti di kepala.
Hal ini menjadi pengingat bahwa pikiran yang kompleks tidak akan menghasilkan jalan keluar jika hanya dibiarkan berputar-putar tanpa tindakan. Namun, bukan berarti setiap pikiran harus dicari jawabannya, sebab terkadang kita justru sibuk memecahkan masalah yang sebenarnya belum tentu ada.
Penulis buku Atomic Habits, James Clear, menggambarkan kecenderungan tersebut melalui sebuah kalimat yang sederhana tetapi relevan dengan kebiasaan overthinking.
“Overthinking adalah seni memecahkan masalah yang sebenarnya tidak kamu miliki," ujar James dalam laman Northern Healthcare.