Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal Wajib Dibahas Sebelum Menikah dengan Cowok Sandwich Generation
ilustrasi berdiskusi (magnific.com/katemangostar)
  • Sebelum menikah, pasangan perlu membahas tanggung jawab finansial calon suami kepada keluarga, termasuk jenis kebutuhan yang ditanggung serta frekuensi bantuannya.
  • Penting mengetahui nominal bantuan rutin, sisa penghasilan untuk rumah tangga, dan kemungkinan penyesuaian bantuan setelah muncul biaya tempat tinggal, kebutuhan harian, serta tabungan anak.
  • Pasangan perlu menyepakati apakah istri ikut membantu keluarga suami dan cara menghadapi kebutuhan mendesak bersamaan, misalnya melalui dana darurat atau sumber dana lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menikah dengan cowok yang termasuk sandwich generation berarti kamu perlu tahu bahwa sebagian penghasilannya masih digunakan untuk keluarga. Bukan berarti kondisi ini akan mengganggu rumah tangga, tetapi urusan tersebut tetap perlu dibicarakan sebelum menikah.

Kebutuhan yang harus dipenuhi juga akan bertambah ketika kalian sudah hidup bersama. Supaya gak muncul perdebatan soal uang atau prioritas, ada beberapa hal yang sebaiknya dibahas dengan calon suami. Yuk, simak!

1. Seberapa besar tanggung jawabnya kepada keluarga?

ilustrasi pasangan sedang membahas sesuatu (magnific.com/cookie_studio)

Setiap orang punya kondisi keluarga yang berbeda. Ada yang rutin mengirim uang untuk orangtua setiap bulan, membayar cicilan rumah keluarga, atau masih membantu biaya sekolah adiknya. Hal-hal seperti ini sebaiknya diketahui sejak awal agar kamu gak baru mengetahuinya setelah menjadi istri.

Coba tanyakan kebutuhan apa saja yang selama ini dia tanggung dan seberapa sering uang tersebut harus diberikan. Dari sini, kamu bisa melihat mana kewajiban yang sifatnya rutin dan mana yang hanya muncul ketika keluarganya sedang membutuhkan bantuan. Gambaran soal tanggung jawab finansialnya pun jadi lebih jelas sebelum kalian membangun rumah tangga.

2. Berapa uang yang rutin diberikan untuk keluarga?

ilustrasi mendengarkan penjelasan (magnific.com/magnific)

Setiap bulan, sebagian gajinya mungkin langsung dikirim ke rekening orangtua begitu dia menerima penghasilan. Kalau kebiasaan ini sudah berjalan lama, kamu perlu tahu berapa uang yang biasanya keluar untuk kebutuhan tersebut. Bukan untuk mengatur uangnya, tetapi supaya kamu tahu berapa penghasilan yang nantinya masih bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Hal ini akan lebih terasa ketika kalian mulai punya pengeluaran sendiri sebagai pasangan. Ada uang untuk makan, tempat tinggal, tagihan, sampai tabungan yang harus dipikirkan bersama. Jadi, penting untuk mengetahui berapa uang yang tetap diberikan kepada keluarga dan berapa yang tersedia untuk kebutuhan rumah tangga.

3. Apakah jumlah bantuannya akan berubah setelah menikah?

ilustrasi mendengarkan penjelasan (magnific.com/magnific)

Sebelum menikah, mungkin dia bisa memberikan sebagian besar penghasilannya kepada keluarga karena belum punya kebutuhan rumah tangga. Kondisinya bisa berbeda ketika sudah ada biaya sewa atau cicilan rumah, kebutuhan sehari-hari, sampai tabungan untuk anak. Kalian bisa membicarakan apakah jumlah bantuan tersebut akan tetap, berkurang, atau menyesuaikan kemampuan keuangan setelah menikah.

Pembicaraan ini bukan soal menyuruhnya memilih antara keluarga dan istri. Yang dicari adalah batas yang masih sanggup dijalankan tanpa membuat kebutuhan rumah tangga sendiri terbengkalai. Ketika orangtuanya membutuhkan uang lebih besar, kalian juga perlu tahu bagaimana keputusan soal bantuan itu akan dibuat.

4. Apakah kamu diharapkan ikut membantu keluarganya?

ilustrasi sedang berdiskusi (magnific.com/magnific)

Menikah dengan cowok sandwich generation gak otomatis membuat kamu ikut membiayai keluarganya. Tanyakan apakah setelah menikah dia tetap akan menanggung kebutuhan orangtua dan saudaranya sendiri atau mengharapkan kamu ikut mengeluarkan uang. Hal ini perlu jelas sebelum menikah, terutama kalau kamu juga punya penghasilan.

Kalau kamu memang diminta ikut membantu, bicarakan bentuk dan jumlahnya sejak awal. Jangan sampai setelah menikah kamu baru tahu bahwa sebagian penghasilanmu juga dianggap perlu diberikan kepada keluarga suami. Kamu dan pasangan perlu sepakat soal hal ini sebelum membangun rumah tangga bersama.

5. Apa yang dilakukan saat keluarga sama-sama membutuhkan uang?

ilustrasi pasangan (magnific.com/yanalya)

Orangtua tiba-tiba membutuhkan biaya berobat, sementara rumah tangga sedang punya kebutuhan yang gak bisa ditunda. Kondisi seperti ini bisa membuat pengeluaran membengkak dalam waktu bersamaan. Apalagi kalau uang yang tersedia terbatas dan keduanya sama-sama penting.

Hal seperti ini perlu dibicarakan sebelum menikah, termasuk bagaimana kalian akan mencari jalan keluar ketika kondisi tersebut terjadi. Kalian bisa membahas apakah ada tabungan khusus, dana darurat, atau sumber uang lain yang dapat digunakan. Dengan begitu, kebutuhan keluarga dan rumah tangga tetap bisa diusahakan tanpa langsung membebani salah satu pihak.

Sebelum menikah dengan cowok sandwich generation, lima hal tersebut perlu dibahas bersama sejak awal. Kejelasan soal tanggung jawab, keuangan, dan batas dengan keluarga akan membantu kamu memahami seperti apa kehidupan rumah tangga yang akan dijalani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article