ilustrasi orang bertengkar (pexels.com/Budgeron Bach)
Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, strawman berarti orang-orangan sawah. Trik strawman fallacy ibarat seseorang enggan bertarung dengan sosok aslimu, lalu ia membuat orang-orangan sawah untuk bisa menepisnya hingga jatuh, kemudian mengeklaim bahwa dirinya menang.
Orang dengan trik ini punya cara untuk mengubah argumenmu menjadi argumen baru yang seolah-olah milikmu, padahal kamu gak pernah berucap demikian. Argumen baru yang dibuat pelaku biasanya terkesan konyol, gak masuk akal, atau gak nyambung sama sekali. Hal tersebut ia maksudkan agar ia bisa dengan mudah menjatuhkanmu sebagai lawan bicaranya.
Contoh strawman fallacy seperti ketika kamu memutuskan untuk unfollow akun influencer karena merasa kontennya gak relevan lagi dengan minatmu. Namun, temanmu malah merespons dengan bilang bahwa kamu membencinya dan gak mendukung karya lokal. Padahal, kamu hanya ingin merapikan lini masa media sosial, tapi argumenmu dipelintir seakan-akan kamu punya kebencian personal.
Secara garis besar, pelaku strawman fallacy biasanya menerapkan lima langkah berikut dalam menjalankan triknya.
Mengabaikan pernyataan asli
Membuat pernyataan baru yang seakan-akan milik lawan bicara
Mengalahkan pernyataan baru buatannya sendiri
Mengumumkan kemenangannya
Memberikan tarian kemenangan