ilustrasi bermain media sosial (unsplash.com/Panagiotis Falcos)
Red flag yang paling serius adalah ketika seseorang mulai menggunakan ancaman atau tekanan. Contohnya seperti, "Kalau kamu blok aku, fotomu aku sebar," "Jangan dekat-dekat sama orang itu kalau gak mau aku kasih tahu sesuatu," atau "Kirim foto dulu, kalau gak aku bakal upload chat kita." Walaupun diakhiri emoji tertawa, isi pesannya tetap perlu dianggap serius.
"Ancaman untuk menyebarkan foto pribadi jika kamu tidak menuruti tuntutan. Perilaku mengontrol terkait percakapan dan kontak yang kamu miliki, misalnya di ponselmu. Komentar atau pesan pribadi (DM) yang melecehkan dan kasar, yang terus berdatangan bahkan setelah kamu memblokir orang tersebut," dikutip dari UN Women yang menjelaskan beberapa tanda bahaya dalam digital abuse.
Jika menerima pesan seperti ini, jangan merasa harus menghadapi pelaku sendirian. Simpan bukti berupa screenshot, username, waktu, dan konteks percakapan sebelum memblokir atau melaporkannya jika diperlukan. Kalau seseorang melewati batas, kamu boleh mengatakan tidak, menghentikan percakapan, memblokir, atau mencari bantuan.
Tidak semua candaan di DM merupakan masalah, tetapi candaan juga bukan alasan untuk mengabaikan batas orang lain. Pesan seksual yang tidak diinginkan, pertanyaan pribadi yang berlebihan, penghinaan, pesan berulang setelah diabaikan, hingga ancaman yang dibungkus humor adalah beberapa red flag yang sebaiknya tidak dianggap sepele.