Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Proses Berkarya Ternyata Ampuh Redakan Stres, Gak Harus Jago Seni
ilustrasi mahasiswa seni dan desain (pexels.com/olly)
  • Proses berkarya membantu menenangkan pikiran karena fokus pada kegiatan kreatif dapat mengurangi stres tanpa harus menghasilkan karya sempurna.
  • Aktivitas kreatif menjadi cara sehat menyalurkan emosi sulit, membantu seseorang merasa lebih lega dan meningkatkan kesejahteraan mental.
  • Manfaat berkarya bisa dirasakan siapa saja tanpa perlu bakat khusus; cukup mulai dari aktivitas sederhana yang menyenangkan dan dilakukan dengan santai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih kamu iseng mencoret-coret buku, berkebun, atau masak resep baru hanya untuk mengisi waktu? Tanpa disadari, aktivitas sederhana seperti itu ternyata bisa bikin pikiran terasa lebih lega. Menariknya lagi, kamu gak perlu punya bakat seni atau menjadi orang yang kreatif untuk merasakan manfaatnya.

Menurut para ahli kesehatan mental, yang membuat aktivitas kreatif terasa menenangkan bukanlah hasil akhirnya, melainkan proses saat kamu melakukannya. Ketika pikiran fokus pada apa yang sedang dikerjakan, stres pun perlahan berkurang. Berikut beberapa alasan kenapa proses berkarya bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental.

1. Proses berkarya membantu pikiran lebih tenang

ilustrasi perempuan sedang merangkai moodboard (pexels.com/ron-lach)

Banyak orang mengira manfaat dari melukis, membuat kerajinan, atau aktivitas kreatif lainnya bergantung pada hasil yang bagus. Padahal, menurut psikolog klinis Amy Marschall, dikutip dari Real Simple, manfaat kesehatan mental justru muncul dari proses menciptakan sesuatu, bukan dari hasil akhirnya.

Bahkan, Marschall mengaku terkadang meminta kliennya membuat karya hanya untuk kemudian menghancurkannya. Tujuannya agar mereka belajar menikmati proses berkarya tanpa terbebani keinginan menghasilkan sesuatu yang sempurna.

2. Bisa menjadi cara sehat untuk meluapkan emosi

ilustrasi seniman (pexels.com/Antoni Skhraba)

Tidak semua perasaan mudah dijelaskan dengan kata-kata. Saat sedih, kecewa, atau marah, aktivitas kreatif bisa menjadi media untuk mengekspresikan emosi tersebut dengan cara yang lebih sehat.

Dikutip dari Real Simple, Sharon Yu, seorang terapis, menjelaskan bahwa aktivitas kreatif memberi ruang bagi dunia batin untuk menyalurkan berbagai perasaan yang sulit diungkapkan. Misalnya setelah mengalami patah hati, seseorang bisa menuangkan emosinya lewat lukisan, tulisan, atau karya lain sehingga beban yang dirasakan perlahan menjadi lebih ringan.

"Melakukan aktivitas kreatif meningkatkan kesejahteraan pada hari berikutnya, dan meningkatnya kesejahteraan itu kemungkinan besar akan mendorong seseorang untuk kembali melakukan aktivitas kreatif pada hari yang sama," ujar Dr. Tamlin Conner, psikolog dari University of Otago, dikutip dari HuffPost.

3. Gak perlu berbakat untuk merasakan manfaatnya

ilustrasi menggambar desain pakaian (pexels.com/yuliya-duzhaya)

Kalau selama ini kamu berpikir, "Aku gak kreatif", mungkin saatnya mengubah cara pandang tersebut. Nyatanya, kreativitas bukan soal seberapa bagus hasil karyamu, melainkan keberanian untuk mencoba.

Sharon Yu menegaskan, bahwa manfaat kesehatan mental berasal dari prosesnya. Selama aktivitas itu memberimu kesempatan untuk bermain, bereksplorasi, dan mengekspresikan diri, kamu sudah memperoleh manfaatnya meski hasilnya jauh dari kata sempurna.

4. Lepaskan keinginan untuk selalu sempurna

ilustrasi perempuan sedang merangkai moodboard (pexels.com/ron-lach)

Salah satu hambatan terbesar saat ingin mencoba hobi baru adalah rasa takut gagal. Padahal, sikap perfeksionis justru membuat seseorang enggan memulai.

Cory Reid-Vanas, seorang terapis, dikutip dari Real Simple, menyarankan agar kita memakai pola pikir seorang pembelajar. Daripada sibuk mengejar hasil terbaik, cobalah menikmati setiap prosesnya. Dengan begitu, aktivitas kreatif akan terasa jauh lebih menyenangkan dan tidak berubah menjadi beban.

“Proses menciptakan sesuatu dan mengekspresikan diri dapat memberikan rasa memiliki tujuan hidup (sense of purpose),” ujar Tony Wagner, peneliti senior di Harvard University sekaligus penulis buku Creating Innovators: The Making of Young People Who Will Change the World, dikutip dari HuffPost.

5. Mulailah dari aktivitas sederhana yang kamu sukai

ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)

Kamu tidak perlu langsung membeli perlengkapan mahal atau mengikuti kelas seni. Aktivitas sederhana seperti mewarnai, menulis jurnal, mencoret-coret kertas, bernyanyi saat di perjalanan, memasak, membuat kue, hingga berkebun juga termasuk bentuk kreativitas.

Yang terpenting bukan seberapa rumit aktivitasnya, tetapi apakah kegiatan tersebut membuatmu lebih fokus, rileks, dan menikmati momen saat ini. Bahkan, meluangkan waktu sekitar 10 menit setiap hari sudah cukup untuk membantu pikiran terasa lebih segar.

Kadang yang dibutuhkan untuk merasa lebih baik bukan liburan mahal, melainkan waktu sejenak untuk berkarya. Jadi, jangan ragu mulai dari hal sederhana karena setiap proses kreatif bisa membawa manfaat besar bagi kesehatan mentalmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article