Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Tanda Kamu Sedang Memasuki Healing Era, Sudah Mengalaminya?
Ilustrasi healing era (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Healing era yang menjadi tren di media sosial adalah ketika kamu memutuskan untuk memprioritaskan diri sendiri. Biasanya fase ini terjadi setelah melalui momen 'menyakitkan', seperti putus cinta, trauma, hingga masalah kelelahan emosional (burnout) lainnya.

Di tengah rutinitas padat dan tuntutan hidup yang terus berjalan, kamu pasti mulai menyadari pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri untuk pulih. Memang, perjalanan ke fase ini butuh waktu yang tidak sebentar dan tanda-tanda memasuki healing era juga tidak selalu terlihat mencolok.

Namun, kamu tanda kamu sedang memasuki healing era bisa terlihat jika kamu merasakan beberapa yang akan dibahas di sini. Scroll sampai habis!

1. Muncul rasa aman dalam tubuh

Ilustrasi healing era (pexels.com/Los Muertos Crew)

Di sinilah sebagian besar healing era dimulai. Tubuh atau fisik adalah bagian yang dapat kamu rasakan pertama kali saat memasuki fase penyembuhan. Kamu belajar cara mengatur sistem saraf, menetapkan batasan, mengidentifikasi pemicu, dan menciptakan stabilitas emosional.

Kamu juga mulai memperbaiki pola tidur, memilih makanan yang lebih bergizi, rutin berolahraga, atau meluangkan waktu untuk beristirahat dengan cukup.

Karena itu, pernapasanmu lebih dalam dan ketegangan otot fisik berkurang, seiring sistem saraf belajar untuk rileks. Jadi, perhatikan kondisi fisikmu dan kebiasaan aktivitas positif, jika semakin membaik, itu artinya proses healing kamu mulai berjalan!

2. Tidak lagi mencari validasi eksternal

Ilustrasi healing era (pexels.com/winding knob)

Healing era mengubah cara kamu memandang harga diri. Ketika belum sembuh, kamu mudah untuk bergantung pada orang lain untuk mendapatkan validasi. Seiring dengan proses pertumbuhan, kamu menyadari nilai diri, terlepas dari persetujuan orang lain.

"Kamu memilih hidup untuk diri sendiri, bukan untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain," kata Dr. Nicole LePera, seorang psikolog holistik, mengutip laman Your Tango.

Sementara itu, Moshe Ratson MBA, MFT, seorang psikoterapis dan pelatih eksekutif di New York City, menulis di laman Psychology Today, tentang tanda-tanda kamu berada dalam healing era, yang berjudul "10 Signs You Are Emotionally Healing and Growing".

"Saat sudah tidak mencari validasi eksternal, kamu berfokus pada usaha dan niat, bukan hasil. Kamu juga menyadari bahwa harga diri kamu tidak terkait dengan apa yang kamu capai atau bagaimana orang lain memandangmu. Hal ini memberdayakan kamu untuk hidup secara authentic dan mengejar apa yang benar-benar penting bagi kamu," tulisnya.

3. Kurang reaktif terhadap pemicu dan lebih bijaksana

Ilustrasi healing era (pexels.com/Thirdman)

Dulu, mungkin situasi atau orang sering membuat kamu dilanda kecemasan, kemarahan, atau kesedihan. Namun, ketika kamu sudah menghadapi kondisi dengan pengamatan yang tenang daripada ledakan emosi, artinya kamu memasuki healing era.

Pemicu kecil yang biasanya dapat menyebabkan reaksi yang intens, kini responsnya menjadi lebih tenang dan terukur. Kamu menciptakan jarak antara pemicu dan reaksi, memungkinkan refleksi dan niat positif.

Moshe Ratson juga menuliskan, saat pulih, pemicu emosional menjadi lebih jarang, dan kamu mendapatkan kembali keseimbangan dengan lebih cepat. Situasi yang dulunya menyebabkan kesusahan kini terasa lebih mudah dikelola, dan kamu merespons dengan bijaksana bukan impulsif.

4. Menetapkan batasan tanpa rasa bersalah

Ilustrasi healing era (pexels.com/Vie Studio)

Tanda kamu sedang memasuki healing era lainnya adalah mudah untuk mengatakan "tidak". ​​Kamu tidak lagi menjelaskan secara berlebihan keputusanmu atau mentolerir kebiasaan menyenangkan orang lain hanya untuk menjaga perdamaian.

Batasan yang sehat sangat penting untuk kesejahteraan emosional. Jika kamu pernah kesulitan dengan komitmen berlebihan atau bertahan dalam hubungan yang tidak sehat karena takut, pertumbuhan emosional akan mengubah hal itu.

Maka, kamu belajar menetapkan batasan yang jelas dan penuh hormat untuk melindungi kesejahteraanmu sekaligus memelihara hubungan. Kamu mengkomunikasikan kebutuhan tanpa rasa bersalah, memahami bahwa kamu tidak bertanggung jawab atas reaksi orang lain. Ini tentang menghargai diri sendiri sambil tetap berempati kepada orang lain.

5. Merasa nyaman dengan ketidaknyamanan

Ilustrasi healing era (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Tanda kamu sedang memasuki healing era adalah keberanian untuk menghadapi ketidaknyamanan. Misalnya, saat melalui percakapan yang sulit, atau emosi yang mengganggu. Di fase ini, kamu mampu menghadapi ketidaknyamanan tanpa menghindarinya atau mematikannya.

Kamu mulai melihat ketidaknyamanan sebagai sinyal transformasi, bukan ancaman. Dengan merangkul perasaan yang menantang dan melangkah keluar dari zona nyaman, kamu membuka diri terhadap pertumbuhan dan ketahanan yang lebih besar.

6. Mulai sering muncul rasa syukur

Ilustrasi healing era (pexels.com/RF._.studio_by)

Fase penyembuhan ini tidak menghilangkan rasa sakit, tetapi memungkinkan momen-momen sukacita dan rasa syukur muncul lebih sering. Saat terluka, sukacita mungkin terasa jauh, tertutupi oleh rasa sakit emosional. Saat sembuh, kamu mulai menghargai keindahan, bahkan dalam momen-momen sederhana.

Rasa syukur menjadi bagian rutin dari pengalaman kamu, mengalihkan fokus dari apa yang hilang ke apa yang kamu miliki. Momen-momen sukacita dan penghargaan ini menandakan bahwa kamu sedang merebut kembali kehidupan yang baik, dan tidak lagi membiarkan masa lalu mengendalikan hari ini.

Itulah beberapa tanda kamu sedang memasuki healing era, di mana kamu mulai memperhatikan diri, tidak fokus pada orang lain, dan menerima situasi dengan lebih tenang. So, apakah kamu sudah pernah mengalaminya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article