Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Yayasan WINGS Peduli Ajak Masyarakat Perangi Sampah Plastik

Yayasan WINGS Peduli Ajak Masyarakat Perangi Sampah Plastik
Yayasan WINGS Peduli memperkuat komitmennya melestarikan bumi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah bertanggungjawab melalui #PilahDariSekarang. (Dok. Yayasan WINGS Peduli).
Share Article

Yayasan WINGS Peduli suarakan gerakan #PilahDariSekarang sampah ke masyarakat di tingkat rumah tangga. Tujuan gerakan itu untuk kurangi sampah plastik masih
menjadi masalah signifikan bagi lingkungan.

Dalam gerakan ini, Yayasan WINGS Peduli mengajak masyarakat menyetorkan sampah terpilah ke bank sampah terdekat. Itu agar sampah plastik tidak berakhir ke lingkungan dan mencemari sekitarnya, namun terintegrasi ke pendaur.

  1. 1. Aksi nyata bisa dilakukan dari rumah

    Yayasan WINGS Peduli memperkuat komitmennya melestarikan bumi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah bertanggungjawab melalui #PilahDariSekarang. (Dok. Yayasan WINGS Peduli).
    Yayasan WINGS Peduli memperkuat komitmennya melestarikan bumi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah bertanggungjawab melalui #PilahDariSekarang. (Dok. Yayasan WINGS Peduli).

    Melalui #PilahDariSekarang, Yayasan WINGS Peduli mengajak masyarakat terlibat dalam
    tahap “Koleksi” sebagai langkah awal siklus pengelolaan sampah plastik, dengan aksi nyata bisa dilakukan dari rumah.

    “Dalam kampanye ini, kami mengedukasi masyarakat secara langsung sebagai pelaku aktif penghasil sampah. Kami dorong mereka untuk melakukan gerakan #PilahDariSekarang dengan tiga langkah, yakni “Kenali” bahan baku sampahnya, “Pilah” berdasarkan kategorinya, dan “Setor” sampah terpilah ke Bank Sampah,” papar Sheila Kansil, Perwakilan Yayasan WINGS Peduli dalam keterangan resmi, Jumat (2/6/2023).

    Upaya mendorong pemilahan sampah dari tingkat terkecil masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan aksi nyata masyarakat untuk kurangi sampah plastik. Itu juga sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, yakni #BeatPlasticPollution.

    Apalagi, plastik masih menjadi sampah terbanyak belum dikelola secara optimal. Di tahun
    2022, dari 12,9 juta ton volume timbulan sampah di Indonesia, hampir 5 juta ton di
    antaranya tidak terkelola. Jika dilihat dari komposisi jenisnya, plastik adalah jenis sampah
    terbanyak (18,4 persen), setelah sampah organik yang dapat terurai secara alami.

  2. 2. Perlu edukasi dan kolaborasi

    http://materi4belajar.blogspot.com/2017/03/bentuk-dan-contoh-kerjasama-dalam.html
    http://materi4belajar.blogspot.com/2017/03/bentuk-dan-contoh-kerjasama-dalam.html

    #PilahDariSekarang merupakan kampanye inisiatif Yayasan WINGS Peduli terdiri dari
    dua elemen. Pertama adalah edukasi, Yayasan WINGS Peduli mengedukasi
    masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, kategorisasi sampah, hingga kemana sampah terpilah bisa disetor.

    Kedua adalah kolaborasi, Yayasan WINGS Peduli bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari brand WINGS Group, pemerintah, organisasi lingkungan, hingga lembaga pendidikan, untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Pemilahan sampah dari sumber, merupakan kunci dari pengelolaan sampah berkelanjutan.

    Hal ini bisa dilihat dari volume tumpukan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menjadi tempat pengelolaan sampah terbesar di Indonesia
    sekaligus Asia Tenggara. Hingga saat ini, terdapat 39 juta ton sampah yang telah memenuhi 80 persen kapasitasnya, dengan tambahan sampah sebanyak rerata enam ribu ton setiap harinya.

    Tingginya volume sampah ini berisiko terjadinya longsor, hingga merusak infrastruktur pendukung pengelolaan sampah, jalan, serta saluran air.

  3. 3. Sampah bisa diolah, asalkan semua pihak menjalani perannya secara bertanggungjawab

    Yayasan WINGS Peduli memperkuat komitmennya melestarikan bumi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah bertanggungjawab melalui #PilahDariSekarang. (Dok. Yayasan WINGS Peduli).
    Yayasan WINGS Peduli memperkuat komitmennya melestarikan bumi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah bertanggungjawab melalui #PilahDariSekarang. (Dok. Yayasan WINGS Peduli).

    Menurut Setyo Margono, Kepala Satuan Pelaksana Pemrosesan Akhir Sampah TPST
    Bantargebang, kolaborasi berbagai stakeholders sangat diperlukan untuk mengurangi
    sampah.

    “Tantangan terbesar kami adalah membuktikan bahwa sampah bisa diolah, asalkan semua pihak menjalani perannya secara bertanggungjawab. Apabila pemilahan sampah sudah dilakukan di sumber, yakni dari rumah tangga, volume sampah non-pilah
    yang berakhir di TPA bisa diminimalisir dan efektivitas pengelolaan sampah di hulu dapat
    meningkat,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Kampanye #PilahDariSekarang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ambil bagian dalam pengelolaan sampah plastik secara terpadu. Hingga saat ini, Yayasan WINGS Peduli telah menjangkau ribuan ibu-ibu dan pelajar di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Indramayu, DKI Jakarta, dan Samarinda.

    Kampanye ini merupakan lanjutan dari upaya Yayasan WINGS Peduli untuk pengelolaan sampah, termasuk di antaranya aksi bersih sungai dan laut, pembuatan Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga peresmian Bank Sampah di Jawa Timur dan
    Jakarta. Hal ini merupakan komitmen lanjutan Yayasan WINGS Peduli untuk lingkungan
    yang sejalan dengan filosofi perusahaan bahwa the good things in life should be accessible for all.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More