Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tren Koleksi Plushie, Hobi Gemas yang Bisa Bantu Kelola Stres
ilustrasi anak kecil bermain boneka unicorn (pexels.com/cottonbro studio)
  • Koleksi plushie kini digemari orang dewasa sebagai benda collectible bernilai visual, nostalgia, dan ikatan emosional, sekaligus pelengkap dekorasi, fashion, serta identitas personal.
  • TikTok dan Instagram memperluas tren melalui konten unboxing, perburuan karakter langka, dan styling bag charm; Jellycat, Labubu, serta Squishmallows ikut mendorong komunitas kolektor.
  • Tekstur lembut dan kebiasaan memeluk plushie dapat memberi rasa nyaman serta membantu meredakan ketegangan, tetapi bukan pengganti bantuan profesional saat stres sudah berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan, koleksi plushie makin sering muncul di media sosial, dari boneka karakter kecil yang digantung di tas sampai plushie ukuran besar yang memenuhi sudut kamar. Buat sebagian orang, ini bukan cuma soal lucu-lucuan, tapi juga jadi bagian dari rutinitas yang bikin suasana terasa lebih nyaman.

Menariknya, tren ini ikut berkembang di tengah budaya self-care dan kebutuhan akan comfort item yang makin besar. Ada yang mulai koleksi karena karakter favorit, ada yang tertarik karena viral, dan ada juga yang merasa plushie bisa jadi teman kecil saat hari lagi berat. Jadi, kenapa hobi ini makin ramai dan apa hubungannya dengan stres?

1. Apa itu tren koleksi plushie?

Koleksi plushie (magnific.com/magnific)

Plushie adalah boneka lembut yang biasanya dibuat dari kain dan isian empuk, lalu hadir dalam bentuk hewan, makanan, karakter, atau desain unik lainnya. Kalau dulu identik dengan mainan anak, sekarang plushie justru banyak dikoleksi orang dewasa karena punya nilai visual, nostalgia, sampai emotional attachment.

Trennya kini bergerak ke arah collectible. Orang mulai berburu karakter tertentu, seri langka, ukuran mini, sampai plush charm yang bisa digantung di tas. Jadi, plushie bukan lagi cuma pajangan, tapi juga bagian dari dekorasi, fashion, dan identitas personal.

2. Viral karena tren collectible makin besar

Koleksi plushie (magnific.com/magnific)

Tren terbaru plushie makin ramai lewat TikTok dan Instagram, terutama lewat konten unboxing, hunting karakter langka, room tour koleksi, sampai styling plush charm di tas. Nama seperti Jellycat, Labubu, dan Squishmallows ikut mendorong hobi ini jadi lebih mainstream dan punya komunitas yang besar.

Plushie juga makin sering masuk ke dunia fashion. Versi mini dijadikan bag charm, dipadukan dengan tote atau handbag, bahkan dibawa sebagai bagian dari street style. Saat influencer dan selebritas ikut memakainya, plushie berubah dari sekadar benda lucu jadi aksesori yang punya nilai tren.

3. Bisa bantu kelola stres

Koleksi plushie (magnific.com/magnific)

Selain lucu, plushie juga bisa punya fungsi emosional. Teksturnya yang lembut, rasa familier, atau kebiasaan memeluk benda favorit bisa memberi rasa nyaman saat pikiran lagi penuh dan membantu tubuh terasa sedikit lebih tenang.

“Benda transisional dapat memberikan rasa nyaman, kasih sayang, kenangan, penghiburan, hingga membantu mengatur ketegangan," tutur Paul C. Holinger, M.D., M.P.H., psikiater dan profesor psikiatri, dikutip dari Psychology Today.

Tentu plushie bukan pengganti bantuan profesional kalau stres sudah berat. Tapi sebagai comfort object, benda kecil ini bisa jadi cara sederhana untuk kasih jeda, menenangkan diri, dan bikin ruang terasa lebih personal.

Tren plushie sekarang menarik karena memadukan koleksi, fashion, nostalgia, dan rasa nyaman dalam satu hobi. Gak heran, kalau boneka lembut ini akhirnya punya tempat sendiri di keseharian banyak orang dewasa. Siapa nih yang juga suka koleksi plushie?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article