Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ada Teman di Samping, Kok Jadi Lebih Gampang Fokus?

Ada Teman di Samping, Kok Jadi Lebih Gampang Fokus?
Ilustrasi mengerjakan sesuatu bersama teman (Pexels.com/cottonbro studio)
  • Body doubling adalah fenomena ketika kehadiran orang lain membantu seseorang fokus dan menyelesaikan tugas, meski keduanya mengerjakan hal berbeda.
  • Kehadiran teman dapat memicu dorongan untuk mulai bekerja dan menciptakan rasa tanggung jawab, tanpa perlu ada perintah atau pengawasan langsung.
  • Melihat orang lain produktif serta tidak merasa sendirian membuat tugas terasa lebih ringan; pendamping sebaiknya tetap fokus agar tidak berubah menjadi distraksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa tugas yang sebenarnya bisa selesai dalam satu jam malah jadi molor seharian karena dikerjakan sendirian? Anehnya, begitu ada teman yang duduk di sebelah atau sekadar sibuk mengerjakan sesuatu di dekat kita, rasanya jadi lebih gampang untuk kita mulai suatu pekerjaan. 

Fenomena ini dikenal sebagai body doubling, yaitu ketika kehadiran orang lain membantu seseorang tetap fokus dan menyelesaikan tugas, meski orang tersebut sebenarnya tidak ikut mengerjakan tugas yang sama. Lalu, kenapa keberadaan “teman kerja” bisa bikin kita lebih semangat?

  1. 1. Ada perasaan “harus mulai” karena seseorang ikut menemani

    ilustrasi belajar bersama
    ilustrasi belajar bersama (pexels.com/Armin Rimoldi)

    Kadang masalah terbesar bukan mengerjakan tugasnya, tetapi memulainya. Saat sendirian, kita bisa dengan mudah berkata, “lima menit lagi deh”, lalu tiba-tiba sudah satu jam scrolling media sosial. Berbeda ketika ada teman yang sudah duduk di sebelah atau menunggu kita online untuk mulai bekerja bersama. Tanpa perlu menyuruh atau mengawasi, keberadaan orang lain bisa membuat kita merasa punya alasan untuk benar-benar memulai pekerjaan.

    Menurut Andrew Kahn, PsyD, psikolog berlisensi sekaligus Associate Director of Behavior Change & Expertise di Understood.org, “Memberikan kehadiran fisik yang memotivasi seseorang untuk fokus pada sesuatu yang selama ini sulit mereka selesaikan,” dikutip dari USA Today

    Jadi terkadang yang kita butuhkan bukan motivasi besar-besaran, melainkan sedikit rasa tanggung jawab kepada orang lain. Makanya, ajakan sederhana seperti “yuk nugas bareng” bisa terasa lebih ampuh dalam mengerjakan sesuatu daripada berulang kali menyuruh diri sendiri untuk mulai.

  2. 2. Melihat orang lain produktif bisa ikut memancing kita ikut bergerak

    ilustrasi belajar bersama
    ilustrasi termotivasi melihat produktivitas teman (freepik.com/freepik)

    Ada juga momen ketika kita sebenarnya ingin produktif, tetapi suasana sekitar justru membuat kita makin malas. Kamar sepi, kasur nyaman, dan ponsel ada di tangan adalah kombinasi yang cukup berbahaya yang membuat kita malas memulai suatu pekerjaan. Sebaliknya, ketika berada di perpustakaan, kafe, atau video call bersama teman yang sama-sama sibuk, kita seperti ikut terbawa suasana untuk melakukan sesuatu.

    “Pilih orang-orang di sekitarmu yang juga sedang melakukan hal yang ingin kamu lakukan. Pastikan juga orang yang menemanimu tidak akan mengganggu dan sedang mengerjakan aktivitas yang kurang lebih sama denganmu,” lanjut Andrew.

    Itu sebabnya, belajar di perpustakaan sering terasa lebih produktif meski tidak ada yang menyuruh kita belajar. Melihat orang lain membuka laptop, membaca buku, atau sibuk dengan pekerjaannya bisa menjadi semacam pengingat secara visual bahwa kita juga sedang punya sesuatu yang harus dikerjakan.

  3. 3. Tugas terasa lebih ringan karena kita gak merasa mengerjakannya sendirian

    Ilustrasi belajar bersama
    Ilustrasi mengerjakan sesuatu bersama (unsplash.com/Photo by Priscilla Du Preez)

    Ada pekerjaan yang sebenarnya sederhana, tetapi rasanya malas sekali kalau harus dilakukan sendirian. Membalas email, merapikan kamar, menyusun bahan presentasi, atau mencuci piring misalnya. Ketika dilakukan sendirian, kita punya banyak celah untuk berhenti di tengah jalan. Begitu ada teman yang juga sedang sibuk, kegiatan tersebut terasa seperti sesuatu yang sedang dilakukan bersama, meskipun sebenarnya kalian mengerjakan dua hal berbeda.

    Patricia Quinn, MD, yang menulis tentang body doubling di ADDitude, mengatakan, “Pekerjaan berat memang terasa lebih menyenangkan ketika ada orang lain di dekat kita”. 

    Mungkin itu sebabnya, ajakan “temenin aku beres-beres, dong” kadang lebih ampuh daripada menyuruh diri sendiri untuk segera bergerak. Temannya tidak perlu ikut melipat baju atau mengerjakan laporan. Cukup ada di sana, sibuk dengan urusannya sendiri, sementara kamu punya seseorang untuk diajak istirahat sebentar setelah semuanya selesai.

    Itu juga alasan kenapa ajakan sederhana seperti “temenin aku nugas, dong” kadang terasa lebih ampuh daripada memaksa diri sendiri untuk mulai. Kita gak selalu butuh teman yang ikut mengerjakan tugas, cukup seseorang yang bikin suasana jadi terasa lebih hidup dan gak terlalu sepi.

    Kalau lagi susah fokus, gak ada salahnya coba kerja bareng, video call sambil sama-sama diam, atau sekadar duduk di tempat yang ramai. Siapa tahu, kehadiran orang lain justru jadi dorongan kecil yang bikin tugas akhirnya benar-benar dikerjakan. Tapi ingat, pilih teman yang bisa fokus juga, ya, jangan sampai niatnya produktif malah berakhir ngobrol sampai lupa waktu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More