Pergi merantau jauh dari rumah dan tinggal di sebuah kamar kos jadi pilihan banyak mahasiswa yang melanjutkan pendidikan tinggi. Agar pengalaman tinggal jauh dari orangtua terasa lebih nyaman dan menyenangkan, mahasiswa punya standar tertentu dalam memilih huniannya.
Cove, penyedia hunian co-living modern, melakukan riset terhadap 166 responden penghuni Cove di kawasan Jabodetabek tentang standar mahasiswa dalam menyewa properti untuk mendukung kebutuhan pendidikannya. Berdasarkan hasil riset tersebut, diketahui bahwa mahasiswa hanya membutuhkan waktu singkat dalam mencari kos.
“Mahasiswa yang menempati 12,5 persen dari seluruh penghuni Cove memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Mereka menuntut keseimbangan dalam ruang tinggal selayaknya segmen penghuni yang lain: kebutuhan akan kemudahan, ketenangan pribadi, produktivitas, dan interaksi sosial. Tapi di saat yang sama, mereka beroperasi dengan alokasi anggaran yang jauh lebih ketat dibandingkan demografi lain, umumnya pada kisaran bujet Rp2 juta per bulannya," ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth & VP of Online Marketing, Cove.
"Dengan kebutuhan tersebut, co-living bisa menjadi solusi yang paling efisien, menggabungkan hunian mereka dan segala kebutuhan akademik maupun sosial mereka, dalam pilihan harga sewa yang lebih beragam,” imbuhnya.
