Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tips Perawatan Genteng Rumah agar Awet dan Anti Bocor

3 min read
4 Tips Perawatan Genteng Rumah agar Awet dan Anti Bocor
ilustrasi atap rumah (unsplash.com/Blond Fox)
  • Genteng perlu dirawat rutin karena perubahan suhu dan hujan dapat menurunkan kualitas material, memicu retak, serta meningkatkan risiko kebocoran.
  • Bersihkan kotoran, dedaunan, lumut, dan talang air secara berkala agar aliran hujan lancar serta kelembapan dan genangan tidak merusak genteng maupun rangka atap.
  • Periksa susunan genteng setelah cuaca ekstrem, rapikan yang bergeser atau ganti yang pecah, lalu aplikasikan cat anti-bocor berkala untuk melindungi dari air dan sinar ultraviolet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Genteng menjadi bagian yang sangat penting dari struktur atap rumah karena memiliki fungsi utama dalam memproteksi semua penghuni dari risiko cuaca yang ekstrem. Adanya perubahan suhu yang cukup dinamis dan guyuran hujan secara terus-menerus ternyata bisa berpotensi menurunkan kualitas fisik genteng secara signifikan, sehingga memerlukan perhatian dan pemeliharaan secara rutin.

​Justru dengan melakukan langkah perawatan yang tepat, maka bukan hanya menjaga tampilan dari estetika bangunan, namun juga cukup efektif dalam mencegah risiko kerusakan struktural yang berpotensi memicu terjadinya kebocoran. Pemahaman secara mendalam terkait teknik pemeliharaan atap bisa membantumu dalam menghemat lebih banyak pengeluaran biaya perbaikan besar di masa depan.

  1. ​1. Membersihkan kotoran dan lumut secara berkala

    ilustrasi atap rumah
    ilustrasi atap rumah (unsplash.com/v s)

    Adanya penumpukan kotoran, dedaunan kering, hingga pertumbuhan lumut pada permukaan genteng justru bisa menahan endapan air hujan dalam waktu yang cukup lama. Kondisi kelembapan secara berlebih ternyata sangat berpotensi besar merusak struktur bahan genteng, sehingga pada akhirnya menyebabkan material menjadi sangat rapuh dan mudah mengalami keretakan.

    ​Kamu bisa turut menyemprotkan air dengan tekanan sedang dan menggunakan sikat berbulu halus dalam membersihkan seluruh sela-sela atap dari adanya kotoran yang menempel di permukaan genteng. Proses pembersihan yang dilakukan secara berkala tentu bisa menjaga kelancaran aliran air hujan, sehingga risiko kebocoran rumah pun dapat dihindari secara optimal.

  2. 2. Memeriksa dan mengganti posisi genteng yang bergeser

    ilustrasi atap rumah
    ilustrasi atap rumah (unsplash.com/Ian Talmacs)

    Adanya guncangan angin yang cukup kencang dan paparan cuaca yang ekstrem ternyata bisa menjadi faktor penyebab utama mengapa posisi susunan genteng bisa tampak renggang atau bergeser dari tatanan aslinya. Adanya celah sekecil apa pun pada bagian sambungan atap sebetulnya bisa menjadi jalur masuk utama bagi air hujan untuk merembes hingga ke bagian dalam plafon rumah.

    ​Kamu sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan visual terlebih dahulu untuk memastikan bahwa seluruh bagian genteng memang masih berada pada posisi yang presisi. Sebaiknya kamu dapat segera merapikan kembali susunan yang sudah mulai renggang atau mengganti genteng yang sudah pecah dengan komponen baru, sehingga perlindungan atap pun bisa tetap berfungsi secara maksimal.

  3. ​3. Mengaplikasikan lapisan cat pelapis anti-bocor

    ilustrasi atap rumah
    ilustrasi atap rumah (unsplash.com/Ian Talmacs)

    Penggunaan lapisan cat khusus anti-bocor pada permukaan genteng ternyata bisa memberikan proteksi ganda terhadap daya serap air dan juga serangan sinar ultraviolet yang dapat berpotensi menyebabkan kerusakan. Adanya lapisan kedap air ternyata cukup efektif dalam menutup pori-pori mikroskopis pada bahan genteng, sehingga daya tahan material terhadap segala perubahan cuaca pun menjadi semakin meningkat secara signifikan.

    ​Proses pengecatan ulang sebetulnya bisa mulai dijadwalkan secara berkala, seperti misalnya setiap beberapa tahun sekali, atau mulai mempertahankan lapisan pelindung yang tangguh. Bukan hanya memperpanjang usia pakai atap, namun penggunaan cat pelapis ini turut membuat warna genteng rumahmu jadi selalu terlihat baru dan menawan.

  4. 4. Membersihkan saluran talang air secara rutin

    ilustrasi talang air
    ilustrasi talang air (unsplash.com/Jon Sailer)

    ​Saluran talang air yang mengalami kondisi tersumbat oleh tumpukan sampah atau dedaunan tentu bisa menyebabkan risiko terjadinya genangan air hujan yang meluap hingga pada akhirnya merendam bagian tepi genteng. Adanya genangan air yang tertahan di area pinggiran atap justru bisa berpotensi menyebabkan rembesan masuk ke bagian dalam melalui pori-pori genteng dan pada akhirnya memicu pelapukan pada rangka atap.

    ​Setidaknya dengan memastikan alur pembuangan air pada talang dalam kondisi bersih dan lancar tentu bisa menjadi tindakan preventif yang penting dalam menjaga keawetan genteng. Langkah sederhana seperti ini bisa mencegah risiko terjadinya genangan air secara destruktif yang bisa merusak struktur bangunan bagian atas secara perlahan.

    ​Dengan merawat kondisi genteng secara berkala, maka bisa menjadi investasi perlindungan hunian yang sangat penting demi menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh anggota keluargamu. Atap rumah yang selalu terawat dengan baik bukan hanya dapat memberikan rasa aman dari ancaman kebocoran, namun juga turut mempertahankan nilai estetika dan nilai ekonomis propertimu dalam jangka panjang. Selalu lakukan perawatan yang tepat dan berkala pada genteng rumahmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More