Comscore Tracker

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumi

Dosa seluruh pembunuh kelak akan ditanggung Qabil

Qabil dan Habil adalah dua putra keturunan Nabi Adam dan Hawa. Meskipun berasal dari ayah dan ibu yang sama, keduanya berbeda, terutama dalam hal kesalehan kepada Allah SWT.

Kisah keduanya tercatat dalam Al-Qur'an dan dikenal sebagai kasus pembunuhan pertama yang terjadi di bumi. Namun, apa alasan yang mendorong Qabil merenggut nyawa adiknya sendiri? Untuk menemukan jawabannya, simak kisah Qabil dan Habil berikut ini!

1. Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam AS

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi bayi (Unsplash.com/@lumapimentel)

Jika membahas anak Nabi Adam, banyak riwayat yang berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa Nabi Adam dan Hawa memiliki 40 anak. Riwayat lain bahkan mencatat bahwa keduanya memiliki 240 anak.

Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, ada anak Nabi Adam yang namanya memang tercatat dalam Al-Qur'an. Mereka adalah Qabil dan Habil. Satu riwayat mengisahkan bahwa Qabil dan saudari kembarnya, Labuda, adalah anak pertama, sedangkan Habil dan Iqlima lahir setelahnya.

Allah kemudian memerintahkan Nabi Adam untuk menikahkan putra-putrinya tersebut. Namun, konflik malah terjadi lantaran perintah tersebut.

2. Perjodohan yang berujung perseteruan

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi pernikahan (Pixabay.com/StockSnap)

Pernikahan Qabil dan Habil dengan masing-masing saudara perempuan mereka, dilakukan secara bersilang. Dalam hal ini, Qabil akan menikah dengan saudari kembar Habil, yaitu Labuda dan Habil akan menikahi Iqlima.

Terkait perjodohan tersebut, Qabil tidak bisa menerimanya. Ia lebih ingin bersama saudari kembarnya sendiri karena parasnya yang lebih rupawan daripada Labuda. Bahkan, tatkala mengutarakan penolakannya, Qabil tak segan melontarkan kata-kata yang kurang pantas kepada ayahnya.

"Saya lebih berhak untuk Iqlima dan Habil pun lebih berhak dengan saudari perempuan sekandungnya. Ketentuan ini sebenarnya bukan dari Allah, melainkan hanya akal-akalanmu (Adam) saja!" (Al-Razi, Mafatih al-Ghaib, juz 11, hal. 204).

Nabi Adam AS sangat bingung dalam menyikapi hal tersebut. Sekalipun aturan tersebut merupakan ketentuan dari Allah, di saat yang sama, ia juga tak ingin bertindak dengan cara memaksa anak-anaknya agar menerima pasangan masing-masing.

Akhirnya, sebagai jalan tengah, Nabi Adam pun menyuruh kedua putranya untuk berkurban.

"Nabi Adam berkata, '(Lakukankalah) dengan kurban. Siapa saja yang kurbannya diterima (oleh Allah), dia lebih berhak untuk mendapatkan yang baik (Iqlima)'." (Al-Qurthubi, 2003 M: VI/134).

Setelah diperintahkan oleh sang ayah untuk melakukan kurban, Qabil dan Habil setuju untuk melakukannya. Praktik kurban Qabil dan Habil ini pun menjadi yang pertama yang dilakukan oleh manusia.

Baca Juga: Jumlah Anak Nabi Adam dan Hawa, Benarkah Lebih dari 200 Orang?

3. Qabil berkurban dengan buruk, sedangkan Habil berkurban secara hati-hati

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi kambing (Pixabay.com/Nikiko)

Pada hari yang ditentukan, Qabil dan Habil pun mempersiapkan persembahan kurban mereka. Qabil yang seorang petani mempersembahkan hasil buminya, sedangkan Habil mengurbankan seekor anak kambing karena dirinya adalah seorang penggembala kambing. Namun, kurban yang mereka persembahan berbeda satu sama lain.

Dari laman NU Online, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menceritakan bahwa Qabil memilih hasil panennya yang paling jelek sebagai kurban persembahan. Bahkan, saat hendak mempersembahkannya, si putra sulung masih sempat mengambil dan memakan hasil panen yang terlihat bagus.

Lain halnya dengan Habil, ia memilih jadza’ah samiinah (anak hewan ternak) dengan sangat hati-hati. Dirinya memastikan bahwa hewan ternak yang dipilihnya adalah yang terbaik dari yang terbaik. Ia bahkan sempat khawatir jika masih ada kambing yang lebih baik daripada yang sudah ia pilih.

4. Api dari langit menyambar kurban yang Habil persembahkan

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi petir (Pixabay.com/jplenio)

Setelah kurban dari kedua putranya dipersembahkan, Nabi Adam pun berdoa kepada Allah SWT untuk memilih pengorbanan siapa yang hendak Ia terima. Dilansir NU Online, Syekh Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib mengungkapkan bahwa kurban yang Allah terima akan disambar api dari langit. Mayoritas ahli tafsir pun juga berpendapat sedemikian.

Di antara persembahan yang ada, api dari langit pun menyambar kurban anak kambing dari Habil. Allah menerima persembahan dari putra kedua Nabi Adam tersebut karena dirinya melaksanakan praktik kurban dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Tidak seperti Qabil yang sengaja memberikan hasil panen paling buruknya, seolah meremehkan perintah kurban dari sang ayah.

Lagi-lagi, Qabil tidak terima dengan ketetapan Allah SWT. Ia merasa iri karena kurban adiknya yang diterima oleh Allah. Dalam amarahnya, Qabil mengancam membunuh adiknya sendiri.

"Apakah engkau akan berjalan dengan bangga di bumi ini dan orang-orang akan mengira bahwa engkau lebih baik dari diriku? Sungguh aku akan membunuhmu."

Habil lantas membalas, "Kenapa engkau akan membunuhku sedangkan tidak ada yang salah bagiku ketika Allah menerima kurbanku? Sungguh, Allah menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa."

(Al-Qurthubi, 2003 M: VI/134).

5. Qabil membunuh adiknya saat Nabi Adam melaksanakan ibadah haji

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi peristiwa Qabil membunuh Habil (lookandlearn.com/Jan Luyken, dok. Rijksmuseum)

Terkait peristiwa pembunuhan Habil oleh Qabil, ada riwayat yang menyebutkan bahwa itu tidak terjadi tepat setelah dilangsungkannya proses persembahan kurban. NU Online melansir, berdasarkan keterangan Syekh Abdul Haq bin ‘Athiyah al-Andalusi dalam kitab tafsirnya, Qabil baru memiliki kesempatan untuk membunuh adiknya saat Nabi Adam melakukan ibadah haji ke Baitullah al-Haram.

Perginya sang ayah lantas dimanfaatkan Qabil untuk mengeksekusi rencana jahatnya. Satu riwayat menyebutkan, Qabil menghabisi nyawa Habil dengan melemparkan batu ke kepala adiknya saat tertidur. Riwayat lain mencatat, Habil mati di tangan Qabil dengan cara dicekik dan digigit.

Meninggalnya Habil lantaran perbuatan kakaknya sendiri, menjadi kasus pembunuhan pertama yang terjadi di muka bumi. Beberapa ulama berpendapat, lokasi pembunuhan Habil terjadi di sebuah gua bernama Gua Dam yang terletak di kawasan pegunungan Qasiun wilayah utara Damaskus.

Baca Juga: Doa Nabi Adam Saat Diturunkan dari Surga

6. Diajarkan oleh seekor gagak cara menguburkan jenazah

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi burung gagak (Unsplash.com/Tyler Quiring)

Setelah berhasil merenggut nyawa saudaranya, Qabil tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan tubuh Habil. Jasad adiknya itu lantas terus ia gotong selama kurang lebih satu tahun hingga akhirnya Allah SWT mendatangkannya dua ekor gagak.

Kedua burung tersebut bertarung hingga salah satu di antara mereka mati. Burung gagak yang masih hidup pun mengais-ngais tanah sampai terbentuk lubang. Ke dalam lubang tersebut, ia kubur gagak yang sudah mati. Dari situ, Qabil pun berlajar tentang cara menguburkan jenazah sang adik.

Mendengar kabar bahwa salah satu putranya telah meninggal, Nabi Adam pun begitu sedih. Namun, Allah menghapus laranya dengan menganugerahkan Nabi Adam dan Hawa seorang putra yang lahir tanpa saudara kembar bernama Syits—artinya 'karunia dari Allah'.

Dikisahkan bahwa Syits lahir sebagai pengganti Habil dan memiliki akhlak baik layaknya Habil pula. Kelak, Allah mengutusnya menjadi nabi kedua setelah kematian Nabi Adam.

7. Ayat Al-Qur'an yang merangkum kisah Qabil dan Habil

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi Al-Qur'an (Pexels.com/Bassam ibram)

Seperti yang disebutkan pada bagian sebelumnya, Qabil dan Habil adalah anak Nabi Adam yang namanya tercatat dalam Al-Qur'an. Kisah mereka dapat dilihat pada Surah Al-Ma'idah ayat 27–31.

Dilansir Ruqoyyah, berikut kutipan ayat-ayatnya:

27. Ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya, Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa."

28. "Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."

29. "Sesungguhnya, aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim."

30. Maka, hawa nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.

31. Kemudian, Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, "Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Maka, jadilah dia termasuk orang yang menyesal.

(QS. Al-Ma'idah, [5]:27-31).

8. Apakah Qabil kelak masuk surga?

Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama yang Terjadi di Bumiilustrasi awan (Pixabay.com/PopcornSusanN)

Seperti yang kita ketahui dari penjelasan sebelumnya, Qabil adalah manusia yang pertama kali membunuh sesamanya. Ini berarti, dirinya secara tidak langsung telah mempelopori dan memberi contoh kepada generasi berikutnya terkait perbuatan tersebut.

Alhasil, bagi setiap kejahatan karena pembunuhan yang terjadi di muka bumi ini, maka dosanya akan ditanggung oleh putra sulung Nabi Adam tersebut. Dari Abdullah bin Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Tidaklah setiap jiwa yang dibunuh secara zalim, melainkan anak Adam yang pertama (Qabil) ikut menanggung dosa pembunuhan tersebut karena dialah yang pertama kali melakukan pembunuhan." (HR. Bukhari dan Muslim, sahih).

Karena dosa yang akan terus mengalir kepadanya hingga kedatangan hari kiamat, Qabil, sekalipun merupakan putra dari seorang nabi, kelak menjadi salah satu penghuni neraka dan akan mendapat siksa akibat perbuatannya. Wallahu a'lam bishawab.

Itulah kisah Qabil dan Habil yang menjadi kasus pembunuhan pertama yang terjadi di muka Bumi. Dari cerita tersebut, bisa kita ambil sebuah pengajaran untuk tidak mengikuti hawa nafsu ataupun merasa dengki dan iri kepada orang lain. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Penulis: Fria Sumitro

Baca Juga: Asal Mula Idul Adha, Ketika Nabi Ibrahim Diperintah Sembelih Ismail

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Febriyanti Revitasari
  • Stella Azasya

Berita Terkini Lainnya