Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang mengira resiliensi sama dengan kemampuan menahan semua perasaan sendirian. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan cara seseorang menghadapi tekanan hidup. Kesalahpahaman ini sering membuat seseorang merasa kuat, padahal sebenarnya hanya menutupi emosi yang terus menumpuk.
Resiliensi membantu seseorang bangkit setelah mengalami kesulitan, sedangkan memendam emosi justru dapat memperpanjang beban psikologis tanpa terasa. Memahami perbedaan keduanya menjadi langkah penting agar kesehatan mental tetap terjaga sekaligus hubungan dengan orang lain tetap berjalan secara sehat. Supaya gak keliru memaknainya, yuk pahami perbedaannya bersama.
