ilustrasi mobil listrik parkir (pexels.com/Vladimir Srajber)
Di level nasional, tren kendaraan listrik sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Data GAIKINDO mencatat penjualan EV nasional tumbuh tujuh kali lipat dalam tiga tahun terakhir, dari 17.051 unit di 2023 menjadi 103.931 unit sepanjang 2025. Di kawasan Jabodetabek, market share EV bahkan sudah melampaui 25 persen atau sekitar satu dari empat kendaraan baru yang terjual.
Tapi, angka itu perlu dibaca dengan hati-hati. Data pembiayaan leasing dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia per Agustus 2025 menunjukkan, bahwa dari setiap Rp100 yang dipakai untuk membiayai pembelian kendaraan baru, hampir semuanya masih mengalir ke kendaraan berbahan bakar konvensional. Total pembiayaan motor listrik baru hanya Rp239 miliar, dibanding Rp86.246 miliar untuk motor konvensional. Untuk roda empat, selisihnya bahkan lebih tajam.
Ini bukan berarti EV tidak diminati, tapi minat yang ada belum cukup kuat untuk menembus hambatan masuk. Harga awal yang lebih tinggi, ekosistem pengisian dan servis yang belum merata, hingga kekhawatiran soal nilai jual kembali masih jadi tembok bagi sebagian besar segmen. Ketua APPI, Suwandi Wiratno pun mengakui bahwa adopsi EV masih terkonsentrasi di kota besar, sementara di daerah, keterbatasan infrastruktur dan daya beli masih jadi hambatan nyata.
Pada akhirnya, pilihan transportasi di kota menengah bukan soal selera, tapi soal kalkulasi. Warga di Yogyakarta, Solo, dan Batam membuktikan bahwa setiap keputusan. Dari naik Trans Jogja hingga menimbang beli motor listrik, selalu berakar pada pertimbangan biaya, infrastruktur, dan risiko jangka panjang. EV mungkin menjanjikan efisiensi, namun selama ekosistemnya belum merata dan ketidakpastian masih tinggi, transisi itu akan terus berjalan pelan. Bukan karena warganya gak mau berubah, tapi karena kondisinya belum sepenuhnya mendukung.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". Indonesia Summit 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
Indonesia Summit 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.