Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resensi Novel “Dallergut: Toko Penjual Mimpi”, Bakal Diadaptasi Disney
Cover “Dallergut: Toko Penjual Mimpi” dan Lee Miye (kolase foto via Gramedia & Goodreads)
  • Novel fantasi Korea karya Lee Miye mengikuti Penny yang bekerja di toko mimpi Dallergut, tempat pelanggan datang saat tidur untuk membeli pengalaman dan perasaan dalam mimpi.
  • Dallergut berkembang menjadi seri, masuk bestseller fiksi Korea 2020–2022, berada di Top 10 selama 75 minggu, dan dikabarkan akan diadaptasi live action oleh Disney.
  • Edisi Indonesia diterbitkan BACA dan tersedia di Gramedia; novel ini mendapat rating Goodreads sekitar 3,63/5 dari lebih 45 ribu penilaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayangkan ada sebuah desa yang hanya bisa kamu datangi ketika tertidur. Di sana, manusia dan hewan datang mengenakan pakaian tidur untuk membeli berbagai macam mimpi, mulai dari mimpi tentang masa kecil, makanan lezat, perjalanan, hingga mimpi buruk. Konsep inilah yang menjadi daya tarik utama novelDallergut: Toko Penjual Mimpi” karya Lee Miye, sebuah fantasi Korea yang memadukan dunia magis dengan kisah-kisah manusia yang terasa dekat.

Novel yang punya judul kedua “Dallergut: Toko Penjual Mimpi 2” ini berkembang menjadi seri dan mendapatkan perhatian besar di Korea maupun luar negeri. Bahkan, kini kabarnya akan diadaptasi menjadi live action oleh Disney, lalu seperti apa resensi novel ini?

1. Sinopsis "Dallergut: Toko Penjual Mimpi"

Cover "Dallergut: Toko Penjual Mimpi" (foto via Gramedia)

Cerita bermula dari Penny, seorang perempuan muda yang berhasil mendapatkan pekerjaan di Dallergut: Toko Penjual Mimpi. Toko ini bukan toko biasa karena hanya dapat dikunjungi ketika seseorang sedang tidur. Di dalamnya tersedia berbagai mimpi yang dibuat oleh para produser mimpi dan dibeli oleh pelanggan berdasarkan pengalaman atau perasaan yang ingin mereka rasakan saat tidur.

Penny ditempatkan di lantai pertama bersama Bibi Weather dan mulai mengenal berbagai macam karakter di dunia mimpi. Ada Dallergut sebagai pemilik toko, Aganep Coco sebagai produser mimpi legendaris, serta Vigo Myers yang mengelola salah satu lantai toko. Namun, hari pertama Penny tidak berjalan mulus karena sebuah mimpi mahal tiba-tiba dicuri. Dari sinilah pembaca mulai diajak menjelajahi misteri sekaligus kehidupan sehari-hari para pekerja toko mimpi.

2. Awards dan review bintang di Goodreads

Rating "Dallergut: Toko Penjual Mimpi" (tangkapan layar Goodreads)

Dari sisi pencapaian, "Dallergut: Toko Penjual Mimpi" bukan sekadar novel populer biasa. Menurut laporan K-Book Trends, buku ini termasuk dalam daftar bestseller fiksi Korea periode 2020–2022 dan sebagai buku pilihan pembaca pada 2020 dan 2021. Buku ini juga tercatat berada di Top 10 keseluruhan selama 75 minggu setelah diterbitkan.

Di Goodreads, edisi bahasa Inggris/Indonesia yang tercatat memiliki rating sekitar 3,63/5 dari lebih dari 45 ribu rating dan lebih dari 8 ribu ulasan. Komposisinya didominasi rating 4 bintang, disusul 3 bintang dan 5 bintang.

3. Buku yang cocok kalau kamu suka Dallergut

Cover "The Miracles of the Namiya General Store" by Keigo Higashino (foto via Gramnedia)

Kalau yang kamu sukai dari Dallergut adalah fantasi yang hangat, tempat ajaib yang terasa nyaman, serta cerita tentang manusia biasa yang sedang menghadapi persoalan hidup, ada beberapa buku lain yang bisa masuk daftar bacaan. Tentu beberapa di antaranya tidak memiliki cerita yang sama persis, tetapi menawarkan kombinasi fantasi, kehidupan sehari-hari, keajaiban, dan pesan emosional yang mirip.

  • "Before the Coffee Gets Cold" by Toshikazu Kawaguchi: Novel ini berkisah tentang sebuah kafe di Jepang yang memungkinkan pengunjung kembali ke masa lalu dengan satu aturan penting: mereka harus kembali sebelum kopi yang disajikan menjadi dingin. Empat kisah pelanggan kemudian memperlihatkan penyesalan, kehilangan, cinta, dan kesempatan untuk mengatakan sesuatu yang belum sempat disampaikan.

  • "The Miracles of the Namiya General Store" by Keigo Higashino: Tiga orang yang bersembunyi di sebuah toko tua tiba-tiba dapat menerima surat-surat yang dikirim dari masa lalu. Mereka kemudian mencoba menjawab persoalan orang-orang yang tidak mereka kenal. Novel ini memiliki nuansa hangat dan sedikit magis, dengan gagasan bahwa nasihat sederhana dari seseorang bisa memberikan perubahan besar bagi kehidupan orang lain.

  • "The House in the Cerulean Sea" by TJ Klune: Linus Baker adalah pegawai birokrasi yang bertugas memeriksa rumah bagi anak-anak dengan kemampuan khusus. Hidupnya yang sangat teratur berubah setelah ia mengunjungi sebuah rumah terpencil yang dihuni anak-anak ajaib dan pengasuh mereka.

  • "The Midnight Library" by Matt Haig: Nora Seed menemukan sebuah perpustakaan misterius di antara hidup dan mati. Setiap buku di dalamnya menawarkan kehidupan berbeda yang mungkin ia jalani jika dahulu mengambil keputusan lain. Sama seperti Dallergut, fantasi digunakan untuk membahas sesuatu yang sangat manusiawi: penyesalan, pilihan hidup, dan bagaimana seseorang belajar menghargai kehidupan yang sedang dijalaninya.

4. Di mana bisa membeli "Dallergut: Toko Penjual Mimpi"?

Ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Photo by Giorgio Trovato)

Untuk versi bahasa Indonesia, salah satu pilihan yang mudah ditemukan adalah Gramedia. Halaman produk Gramedia mencantumkan "Dallergut: Toko Penjual Mimpi" karya Lee Miye dari penerbit BACA, dengan ISBN 978-602-6486-67-7 dan sekitar 300 halaman.

Kalau ingin membaca lanjutannya, "Dallergut: Toko Penjual Mimpi 2" juga tersedia dalam bahasa Indonesia. Gramedia mencantumkan ISBN 978-602-6486-73-8, penerbit BACA, dan 314 halaman untuk edisi yang mereka jual.

Saat artikel ini disusun, hasil pencarian produk juga menunjukkan beberapa penjual marketplace dengan kisaran harga yang berbeda. Jadi ada baiknya kamu mengecek reputasi penjual, ISBN, dan penerbit sebelum membeli.

“Dallergut: Toko Penjual Mimpi” menawarkan jenis fantasi yang tidak hanya mengajak pembaca melarikan diri dari kenyataan, tetapi juga kembali melihat kehidupan dengan cara yang sedikit berbeda. Mungkin itu pula alasan mengapa novel Lee Miye terasa seperti toko yang ingin kita datangi sebelum tidur.

Curated For You

Editorial Team

Related Article