Pernah gak kamu merasa capek sendiri karena selalu berusaha membuat semua orang senang? Rasanya hampir gak pernah menolak permintaan orang lain, meski jadwalmu sudah penuh atau kondisi badan lagi gak fit. Anehnya, setelah semua usaha itu dilakukan, kamu tetap khawatir kalau ada orang yang kecewa atau gak menyukaimu. Kalau pengalaman seperti ini terasa familiar, bisa jadi kamu memiliki kecenderungan menjadi seorang people pleaser. Sikap ini memang terlihat baik di mata orang lain, tetapi kalau berlebihan justru bisa menguras energi dan mengorbankan diri sendiri.
Menjadi pribadi yang peduli terhadap orang lain tentu bukan hal yang salah. Masalahnya muncul ketika kebutuhan, waktu, dan kebahagiaanmu selalu berada di urutan paling belakang demi memenuhi ekspektasi semua orang. Kebiasaan ini gak terjadi dalam semalam, tetapi terbentuk dari rasa takut ditolak, ingin diterima, atau merasa bersalah saat mengatakan 'gak'. Kabar baiknya, pola tersebut bisa diubah sedikit demi sedikit. Langkah pertama adalah mengenali tanda-tandanya agar kamu tahu kapan harus mulai menetapkan batas yang sehat.
