Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Usaha Anak Muda Gak Harus Keren di Mata Teman Sebaya

5 Alasan Usaha Anak Muda Gak Harus Keren di Mata Teman Sebaya
ilustrasi memelihara ayam (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan bahwa inti dari usaha bukan soal tampil keren, tapi menjaga perputaran uang agar bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.
  • Menjadi keren di mata teman sebaya sering kali butuh biaya besar, sehingga penting menyesuaikan modal dan strategi agar tidak merugikan diri sendiri.
  • Fokus utama anak muda sebaiknya pada keberanian memulai, kemampuan bertahan, serta semangat bangkit saat gagal, bukan sekadar mengejar citra keren.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apakah kamu tertarik untuk memiliki usaha sendiri? Baik dirimu sudah bekerja di sebuah kantor atau masih menganggur, membangun usaha memang menjanjikan. Usaha yang dimiliki sendiri olehmu gak mengenal kata pensiun.

Artinya, ibarat sumur, airnya akan terus mengalir hingga kelak dirimu lanjut usia. Bahkan usaha yang dirintis hari ini boleh jadi akan diturunkan sampai generasi kesekian. Semuanya diawali dengan keberanian untuk memulai.

Namun, dirimu sebagai anak muda barangkali merasa usaha yang dibangun wajib keren di mata kawan sepantar. Kalau bidang usahanya tidak keren, bahkan terkesan jadul, rasanya malu buatmu menjalankannya. Usaha yang keren meliputi syarat kekinian, sisi estetiknya kuat, dan Instagrammable. Padahal, usaha anak muda gak harus keren di mata teman sebaya, lho. Yuk, pahami hakikat usaha terlebih dulu biar benar-benar cuan!

1. Hal terpenting dalam usaha ialah perputaran uang, bukan keren atau tidak

menggoreng nasi
ilustrasi menggoreng nasi (pexels.com/Anna Tarazevich)

Dalam usaha apa pun, perputaran uang merupakan hal yang paling penting. Usaha butuh modal harian maupun yang dikeluarkan hanya pada saat tertentu. Dari modal itu kudu menghasilkan keuntungan. Sebagian laba nantinya digunakan kembali sebagai modal.

Pada saat-saat tertentu, dirimu juga perlu menambah modal. Misalnya, ketika kamu ingin mengembangkan usaha. Bayangkan seandainya perputaran uang dalam usahamu tersendat-sendat. Usahamu barangkali terlihat keren dari luar.

Tempatnya bagus, bidang usahanya butuh modal besar, dan digandrungi sesama anak muda. Akan tetapi, semua kesan mengagumkan itu menjadi tidak berguna apabila perputaran uangnya ternyata tak lancar. Kamu bahkan kerap menombok modal demi besok usaha masih bisa jalan. Itu bukan usaha yang sehat.

2. Untuk memenuhi standar keren juga makan biaya

toko tanaman
ilustrasi toko tanaman (pexels.com/Amina Filkins)

Keren apalagi dalam pandangan anak muda sering kali cuma diukur dari apa yang tampak. Ini soal kesan visual. Meski terlihat remeh dibanding arti keren menurut generasi yang lebih senior, dari segi modal justru lebih besar.

Soal tempat usaha, misalnya. Dekorasinya benar-benar kudu dikonsep dengan matang. Biaya perawatannya pun lebih tinggi ketimbang usaha yang tak menekankan pada standar keren versi kawan-kawanmu.

Usahamu sebenarnya dapat berjalan tanpa modal yang terlalu gede. Namun, lantaran dirimu ingin cap keren dari teman-teman, beban modal awal plus biaya operasional dapat membengkak. Ini tidak cocok untukmu yang hanya punya modal terbatas.

3. Ingin usaha tampak lebih keren tidak salah, tapi strategi kudu matang

usaha kuliner
ilustrasi usaha kuliner (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Mendambakan penilaian keren atas usahamu gak salah, kok. Kalau usahamu dianggap keren, berarti menambah poin plus. Daya tariknya lebih besar. Usaha itu diharapkan lebih mudah bertahan di tengah ketatnya persaingan.

Peminatnya banyak, bahkan boleh jadi usahamu menjadi nomor satu di bidang yang serupa. Akan tetapi, kamu harus pakai strategi. Jangan asal-asalan dan cuma bikin keluar modal lebih banyak sementara laba berkurang.

Perhitungannya mesti matang. Kenali betul kebutuhan dan kesukaan orang-orang di sekitarmu. Misal, daya beli masyarakat di sekitar tergolong rendah. Mereka tidak peduli pada rumah makan yang terlihat keren.

Paling penting bagi mereka ialah harganya harus terjangkau. Kalau dirimu nekat mengejar keren dengan memperindah tempat serta kemasan makanan, bisa-bisa malah kurang laku. Beda jika calon pembeli potensial memiliki daya beli yang lebih baik. Mereka tidak keberatan membayar lebih tinggi untuk makan di tempat yang lebih estetik atau makan makanan yang didesain dengan matang.

4. Cari uang atau semata-mata pujian?

menanam
ilustrasi menanam (pexels.com/Anna Shvets)

Mungkin kamu perlu meluruskan niat sebelum mulai membuka usaha. Apa yang menjadi prioritasmu akan menentukan jalannya usaha. Bila dirimu mengutamakan pujian dari orang lain, pasti malu rasanya apabila konsep usaha gak keren maksimal.

Bahkan demi dipuji teman sebaya, dirimu dapat nekat mengambil pinjaman yang terlalu besar buat modal. Sebagian besar dana yang cair itu habis begitu saja tanpa memberikan keuntungan yang lebih sepadan. Usahamu boleh jadi terlihat hebat.

Akan tetapi, uangnya gak ada atau sangat sedikit. Sementara bila usaha diniatkan buat menambang uang, soal keren atau tidak jangan dinomorsatukan. Contohnya, menjual bibit tanaman mangga, nangka, dan lainnya barangkali gak keren menurut teman sebayamu.

Namun, orang yang ingin menanam pohon-pohon tersebut sekalian buat perindang di rumah juga tak bisa menyiapkannya sendiri dari biji atau cangkok. Mereka lebih memilih membeli bibit yang siap dibesarkan. Kamu akan punya pelangganmu sendiri.

5. Fokus ke soal keren membuatmu lebih capek dan stres

memelihara sapi perah
ilustrasi memelihara sapi perah (pexels.com/cottonbro studio)

Hal paling melelahkan di dunia ini bukan bekerja, melainkan mengikuti standar keren orang lain. Biasanya standar itu hanya mudah dan indah untuk dibayangkan. Akan tetapi, sukar untuk dieksekusi apalagi dengan hasil memuaskan.

Begitu kamu terpaku pada standar keren kawan sebaya, fokusmu mengurus usaha tak lagi 100 persen. Dirimu yang seharusnya berkonsentrasi menjaga perputaran uang, mengembangkan sumber daya manusia, dan meningkatkan kualitas produk serta layanan beralih ke soal keren atau gak. Ada ketakutan besar kalau-kalau usahamu tidak pernah bisa sekeren harapan orang.

Tanpa sadar, usahamu malah mengalami kemunduran sebab tiga hal penting di atas diabaikan. Kamu tak hanya perlu menghemat energi. Namun, memastikan energi yang dimiliki digunakan untuk urusan yang tepat. Bukan sekadar buat mengejar standar keren yang tak jelas versi kawan sebaya.

Usaha anak muda gak harus keren di mata teman sebaya, lho! Sebenarnya, hal terkeren dalam usaha sesungguhnya hanya tiga hal. Keberanian untuk memulai, kemampuan bertahan, bahkan bikin usaha makin berkembang, dan jika pun gagal, punya kekuatan untuk bangkit. Bukan keren yang cuma dinilai dari penampakan usaha dari luar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us