Comscore Tracker

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertama

Menurut ilmiah, bagaimana kisah mereka yang sebenarnya?

Siapa manusia pertama di Bumi? Semua orang pasti akan menjawab Adam dan Hawa. Dalam kepercayaan Abrahamik, Adam dan Hawa diciptakan oleh Tuhan dan tinggal di Taman Firdaus. Dalam Alkitab, pasangan itu mengacaukannya dengan mendengarkan perkataan ular, memakan buah terlarang, dan berpakaian setelah mereka menyadari bahwa mereka telanjang.

Tentu saja, Adam dan Hawa tidak hanya ada dalam agama Kristen, tetapi juga muncul dalam teks-teks suci Yudaisme dan Islam. Mereka juga tampil dalam cerita rakyat, karya fiksi, dan bahkan muncul di dunia sains, mengingat sejarah dan kepercayaan yang dipegang teguh selama berabad-abad, jadi tidak heran jika ada banyak kesalahpahaman tentang pasangan ini. Yuk, kita ulas lebih mendalam!

1. Ada banyak kisah penciptaan manusia

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamalukisan Pandora (commons.wikimedia.org/Walter Crane)

Seperti yang dicatat oleh How Stuff Works, ada beberapa mitos penciptaan yang mengacu pada kisah Adam dan Hawa. Di Romawi kuno, menurut penyair Ovid dan para pendahulunya, Prometheus-lah yang menciptakan manusia dari tanah dan air.

Khnum, dewa penciptaan berkepala domba jantan, juga digambarkan membentuk manusia pertama dari tanah liat, ungkap Britannica. Di Yunani, dewa Zeus menciptakan seorang perempuan bernama Pandora, yang mengacaukan penciptaan Prometheus, ke titik di mana penyair kuno Hesiod menggunakan kisahnya sebagai alasan untuk mencela kaum perempuan.

2. Kisah Adam dan Hawa dalam puisi Epic of Gilgamesh

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan PertamaGilgamesh dan Enkidu membunuh Humbaba di Hutan Cedar, dalam artefak abad 19-17 SM. Museum Vorderasiatisches, Berlin, Jerman. (commons.wikimedia.org/Osama Shukir Muhammed Amin FRCP)

Seperti yang dijelaskan oleh University of Arizona, ada kesamaan antara kisah Adam dan Hawa di Kitab Kejadian dan pasangan yang disebutkan dalam "Epic of Gilgamesh" kuno, yaitu, Enkidu. Dimulai sebagai 'manusia liar' yang akhirnya menjadi 'beradab' dan berubah menjadi teman Gilgamesh.

Ada juga Shamhat, seorang pekerja seks di kuil yang memiliki hubungan dengan Enkidu. Pertemuannya selama berminggu-minggu dengan Enkidu dimaksudkan untuk memanusiakan dia.

Baruch College menunjukkan bahwa Shamhat menawarkan roti dan anggur ke Enkidu. Laki-laki itu memakannya, membuatnya mendapatkan pengetahuan yang dia butuhkan untuk menjadi manusia seutuhnya. Dengan mengonsumsi makanan manusia ini, Enkidu dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, seperti yang dilakukan Adam dan Hawa ketika mereka memakan buah terlarang.

3. Adam dan Hawa bagi banyak kepercayaan agama

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamailustrasi Adam dan Hawa (commons.wikimedia.org/Domenichino)

Selain mendominasi kepercayaan umat Kristen, kisah Adam dan Hawa juga cukup menonjol dalam Islam. Perbedaan utamanya, seperti yang dikemukakan penulis Rose Hamid, adalah bahwa Tuhan pada akhirnya mengampuni pasangan tersebut dan tidak peduli dengan dosa mereka sebelumnya.

Adam dan Hawa juga merupakan tokoh penting dalam Yudaisme, mengingat Kitab Kejadian pertama kali ditemukan dalam Alkitab Ibrani, atau Tanakh. Seperti yang dilaporkan oleh My Jewish Learning, nama "Adam" berasal dari bahasa Ibrani Adamah, yang berarti "tanah" dan Adom, atau "merah", yang dengan tegas menyiratkan bahwa Adam terbuat dari tanah merah atau tanah liat.

4. Apakah buah yang dimakan Adam dan Hawa?

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan PertamaIlustrasi Adam dan Hawa saat mencoba memakan apel. (commons.wikimedia.org/Marcantonio Franceschini)

Untuk sesaat, mari kita kesampingkan implikasi teologis mengapa Hawa dan Adam makan buah dari pohon pengetahuan. Apa sebenarnya jenis buah yang mereka makan? Dalam kebudayaan Kristen, "apel", adalah buah yang dimakan Adam dan Hawa.

Namun, para peneliti tentu saja tidak yakin. Seperti yang dilaporkan NPR, Alkitab hanya menyebut buah yang dimaksud sebagai, "buah" yang tidak dikenal. Hal yang sama berlaku dalam versi Ibrani. Buah apel muncul dari seorang sarjana abad ke-4 bernama Jerome yang menerjemahkan karya untuk paus, menggunakan kata Latin malus, yang terkadang dapat diartikan sebagai "apel" atau bahkan jenis buah lainnya.

John Milton, penulis puisi Inggris abad ke-17 "Paradise Lost" juga menggunakan kata "apel" untuk menyebut Adam dan Hawa, meskipun pembaca pada saat itu mungkin menganggap apel sebagai jenis buah.

5. Apakah kisah Adam dan Hawa dipercaya semua orang?

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamapatung Adam dan Hawa di Gereja Trinity (Manhattan) (commons.wikimedia.org/Daniel Penfield)

Meskipun benar bahwa ada beberapa literalis di luar sana yang percaya bahwa kisah Adam dan Hawa terjadi seperti yang dijelaskan dalam Kitab Kejadian, tapi tidak semua orang setuju. Bahkan orang Kristen evangelis, yang mungkin lebih cenderung menganut pandangan konservatif agama semacam itu, tidak termasuk dalam kategori literalis.

Seperti yang dilaporkan NPR, beberapa Kristen evangelis meragukan kebenaran cerita Adam dan Hawa. Ada bukti genetik, misalnya, yang menunjukkan bahwa genom manusia kita terlalu beragam jika hanya terdapat dari dua orang saja. Mutasi juga tidak menjelaskan hal tersebut, kecuali spesies kita mengalami putaran tingkat mutasi genetik yang intens.

6. Apakah Adam dan Hawa pasangan pertama?

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamailustrasi Lilith (commons.wikimedia.org/John Collier)

Banyak cendekiawan agama telah menggali dua cerita berbeda dari Kitab Kejadian. Dilansir laman Bible Odyssey, ada beberapa inkonsistensi yang signifikan. Kejadian 1, misalnya, mengatakan bahwa hewan diciptakan pertama kali, sementara, di bab berikutnya, manusia adalah makhluk hidup pertama yang muncul. Bab-bab tersebut juga merujuk kepada Tuhan dengan nama yang berbeda dan masing-masing memiliki gaya yang unik, membuat beberapa peneliti menyimpulkan bahwa Kejadian 1 dan Kejadian 2 ditulis oleh dua penulis yang berbeda.

Menurut beberapa tradisi kepercayaan, Adam dan Hawa mungkin saja bukan pasangan pertama. Itu karena, seperti yang dicatat Britannica, Kejadian 1:27 merujuk pada penciptaan pasangan manusia. Tapi Hawa tidak muncul sampai Kejadian 2:22. Cerita rakyat Yahudi menyatakan bahwa ini sebenarnya menunjuk pada keberadaan istri pertama, Lilith.

Seperti ceritanya, Lilith menyadari bahwa dia diciptakan dari bumi yang sama dengan Adam, dan tidak mau tunduk padanya. Lalu dia melarikan diri dari Eden, berubah menjadi iblis, dan Tuhan menciptakan Hawa yang lebih lunak.

Baca Juga: 9 Fakta Menarik Palestina, Negara dengan Banyak Sejarah Islam

7. Benarkah Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam?

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamalukisan Adam dan Hawa di Surga (commons.wikimedia.org/Johann Wenzel Peter)

Lilith diciptakan dari tanah seperti Adam. Akan tetapi, Tuhan menciptakan Hawa dari tubuh Adam sendiri, dibentuk dari bagian tulang rusuk Adam. Tapi apakah terjemahan bahasa Inggris modern dari Genesis sudah benar?

Beberapa ahli meragukannya. The Biblical Archaeology Society melaporkan bahwa kata Ibrani asli yang dimaksud adalah tsela. Itu secara tradisional diterjemahkan sebagai "tulang rusuk" selama berabad-abad, tetapi analisis yang lebih baru menunjukkan bahwa itu bukan tulang rusuk.

Kata itu bisa berarti sejumlah tulang yang ada di tangan atau kaki. Atau bisa juga mengacu pada baculum, atau dikenal sebagai tulang penis. Mengingat bahwa manusia adalah salah satu dari sedikit spesies mamalia yang tidak memiliki baculum, beberapa peneliti masih mempertanyakan apakah teks tersebut dapat merujuk pada bagian tertentu dari anatomi kerangka manusia, yang sekarang hilang pada manusia modern.

8. Iblis yang menggoda Hawa

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamailustrasi pengusiran Adam dan Hawa dari Surga (commons.wikimedia.org/Benjamin West)

Lalu, bagaimana setan bisa masuk ke Taman Eden untuk menyesatkan Hawa dan Adam? Faktanya, setan bukanlah bagian dari teologi Yahudi awal. Namun, karena adanya pergeseran dalam budaya orang Yahudi, jadi banyak yang mulai menafsirkan ulang kisah ular di kitab Kejadian sebagai Iblis itu sendiri — meskipun tidak ada bukti tekstual dalam kitab suci untuk mendukung ini.

Namun dalam Islam, hubungannya lebih eksplisit. Dalam Al-Quran, Allah menciptakan Adam dari tanah liat dan memerintahkan para malaikat untuk menyembah ciptaan barunya itu. Iblis (yaitu, setan) tidak mau tunduk, dan justru menawarkan buah (khuldi) yang terlarang.

Kejatuhan dan pengusiran Adam dan Hawa dari Surga berlangsung kurang lebih sama seperti dalam versi Yahudi dan Kristen. Namun, dalam kepercayaan Islam, Allah akan mengampuni Adam dan Hawa jika mereka berjanji untuk mengikutinya dan bukan mengukuti Iblis. Jadi, setidaknya dalam kepercayaan Muslim, setan adalah ular di Taman Eden dalam kepercayaan Kristen.

9. Rasa sakit melahirkan adalah bentuk hukuman Hawa yang diturunkan ke generasi perempuan

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamailustrasi Adam, Hawa, bersama anak mereka (commons.wikimedia.org/Wellcome Images)

Dalam kitab Kejadian 3:16, Tuhan menguraikan hukuman untuk Hawa. "Aku akan membuat rasa sakitmu saat melahirkan menjadi sangat parah," kata-Nya, "dengan persalinan yang menyakitkan kamu akan melahirkan anak."

Masalahnya bisa terletak pada banyak terjemahan Tanakh, Alkitab, Al-Quran, dan teks-teks keagamaan lainnya selama berabad-abad. Bahasa Ibrani kuno, tidak diterjemahkan secara sempurna ke dalam bahasa Inggris, Arab, atau bahasa modern lainnya. 

Mengutip laman Answering Islam, kata Ibrani asli, etzev, juga bisa merujuk pada kerja keras, seperti halnya kerja keras Adam di bumi untuk menghasilkan rezeki. Kata yang sama itu juga bisa berarti rasa sakit secara emosional, seperti kesedihan. Jadi, tidak jelas apakah teks aslinya berarti rasa sakit secara fisik karena melahirkan atau bukan.

Namun, hal itu telah menjadi interpretasi umum dari ayat tersebut dalam waktu yang sangat lama. Bagi banyak orang, rasa sakit itu adalah hukuman dari dosa Hawa, yang diturunkan kepada keturunan perempuannya sebagai bentuk penderitaan yang dianggap pantas.

10. Apakah Taman Eden nyata?

11 Kisah Adam dan Hawa, Tak Sekadar Pasangan Pertamailustrasi Adam dan Hawa di Surga (commons.wikimedia.org/Johann Wenzel Peter)

Jika seseorang percaya bahwa kisah Adam dan Hawa benar-benar terjadi, atau meyakini bahwa kisah itu diilhami oleh peristiwa nyata, maka Taman Eden juga harus menjadi tempat yang nyata. Jadi, di mana itu?

Melansir kabar World History Encyclopedia, kitab Kejadian merujuk berbagai sungai yang mengalir dari Eden ke empat negeri yang berbeda. Ini juga memberikan penjelasan yang agak kabur tentang di mana pohon-pohon kunci berada.

Berbagai interpretasi agama dan tradisi cerita rakyat lainnya tidak memberikan kejelasan. Beberapa orang Yahudi percaya bahwa ada Taman fisik dan taman spiritual. Sementara itu, Taman Eden bisa saja terjadi di suatu tempat di selatan Mesopotamia.

Joseph Smith, pendiri Gereja Mormon meyakini bahwa Taman itu sebenarnya terletak di Jackson County, Missouri saat ini. Namun, tidak ada yang menemukan bukti definitif bahwa Taman adalah tempat fisik, apalagi menunjukkan lokasinya.

11. DNA Adam dan Hawa

https://www.youtube.com/embed/YNQPQkV3nhw

Bagi banyak orang, kisah Adam dan Hawa merupakan kisah instruksional atau metafora yang mendalam, tetapi itu belum tentu kisah yang benar-benar terjadi. Kecuali, dalam arti tertentu, kode genetik kita membuktikan bahwa benar-benar ada Hawa dan Adam. Jelas, ini bertentangan dengan fakta ilmiah.

Namun, perlu dijelaskan bahwa DNA kita tidak mengkomunikasikan informasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa kita semua adalah keturunan dari "Mitokondria Hawa", yang DNA mitokondrianya merupakan kumpulan yang diturunkan dari generasi ke generasi ke semua manusia saat ini.

Namun, seperti yang dicatat oleh Majalah Smithsonian, Hawa bukan satu-satunya perempuan yang ada saat itu. Sebaliknya, gennya berhasil berkembang biak paling banyak. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan di Science Magazine memperkirakan bahwa nenek moyang DNA mitokondria "Hawa" - hidup sekitar 100.000 hingga 150.000 tahun yang lalu.

Ternyata kromosom Y diturunkan dari ayah ke anak dengan sedikit mutasi, seperti DNA mitokondria yang diturunkan dari seorang ibu ke semua anaknya. Hal ini memungkinkan untuk melacak segala sesuatunya kembali ke "Adam kromosom Y". Menurut studi Science 2013, nenek moyang ini hidup sekitar 120.000 hingga 156.000 tahun yang lalu.

Menafsirkan kisah Adam dan Hawa secara metaforis, dan mengakui bahwa pasangan itu dan surga mereka mungkin tidak pernah benar-benar ada, akan menjadi perdebatan dan permasalahan besar. Bagi penganut agama, mempercayai apa pun selain kebenaran literal Adam dan Hawa bisa merusak iman. Jadi, bagaimana pendapatmu?

Baca Juga: 5 Film Kontroversial tentang Agama yang Banyak Dikecam

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://linktr.ee/ameliasolekha

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya