"Cara ini berhasil karena semakin banyak waktu yang dimiliki orang untuk berpikir secara mandiri tentang suatu topik tertentu, umumnya mereka akan merasa lebih nyaman membicarakannya," demikian tertulis dalam artikel Reach Out berjudul "Tips for Having a Difficult Conversation with Your Teen".
Cara Menyampaikan Topik yang Berat kepada Remaja, Catat!

Terkadang, banyak orangtua yang kebingungan bagaimana cara berkomunikasi dengan remaja, terlebih jika topik yang akan dibahas cukup berat. Remaja saat ini cukup aware terhadap berbagai isu di sekitarnya, tetapi tetap membutuhkan pemahaman yang baik untuk dapat mencernanya.
Sebagai orang dewasa, salah satu cara untuk bisa lebih dekat dengan remaja adalah melalui komunikasi. Remaja senang dilibatkan dalam pembicaraan maupun kegiatan. Namun, mungkin masih banyak orang yang kebingungan bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan topik berat kepada remaja agar pembicaraan terasa lebih ringan dan nyaman. Simak tips berikut ini!
1. Pertimbangkan tujuan dari apa yang akan disampaikan

ilustrasi obrolan orangtua dan anak (pexels.com/cottonbro studio) Sebelum memulai percakapan mengenai topik yang berat atau sulit dengan remaja, cobalah untuk memikirkan apa yang ingin kamu capai dan hal-hal yang ingin kamu sampaikan. Ini dapat membantu kamu mengungkapkan pikiran dengan lebih baik sekaligus menjaga percakapan tetap pada jalurnya.
Cara ini dapat disesuaikan dengan gaya komunikasi yang kamu terapkan kepada remaja. Kamu dapat memulainya dengan membahas topik secara bertahap dan memberikan ruang bagi remaja untuk berbicara. Kemudian, kamu dapat mengambil bagian untuk menyampaikan pesan yang ingin dibicarakan. Dari situ, komunikasi dua arah pun dapat terbuka.
2. Berikan remaja waktu untuk memahami topik tersebut

ilustrasi sedang berpikir. (pexels.com/MART PRODUCTION) Cobalah untuk memberikan gambaran umum kepada remaja tentang apa yang ingin kamu diskusikan dengan mereka dan tanyakan kapan waktu yang tepat untuk berbicara. Bertanya terlebih dahulu mengenai kesiapan mereka untuk memulai percakapan akan memberikan ruang bagi mereka untuk menerima dan memahami informasi.
Dilansir Reach Out, ketika seseorang merasa seperti sedang "dipaksa menjawab", mereka sering kali tidak dapat berpikir dengan jernih. Oleh karena itu, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan ketegangan dan emosi yang meningkat.
5. Ciptakan suasana yang santai

ilustrasi orangtua mengobrol dengan anak (pexels.com/Julia M Cameron) Buatlah topik berat tersebut menjadi sesuatu yang lebih ringan untuk dibicarakan. Ciptakan ruang yang santai bersama remaja agar mereka tidak merasa bahwa percakapan tersebut merupakan sesuatu yang harus dihindari.
Selain itu, anggap pembicaraan ini sebagai percakapan berkelanjutan daripada "pembicaraan besar" yang hanya dilakukan sekali. Cara tersebut dapat membantu membingkai ulang pembicaraan tentang topik yang sulit agar terasa lebih nyaman bagi remaja.
"Jika kamu menjaga percakapan tersebut tetap santai dan singkat, akan jauh lebih mudah bagi remaja untuk terlibat," tutur Jenifer Warwick, konselor dan pakar pengasuhan anak, dilansir Counselling Directory.
4. Pilihlah momen yang tepat

ilustrasi ayah mengobrol dengan anak (pexels.com/Julia M Cameron) Memilih momen yang tepat untuk membicarakan sesuatu yang serius dapat mendukung suasana percakapan. Hindari membicarakannya di tengah-tengah pertengkaran atau segera setelah mengetahui adanya masalah.
Dikutip dari Counselling Directory, orangtua dapat memilih waktu saat kedua pihak berada dalam keadaan yang relatif rileks. Hal ini dapat dilakukan saat kamu dan remaja berjalan santai di sekitar rumah atau ketika melakukan aktivitas santai lainnya.
Itu dia beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk menyampaikan topik berat kepada remaja. Terkadang, banyak hal yang ingin orangtua sampaikan kepada remajanya, tetapi bingung bagaimana cara membicarakannya agar pesan dapat tersampaikan tanpa membuat mereka merasa tidak nyaman.






















