Kimberly Palmer, Pakar keuangan pribadi dari NerdWallet menyarankan agar permintaan pembayaran dibuat “short and sweet”. “Mereka mungkin sebenarnya cuma lupa kalau masih punya utang kepadamu. Di akhir obrolan tentang hal lain, kamu bisa menyelipkan, ‘Oh, ngomong-ngomong, kamu mau bayar uang yang kemarin aku talangi? Bisa lewat transfer atau tunai, kok,’” dikutip dari Bustle.
Split Bill Belum Beres? Begini Cara Nagih Uang tanpa Bikin Canggung

Pernah split bill bareng teman, tapi beberapa hari kemudian uangnya belum juga diganti? Situasi seperti ini cukup sering terjadi setelah makan, nongkrong, atau patungan membeli sesuatu. Masalahnya, menagih uang ke teman kadang terasa lebih awkward. Kita bisa saja memilih diam karena takut dianggap perhitungan atau bikin suasana jadi gak enak. Padahal, uang tersebut memang bagian yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Alih-alih menyindir lewat chat atau menunggu sampai teman tiba-tiba ingat, ada cara yang lebih sederhana untuk menyampaikan tagihan. Kuncinya adalah menyampaikan nominal dengan jelas, memilih waktu yang tepat, dan membuat proses pembayarannya semudah mungkin. Jadi, bagaimana cara menagihnya tanpa membuat hubungan ikut terasa canggung?
1. Sampaikan dengan singkat dan sebutkan nominalnya

ilustrasi menagih utang (pexels.com/Christina Morillo) Kalau baru beberapa hari berlalu dan temanmu belum membayar, gak perlu langsung berasumsi dia sengaja menghindar. Bisa saja dia memang lupa karena sedang sibuk atau kelewat melihat chat. Karena itu, kirim pengingat yang pendek dan langsung menyebutkan jumlah uang yang harus dibayar. Cara ini membuat temanmu tahu persis apa yang perlu dilakukan tanpa harus menebak-nebak.
Jadi, gak perlu membuat pembuka panjang seperti sedang menyampaikan kabar buruk. Semakin jelas pesannya, semakin kecil kemungkinan percakapan terkesan menjadi serba salah.
2. Jangan menunggu terlalu lama untuk menagih

ilustrasi menagih hutang (pexels.com/Alexander Suhorucov) Menunda menagih mungkin terasa lebih nyaman pada awalnya. Namun, semakin lama dibiarkan, semakin besar kemungkinan kamu justru merasa makin sungkan untuk membahasnya. Teman juga bisa benar-benar lupa karena sudah melewati beberapa hari atau bahkan minggu. Karena itu, lebih baik mengingatkan segera ketika transaksi atau acara yang dimaksud masih baru dilakukan.
Andrea Woroch, Pakar Keuangan Konsumen, menyarankan, “Usahakan menagih uangnya sesegera mungkin. Kalau terlalu lama, urusan utang ini bisa membuat hubungan jadi renggang. Teman atau keluarga juga bisa saja lupa, sehingga kamu malah semakin merasa sungkan untuk menagihnya,” dilansir dari Bustle.
Gak perlu menunggu sampai kesal dulu baru menagih uang. Kalau sehari atau dua hari setelah nongkrong belum ada pembayaran, kamu sudah boleh mengingatkan dengan santai. Menagih lebih awal justru bisa membuat semuanya terasa lebih normal dan gak menjadi masalah besar.
3. Buat pembayarannya semudah mungkin

ilustrasi menagih hutang pada teman (pixabay.com/Afra32) Namun, terkadang masalahnya bukan karena teman gak mau membayar, tetapi karena prosesnya yang terasa ribet. Misalnya, dia lupa nomor rekening, gak tahu nominal pastinya, atau harus mencari-cari kembali bukti pembayaran. Daripada membuat prosesnya panjang, kamu bisa langsung mengirim nominal dan metode pembayaran yang bisa digunakan. Dengan begitu, teman tinggal melakukan transfer tanpa perlu bertanya lagi.
Melissa Lowry, wakil direktur brand and marketing di Early Warning, mengatakan, “Aplikasi sekarang membuat proses meminta dan mengirim uang jadi sangat mudah. Jadi, gak masalah kalau kamu mengingatkan seseorang bahwa mereka masih punya tanggungan kepadamu,” dilansir dari Bustle.
Kamu bisa langsung mengirim nomor rekening atau kode QRIS bersamaan dengan pesannya. Misalnya, “Ini QRIS-nya ya, bagian kamu Rp50 ribu dari makan kemarin.” Praktis, jelas, dan gak perlu membuat percakapan menjadi sesi negosiasi yang panjang.
Split bill sebenarnya gak harus berakhir dengan hubungan yang ikut awkward. Selama kamu menyampaikannya dengan jelas, sopan, dan gak bernada menuduh, menagih uang adalah hal yang wajar. Jadi, lain kali jangan terlalu lama memendam rasa sungkan hanya karena takut dianggap perhitungan. Toh, menjaga pertemanan juga berarti bisa membicarakan urusan kecil dengan terbuka.






















