Ilustrasi antiquing (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Antiquing adalah kurasi yang disengaja
Ketika seseorang antiquing, mereka biasanya mencoba mengisi kekosongan yang sangat spesifik. Misalnya, kamu tidak hanya membeli mangkuk, melainkan mencari mangkuk yang tepat. Ini berarti periode yang tepat, barang yang tepat untuk melengkapi koleksi yang telah mereka bangun.
"Berburu barang antik adalah tentang kesengajaan dan kurasi. Dan jika kamu sedang mengkurasi sebuah koleksi, sarannya adalah tetap fokus pada bidangmu. Kamu tidak perlu tahu segalanya, kedalaman dalam satu bidang jauh lebih ampuh daripada pengetahuan permukaan dalam sepuluh bidang," kata Codina.
Ada aspek pribadi di dalamnya
Salah satu keuntungan besar berburu barang antik adalah bisa berbicara dengan para pedagang barang antik yang sering kali memiliki banyak pengetahuan. Selain barang-barang yang sering diberi label dengan informasi detail mengenai era, merek, atau gaya, ada aspek personal dalam antiquing. Kamu pasti sering menemukan bahwa barang-barang yang kamu beli dari pedagang barang antik memiliki cerita di baliknya dan detail menarik yang menambah nilai.
Kamu bisa negosiasi harga, tetapi cara melakukannya penting
Di toko barang antik, kamu biasanya berurusan dengan seseorang yang telah menghabiskan puluhan tahun membangun pengetahuan dan mencari bahan, jadi bernegosiasilah dengan hormat. Hindari menawarkan setengah harga tanpa melihat barangnya terlebih dahulu. Selain itu, tidak bijaksana untuk mencoba membuktikan bahwa pengetahuanmu lebih unggul atau membandingkan satu pedagang dengan pedagang lainnya.
Berbicara soal harga, hanya karena sesuatu itu merupakan penawaran yang bagus bukan berarti kamu harus membelinya. Orang sering melihat barang dengan harga rendah dan merasa seperti mendapatkan penawaran yang sangat menguntungkan. Sebelum melakukan pembelian, perhatikan tentang kebutuhan, apakah sejalan dengan yang sedang kamu bangun, atau membeli karena harga murah.
Itulah perbedaan antiquing Vs. thrifting, di mana ada perbedaan niat, barang yang dicari, harga, hingga negosiasi harga. Semoga kamu sudah paham perbedaannya, ya!