ilustrasi ulang tahun ke-30 (pexels.com/Helena Lopes)
Waktu masih kecil, orang berusia 30 terlihat seperti orang dewasa yang hidupnya sudah selesai dibangun. Rasanya mereka pasti sudah mapan, tahu mau ke mana, dan tidak lagi bingung menentukan arah hidup. Kenyataannya justru berbeda. Setelah benar-benar sampai di usia tersebut, banyak orang baru menyadari bahwa hidup tetap penuh perubahan dan keputusan baru.
Tidak sedikit yang baru berani pindah karier di usia 32, melanjutkan kuliah setelah bertahun-tahun bekerja, membangun usaha di pertengahan usia 30-an, atau menemukan pasangan hidup ketika teman-temannya sudah lebih dulu menikah. Justru karena pengalaman hidup semakin banyak, keputusan yang diambil biasanya juga lebih matang dibandingkan saat masih terburu-buru mengejar angka usia. Umur 30 bukanlah garis finis, melainkan satu fase yang akan dilanjutkan dengan bab-bab kehidupan berikutnya.
Tidak ada salahnya memiliki target sebelum usia 30 karena tujuan memang bisa menjadi penyemangat untuk terus berkembang. Meski begitu, tidak semua target hidup harus tercapai sebelum usia 30 tahun, kok! Akan lebih baik jika target tersebut dipandang sebagai arah, bukan sebagai batas waktu yang harus dipenuhi apa pun keadaannya. Hidup setiap orang berjalan dengan cerita yang berbeda, begitu pula kesempatan, tantangan, dan pilihan yang datang di sepanjang perjalanan.
Jadi, kalau hari ini masih ada impian yang belum berhasil diwujudkan, bukan berarti kamu tertinggal. Bisa jadi, waktunya memang belum sekarang, atau mungkin impianmu sudah berubah menjadi sesuatu yang terasa jauh lebih berarti daripada yang pernah kamu bayangkan sepuluh tahun lalu.