Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Melihat Hidup setelah Mengalami Sakitnya Putus Cinta

4 min read
Cara Melihat Hidup setelah Mengalami Sakitnya Putus Cinta
ilustrasi putus (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Jangan idealisasi masa lalu setelah putus; ingat kehidupan sebelum hubungan tetap memiliki teman, kesibukan, dan hal-hal yang membuatmu senang.
  • Pelan-pelan lakukan kembali aktivitas yang dulu dilakukan berdua, sendiri atau bersama teman, agar tempat dan kegiatan itu kembali menjadi bagian dari hidupmu.
  • Manfaatkan waktu untuk hobi, teman, tempat, atau skill baru tanpa membandingkan hidup sekarang dan tanpa terburu-buru mencari pengganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Putus cinta bisa membuat kehidupan sehari-hari terasa berbeda, bahkan untuk hal-hal yang sebelumnya gak pernah dipikirkan. Ada kebiasaan yang tiba-tiba berhenti, tempat yang terasa asing, sampai waktu luang yang sekarang harus diisi sendiri.

Bukan berarti hidup kamu langsung kehilangan arah, tetapi memang ada masa ketika semuanya aneh setelah seseorang gak lagi ada di dalamnya. Yuk, simak cara melihat hidup setelah mengalami sakitnya putus cinta!

  1. 1. Jangan menganggap kehidupan sebelum putus sebagai satu-satunya versi yang bahagia

    ilustrasi pacaran
    ilustrasi pacaran (unsplash.com/Wright Brand Bacon)

    Setelah putus, ingatan tentang hubungan yang sudah berakhir sering terasa lebih menyenangkan daripada kenyataannya. Kamu mungkin lebih sering mengingat makan malam bersama, percakapan sampai tengah malam, atau hari-hari ketika semuanya masih baik-baik saja. Sementara itu, alasan kenapa hubungan tersebut berakhir justru semakin jarang muncul di kepala.

    Kalau terus melihat masa lalu sebagai periode terbaik dalam hidup, keadaan sekarang tentu terasa jauh lebih buruk. Padahal, kehidupanmu sebelum mengenal mantan juga pernah berjalan dengan caranya sendiri. Kamu punya teman, kesibukan, tempat yang disukai, dan hal-hal yang membuat senang sebelum hubungan tersebut dimulai.

  2. 2. Biasakan lagi melakukan hal yang dulu dilakukan berdua

    ilustrasi jalan-jalan
    ilustrasi jalan-jalan (pexels.com/RDNE Stock project)

    Pascaputus, akan ada kegiatan yang terasa aneh ketika sekarang harus dilakukan sendirian. Pergi ke tempat makan tertentu, menonton film, jalan-jalan pada akhir pekan, atau sekadar membeli makanan favorit bisa mengingatkanmu pada mantan. Akhirnya, kamu memilih menghindari kegiatan tersebut karena gak ingin berhadapan dengan kenangan yang muncul.

    Tidak apa-apa kalau untuk sementara memang belum siap. Namun, jangan sampai semua hal yang pernah dilakukan bersama mantan akhirnya menjadi sesuatu yang gak boleh kamu nikmati lagi. Pelan-pelan, kamu bisa datang ke tempat yang sama bersama teman atau mencoba melakukannya sendiri sampai tempat dan kegiatan tersebut kembali terasa sebagai bagian dari hidupmu, bukan cuma milik hubungan yang sudah berakhir.

  3. 3. Isi waktu dengan hal yang memang ingin kamu lakukan

    ilustrasi hobi
    ilustrasi hobi (pexels.com/Thông Nguyễn)

    Waktu yang sebelumnya banyak digunakan untuk pasangan tiba-tiba kembali menjadi milikmu. Pada awalnya, waktu luang sebanyak itu mungkin terasa membosankan karena kamu belum terbiasa menentukan kegiatan tanpa mempertimbangkan orang lain. Daripada buru-buru mencari orang baru untuk mengisi kekosongan tersebut, coba lihat lagi apa yang memang ingin kamu kerjakan.

    Mungkin ada hobi yang lama ditinggalkan, teman yang jarang ditemui, tempat yang ingin didatangi, atau skill baru yang sejak dulu ingin dipelajari. Gak harus sesuatu yang besar dan gak perlu langsung membuat hidup terasa menyenangkan setiap hari. Yang penting, perlahan kamu punya kegiatan yang memang kamu pilih karena kamu ingin melakukannya, bukan karena sedang berusaha melupakan seseorang.

  4. 4. Berhenti membandingkan hari ini dengan saat masih punya pasangan

    ilustrasi chat
    ilustrasi chat (pexels.com/Ron Lach)

    Ada masa ketika kamu merasa hidup sekarang jauh lebih sepi dibandingkan dengan dulu. Dulu ada seseorang yang bisa diajak cerita setiap hari, sementara sekarang mungkin gak ada pesan masuk setelah pulang kerja atau kuliah. Perbandingan seperti ini wajar muncul, tetapi kalau terus dilakukan, kehidupan setelah putus akan selalu terlihat kalah karena yang dijadikan pembanding adalah masa ketika kamu sedang punya pasangan.

    Coba lihat hari ini sebagai keadaan yang memang berbeda, bukan sebagai versi yang gagal dari kehidupan sebelumnya. Kamu gak harus segera merasa lebih bahagia daripada saat masih pacaran. Ada hari yang terasa biasa saja, ada juga hari ketika kamu ternyata bisa menikmati sesuatu tanpa kepikiran mantan sama sekali.

  5. 5. Gak perlu terburu-buru mencari pengganti

    ilustrasi dating app
    ilustrasi dating app (pexels.com/cottonbro studio)

    Kesepian setelah putus cinta kadang membuat kehadiran orang baru terasa seperti jalan keluar paling cepat. Apalagi ketika melihat teman-teman sudah punya pasangan atau ketika kamu mulai rindu punya seseorang untuk diajak berbicara setiap hari. Namun, rasa nyaman dengan orang baru gak selalu berarti kamu sudah siap membangun hubungan lagi.

    Kamu boleh mengenal orang lain ketika memang sudah ingin, tetapi gak perlu menjadikannya sebagai perlombaan untuk membuktikan bahwa kamu sudah move on. Ada perbedaan antara benar-benar tertarik pada seseorang dan sekadar gak tahan menjalani hari sendirian. Kalau kamu bisa membedakan keduanya, keputusan untuk membuka hati lagi gak harus diambil hanya karena ingin mengisi tempat yang baru saja kosong.

    Putus cinta memang mengubah sebagian kecil dari kehidupan yang sebelumnya sudah terasa biasa. Meski begitu, kehidupanmu gak berhenti di versi yang kamu jalani bersama orang tersebut. Cara melihat hidup setelah mengalami sakitnya putus cinta bisa menjadi solusi sederhana agar kamu bisa menjalani kehidupan lagi. Walau sekarang masih terasa asing dijalani, lama-lama kamu akan menemukan lagi hal-hal yang ternyata tetap menyenangkan meski dilakukan tanpa dirinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More