4,9 Juta Warga Naik Transportasi Umum Jakarta Setiap Hari

- Pemprov DKI Jakarta mencatat 4,9 juta perjalanan harian menggunakan transportasi umum pada 2025, menunjukkan peningkatan minat warga terhadap moda transportasi massal yang makin terintegrasi.
- TransJakarta menjadi moda paling dominan dengan lebih dari 1,4 juta perjalanan per hari, disusul KRL dan MRT; tingkat penggunaan transportasi publik naik hingga 23,63%.
- Pemerintah terus memperluas layanan melalui pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI–Kota yang sudah 55,89% rampung serta menambah rute aglomerasi dan kebijakan gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat penggunaan transportasi publik terus meningkat sepanjang 2025. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan jumlah pengguna angkutan umum di ibu kota kini mencapai 4,9 juta perjalanan per hari.
Angka tersebut mencerminkan peningkatan minat masyarakat terhadap transportasi massal yang semakin terintegrasi.
"Meningkatnya layanan angkutan umum yang melayani 4,9 juta perjalanan/hari," ucapnya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin (20/4/2026).
1. Dominasi pengguna TransJakarta

Dari total tersebut, pengguna TransJakarta mendominasi dengan lebih dari 1,4 juta perjalanan per hari, disusul KRL sebanyak 952 ribu perjalanan, serta MRT Jakarta yang mencapai lebih dari 128 ribu perjalanan harian.
"Meningkatnya perjalanan penduduk menggunakan moda transportasi publik menjadi sebesar 23,63 persen dan bertambahnya titik integrasi antar moda sebanyak 4 titik," katanya.
2. Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota capai

Rano menyebut Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan transportasi publik, salah satunya melalui pengembangan jaringan berbasis rel seperti MRT fase 2A rute Bundaran HI hingga Kota.
"Pelayanan angkutan umum akan terus ditingkatkan melalui perluasan jalur angkutan umum berbasis rel, salah satunya MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota yang progres pembangunannya telah mencapai 55,89 persen per Desember 2025," ujarnya.
3. Sebanyak 16 rute layani 21 juta penumpang

Tak hanya itu, perluasan layanan transportasi hingga kawasan aglomerasi juga terus dilakukan. Hingga kini, tercatat 16 rute telah melayani lebih dari 21 juta penumpang, memperkuat konektivitas antara Jakarta dan wilayah penyangga.
"Pemprov juga menerapkan kebijakan transportasi publik gratis bagi 15 golongan masyarakat sebagai upaya mendorong penggunaan angkutan umum sekaligus mengurangi beban pengeluaran warga," ujarnya.


















