Bercanda sering menjadi cara sederhana untuk mencairkan suasana, membangun kedekatan, dan menciptakan momen menyenangkan bersama teman. Namun, gak semua hal pantas dijadikan bahan lelucon, terutama jika candaan tersebut menyangkut kekurangan fisik, kondisi keluarga, kegagalan, atau pengalaman pribadi seseorang. Sesuatu yang dianggap lucu oleh satu orang bisa terasa menyakitkan bagi orang lain, terlebih ketika dilakukan di hadapan banyak orang.
Ironisnya, perilaku mempermalukan teman terkadang justru dibungkus dengan alasan sekadar bercanda agar pelakunya terhindar dari tanggung jawab. Kalimat seperti "jangan terlalu serius" atau "baper banget, cuma bercanda" sering digunakan untuk mengecilkan perasaan orang yang tersinggung. Padahal, candaan yang merendahkan dapat meninggalkan dampak psikologis dan merusak hubungan pertemanan, yuk pahami lima dampak buruknya berikut ini!
