8 Rekomendasi Buku Bacaan Ayla Dimitri, Punya Book Club, lho!

Mengupas buku bacaan favorit selebriti selalu menjadi momen yang menarik. Salah satunya rekomendasi buku bacaan Ayla Dimitri, seorang fashion dan lifestyle influencer. Tidak hanya punya hobi di bidang fashion, Ayla juga gemar membaca buku. Di tahun 2026 ini, Ayla dan Cindy Ozzie launching bookclub, bernama Fully BOOKed Club (@fullybooked_id).
Klub buku ini sudah menyelenggarakan beberapa pertemuan intim dengan para pecinta buku lainnya di Ibu Kota. Ayla sendiri suka membaca banyak buku dengan lintas genre, sehingga punya berbagai referensi. Kalau kalian penasaran dengan buku bacaannya, intip rekomendasinya di sini, ya!
1. The Bright Years - Sarah Damoff

The Bright Years - Sarah Damoff (periplus.com) Rekomendasi buku bacaan Ayla Dimitri pertama iala The Bright Years (2025) karya Sarah Damoff. Ini merupakan sebuah novel keluarga yang mengisahkan pasang surut kehidupan empat generasi keluarga di Texas. Cerita ini berfokus pada pasangan suami istri Ryan dan Lillian Bright bersama anak perempuan mereka, Georgette.
Di balik pernikahan mereka, terdapat rahasia dan beban tersembunyi. Lillian menyimpan rahasia tentang seorang anak laki-laki dari masa lalunya yang tidak pernah diceritakan kepada Ryan. Sementara itu, Ryan berjuang melawan kecanduan alkohol yang ia sembunyikan dari Lillian.
2. Madonna in a Fur Coat - Sabahattin Ali

Madonna in a Fur Coat - Sabahattin Ali (gramedia.com) Rekomendasi buku bacaan Ayla Dimitri kedua adalah novel klasik berjudul Madonna in a Fur Coat karya Sabahattin Ali. Ini adalah sebuah karya klasik sastra Turki yang published pada tahun 1943. Novel ini berkisah tentang penyesalan, cinta yang mendalam, dan rasa terasing di tengah masyarakat.
Seorang pemuda menemukan sebuah buku harian milik temannya yang meninggal, Raif Efendi. Buku itu berisi kisah masa muda Raif saat tinggal di Berlin, Jerman, pada tahun 1920-an, di mana ia jatuh cinta pada seorang seniman perempuan mandiri dan misterius bernama Maria Puder. Maria melukis potret dirinya menyerupai lukisan Andrea del Sarto yang dijuluki "Madonna in a Fur Coat".
3. The Things We Never Say - Elizabeth Strout

The Things We Never Say - Elizabeth Strout (periplus.com) The Things We Never Say karya Elizabeth Strout yang terbit Mei 2026 dan masuk ke longlisted Booker Prize 2026. Novel ini bercerita tentang krisis eksistensial seorang guru sejarah berusia 50-an bernama Artie Dam di sebuah kota pesisir Massachusetts.
Ia tampak memiliki kehidupan stabil, mulai dari istri yang dinikahinya selama puluhan tahun, anak laki-laki yang sukses, serta murid-murid yang menyayanginya. Namun, di balik kehidupan yang tenang itu, Artie justru bergulat dengan rasa kesepian yang mendalam, keterasingan, dan pikiran-pikiran gelap tentang kematian di tengah kecemasan sosial serta politik Amerika Serikat menjelang pemilu 2024.
Novel ini menyoroti retakan dalam kehidupan rumah tangga, rasa malu, serta bagaimana duka dan trauma masa lalu, membekas dalam hidup karakter. Temanya juga tentang eksplorasi kenyataan manusia menyimpan semesta luas yang tidak bisa sepenuhnya dipahami oleh orang lain, bahkan oleh pasangan hidupnya sendiri.
4. The Nightingale - Kristin Hannah

The Nightingale - Kristin Hannah (periplus.com) Selanjutnya, ada The Nightingale (2015) karya Kristin Hannah menceritakan tentang perjuangan dan ketahanan dua saudari kandung di Prancis yang terpecah oleh keadaan saat Perang Dunia II dan pendudukan Nazi Jerman. Mereka adalah Vianne Mauriac dan Isabelle Rossignol.
Kedua saudari ini menghadapi situasi perang dengan jalan yang sangat berbeda namun sama-sama berbahaya. Vianne berjuang secara senyap demi keselamatan keluarga di rumah, sementara Isabelle aktif bergerilya di jalur pelarian rahasia. Novel ini menggambarkan arti cinta, ketabahan mental, dan harga mahal yang harus dibayar demi sebuah kebebasan di tengah kekejaman perang.
5. Yesteryear - Caro Claire Burke

Yesteryear - Caro Claire Burke (periplus.com) Rekomendasi buku bacaan Ayla Dimitri berikutnya adalah Yesteryear (2026) karya debut oleh Caro Claire Burke. Ini merupakan sebuah cerita satiran dan suspense tentang seorang influencer media sosial populer berkonsep "tradwife" (istri tradisional) bernama Natalie Heller Mills. Ia memamerkan kehidupan pedesaan yang sempurna, tradisional, dan religius kepada jutaan pengikutnya, mulai dari membuat roti sourdough hingga memerah susu sapi.
Di balik layar, kehidupan itu hanyalah pencitraan penuh kepalsuan yang didukung oleh staf, oven industri, pengasuh anak tersembunyi, dan rekayasa media. Suatu pagi, Natalie secara misterius terbangun dalam realitas tahun 1855 yang dingin, kotor, dan tanpa kemudahan modern, memaksanya menghadapi kenyataan pahit dari fantasi kuno yang selama ini ia perjualbelikan.
6. The Correspondent - Virginia Evans

The Correspondent - Virginia Evans (goodreads.com) The Correspondent ialah novel epistolary (berbentuk surat-menyurat) karya penulis Amerika Virginia Evans yang terbit pada April 2025. Mengisahkan Sybil Van Antwerp, seorang pensiunan pengacara berusia '70-an tahun yang tinggal sendiri di Annapolis.
Cerita terungkap melalui kumpulan surat dan e-mail yang dikirim serta diterimanya antara tahun 2012 dan 2022. Sybil terbiasa menulis surat kepada keluarga, teman, hingga penulis terkenal seperti Joan Didion untuk memahami dunia.
Tema dan konflik dari buku ini menyoroti kesedihan dan masa lalu, seperti menyimpan duka mendalam atas kehilangan putranya di masa lalu serta penglihatannya yang mulai memburuk. Selain itu, mengeksplorasi bagaimana surat menjadi sarana komunikasi yang indah, namun di sisi lain bisa menjadi perisai untuk menjaga jarak dari dunia nyata.
7. Dolly All the Time - Annabel Monaghan

Dolly All the Time - Annabel Monaghan (annabelmonaghan.com) Novel Dolly All the Time karya Annabel Monaghan (2026) merupakan sebuah kisah romansa kontemporer yang hangat, lucu, dan penuh pertimbangan tentang perjuangan hidup, keluarga, serta kesempatan kedua dalam cinta.
Cerita berpusat pada Dolly Brick, seorang ibu tunggal berusia 39 tahun yang dikenal sangat tangguh, pekerja keras, dan selalu diandalkan oleh orang-orang di sekitarnya. Ia membawa anak laki-lakinya pindah sementara ke kota pesisir fiktif Whitfield, Rhode Island, untuk menghabiskan musim panas di kampung halamannya. Tujuan utamanya kembali adalah membantu ayah dan saudaranya agar tidak kehilangan rumah keluarga mereka yang terlilit masalah keuangan.
8. The Shampoo Effect - Jenny Jackson

The Shampoo Effect - Jenny Jackson (shopee.co.id/Periplus Official Bookstore) Rekomendasi buku bacaan Ayla Dimitri lainnya, bertajuk The Shampoo Effect, karya Jenny Jackson yang terbit pada 2026. Secara harfiah dan kiasan dalam buku ini, The Shampoo Effect diibaratkan seperti keramas kedua yang langsung menghasilkan busa melimpah.
Istilah ini menggambarkan kondisi setelah semalam suntuk berpesta dan minum alkohol, lalu keesokan paginya hanya minum sedikit alkohol lagi yang langsung membuat seseorang mabuk seketika. Dalam hubungan pertemanan, istilah ini merangkum saat lingkaran pertemanan lama berkumpul kembali dan semua emosi, sejarah masa lalu, atau drama lama langsung bangkit kembali dengan cepat.
Novel ini mengikuti kisah Caroline Lash, seorang penulis yang pindah ke kota pantai fiktif bernama Greenhead di New England untuk menjalani residensi kepenulisan demi keluar dari bayang-bayang ibunya yang merupakan penulis terkenal. Di sana, Caroline jatuh cinta pada seorang pria lokal bernama Van Whittaker dan terseret masuk ke dalam lingkaran pertemanan masa kecil Van yang sudah sangat akrab dan rumit.
Nah, itulah rekomendasi buku bacaan Ayla Dimitri, yang juga punya book club. Untuk tahu referensi buku lainnya, kamu bisa cek klub bukunya. So, apakah ada buku yang masuk ke dalam wishlist kamu?






















