Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Menikah Bisa Mengubah Cara Seseorang Memperlakukan Teman?

Kenapa Menikah Bisa Mengubah Cara Seseorang Memperlakukan Teman?
ilustrasi menikah (unsplash.com/550Park Luxury Wedding Films)
  • Setelah menikah, waktu dan perhatian banyak terserap untuk pasangan serta rumah tangga, sehingga komunikasi dan keterlibatan dengan teman lama dapat berkurang drastis.
  • Teman bisa merasa diabaikan ketika hanya dihubungi saat ada masalah rumah tangga, terutama jika komunikasi kembali hilang setelah situasi membaik.
  • Teman tidak menuntut jadi prioritas, tetapi tetap berharap dihargai lewat kabar sederhana; hubungan yang berat sebelah dapat membuat mereka memilih menjaga jarak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah punya teman yang dulu sering diajak cerita dan ketemu, tapi setelah menikah jadi jarang terdengar kabarnya? Chat makin jarang dibalas, ajakan ketemu sulit, sampai akhirnya hubungan yang dulu dekat terasa ikut berubah.

Sebagai seorang teman, tentu paham kalau setelah menikah ada banyak hal yang harus diurus bersama pasangan. Akan tetapi, kalau sosok teman dicari lagi ketika rumah tangga sedang bermasalah, rasanya memang bikin kesal. Lantas, kenapa menikah bisa membuat cara seseorang memperlakukan teman ikut berubah?

  1. 1. Setelah menikah, perhatian bisa habis untuk kehidupan bersama pasangan

    ilustrasi pasangan
    ilustrasi pasangan (unsplash.com/note thanun)

    Setelah menikah, wajar kalau waktu seseorang lebih banyak dihabiskan bersama pasangan termasuk kamu. Dulu mungkin hampir setiap akhir pekan ada saja ajakan nongkrong, malam-malam masih sempat teleponan untuk curhat, atau ada cerita sedikit langsung dikirim ke grup WhatsApp. Sekarang, waktu yang sama sudah  kamu pakai untuk urusan rumah tangga, lebih memilih pergi berdua, atau sekadar menikmati waktu bersama pasangan meski tak melakukan kegiatan apa pun.

    Teman-teman kamu tentu bisa memahami perubahan itu. Tidak harus sering bertemu atau ngobrol sepanjang dulu kok, karena kehidupan kamu memang sudah berbeda. Masalahnya, ada orang yang setelah menikah bukan cuma jarang bertemu, tetapi benar-benar berhenti menghubungi teman. Pesan tidak lagi dibalas seperti dulu, ajakan bertemu berkali-kali tidak mendapat kepastian, dan teman kamu akhirnya cuma bisa melihat kehidupan baru dari jauh atau lewat unggahan di media sosial.

  2. 2. Hubungan dengan pasangan kadang membuat teman lama terasa makin jauh

    ilustrasi pasangan menikah
    ilustrasi pasangan menikah (unsplash.com/Toa Heftiba)

    Tak sedikit orang yang setelah menikah mulai melihat banyak hal dari sudut pandang rumah tangganya. Cerita tentang keluh kesah pekerjaan pasangan, rencana akhir pekan, urusan keluarga, sampai keputusan kecil sehari-hari menjadi bagian dari obrolan. Lama-lama, cerita dari luar rumah tangga terasa tidak terlalu dicari tahu karena perhatian sudah banyak tertuju pada kehidupan bersama pasangan.

    Perubahan seperti ini juga bisa terlihat dari cara memperlakukan teman. Dulu kalau ada kabar baru, teman kamu pasti tahu. Sekarang banyak hal hanya berhenti di antara kamu dan pasangan. Teman tak lagi diajak masuk ke cerita-cerita kecil seperti dulu, bukan karena ada masalah, tetapi karena kehidupan yang dijalani sekarang terasa sudah cukup tanpa perlu banyak melibatkan orang lain.

    Buat teman yang sudah bertahun-tahun dekat, perubahan seperti ini tentu terasa cukup jelas. Bukan berarti teman harus selalu tahu tentang update kehidupanmu, hanya saja memang perubahannya sebeda itu.

  3. 3. Begitu rumah tangga sedang bermasalah, teman lah yang dicari lagi

    ilustrasi bertengkar
    ilustrasi bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

    Hal seperti ini yang biasanya paling bikin teman merasa lelah. Berbulan-bulan tidak ada kabar, tiba-tiba muncul pesan panjang karena sedang bertengkar dengan pasangan. Dulu sulit diajak bertemu, sekarang malah ingin bertemu secepatnya karena sedang butuh tempat cerita.

    Teman yang selama ini seperti tidak punya tempat dalam kehidupan barunya mendadak menjadi orang yang dicari ketika keadaan rumah tangga kamu sedang tidak baik-baik saja. Kalau terjadi sekali, tentu teman  kamu masih bisa memaklumi. Semua orang pernah berada di titik ingin mencari orang yang dipercaya ketika sedang menghadapi masalah.

    Namun kalau kejadiannya selalu berulang, wajar kalau teman akhirnya merasa hanya diperlukan ketika ada sesuatu yang tak mengenakkan terjadi. Saat rumah tangga kembali baik, komunikasi kamu dan dia ikut hilang lagi. Apalagi kalau kamu hanya cerita jeleknya saja, wajar kalau teman punya pandangan yang berbeda.

    Tapi, tak jarang kamu tersinggung saat teman mengatakan suamimu abcd setelah kamu menceritakan hal buruk ke temanmu. Kalau masih akan berbaikan lagi, setidaknya jangan cuma cerita dan datang untuk mengatakan hal-hal buruk tentang pasangan yang kamu cintai itu.

  4. 4. Teman tak minta jadi prioritas, cuma jangan diperlakukan seolah tak butuh mereka lagi

    ilustrasi teman
    ilustrasi teman (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

    Tidak ada teman yang waras yang meminta dirinya ditempatkan di atas pasangan. Setelah menikah, pasangan memang punya tanggung jawab dan posisi yang berbeda. Teman juga tahu bahwa sekarang ada rumah tangga yang harus diurus, sehingga bertemu secara rutin atau nimbrung percakapan di grup tentu bukan sesuatu yang bisa dituntut.

    Namun yang sebenarnya diharapkan teman kamu sederhana saja, kok. Mereka berharap kamu tetap ingat bahwa ada teman di luar kehidupan rumah tangga, kamu tetap punya mereka. Sesekali bertanya kabar, membalas pesan ketika sempat, atau mengajak bertemu ketika memang ada waktu sudah cukup. Kadang, satu pesan singkat setelah lama tidak bertemu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa hubungan tersebut belum dianggap selesai hanya karena seseorang sudah menikah.

  5. 5. Kalau terus dicari saat butuh, teman juga bisa memilih pergi

    ilustrasi curhat
    ilustrasi curhat (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

    Teman yang selalu dicari ketika kamu punya masalah rumah tangga lama-lama bisa capek juga. Bukan karena tidak mau membantu, tetapi karena hubungan terasa berat sebelah. Ketika hidup sedang baik, mereka kamu anggap tidak ada. Ketika rumah tangga sedang kacau, baru sibuk mencari tempat bersandar. Kalau hal semacam ini berlangsung bertahun-tahun, sangat mungkin teman akhirnya melakukan mirroring atas apa yang kamu perbuat selama ini.

    Keputusan untuk menjaga jarak juga tidak selalu berarti teman sudah tidak peduli. Bisa jadi dia masih sayang, masih mendoakan, bahkan masih mau membantu jika memang terjadi sesuatu yang serius. Hanya saja, dia tidak mau terus berada dalam posisi sebagai orang yang baru dianggap penting ketika kehidupan rumah tangga sedang berantakan.

    Mereka bukan tempat sampah untuk kamu lupakan emosi. Saat mereka menasehati, tak jarang kamu pun berkata, "Kalau orang yang belum nikah ya mana ngerti". Menjadi teman  seseorang yang sudah menikah memang berarti memahami bahwa hidupnya berubah, tetapi memahami perubahan itu tidak mengharuskan seseorang rela diperlakukan sesuka hati.

    Pernikahan memang membuat kamu punya kehidupan baru, tetapi teman lama tidak otomatis menjadi bagian dari masa lalu. Hubungan pertemanan boleh berubah bentuk, frekuensi bertemu boleh berkurang, dan obrolan mungkin tidak lagi sepanjang dulu. Sebab, yang sering membuat hubungan benar-benar renggang justru bukan karena kamu sudah menikah, melainkan karena setelah mendapatkan pasangan, kamu merasa tidak perlu lagi menjaga hubungan bersama orang-orang yang dulu selalu ada untuknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More