Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Trik Memperbaiki Punggung Buku Preloved agar Halaman Tak Rontok

5 Trik Memperbaiki Punggung Buku Preloved agar Halaman Tak Rontok
ilustrasi memperbaiki punggung buku preloved (pexels.com/Birgit Böllinger)
  • Buku preloved dengan jilidan mengering dapat diperbaiki sendiri memakai alat dapur sederhana agar halaman tidak lepas atau hilang.
  • Kertas roti melindungi halaman dari lem, sementara tusuk sate, sumpit, atau kuas silikon membantu mengoleskan lem secara rata ke celah punggung buku.
  • Setelah dilem, punggung buku ditekan perlahan memakai spatula kayu untuk mengurangi gelembung udara, lalu ditindih talenan dan beban semalaman hingga kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beli buku bekas emang jadi cara paling tepat untuk menghemat kantong, apalagi kalau kamu hobi membeli buku setiap bulan. Sayangnya, kadang kamu dapat buku yang kurang menarik karena lem jilidannya sudah mulai kering dan rontok termakan usia. Tenang saja, kamu bisa memperbaiki punggung buku preloved sendiri di rumah tanpa perlu beli alat profesional yang mahal, kok.

Kalau kamu abaikan hal ini, bisa-bisa halaman buku favoritmu tercecer dan hilang entah ke mana. Makanya, mending kamu segera bertindak menyelamatkan koleksi kesayanganmu sebelum kerusakannya makin parah dan bikin patah hati dengan lima trik ini!


  1. 1. Siapkan kertas roti sebagai pelindung anti lengket

    ilustrasi kertas roti (freepix.com/upklyak)
    ilustrasi kertas roti (freepix.com/upklyak)

    Kertas roti atau baking paper bukan cuma buat bikin kue kering, tapi juga solusi jitu buat masalah buku kamu, lho. Alat dapur yang satu ini punya permukaan licin yang tahan terhadap panas dan cairan lengket. Fungsinya sangat penting untuk menyekat halaman depan dan belakang agar tak ikut ketempelan lem. Kamu hanya perlu menyelipkannya di antara sampul dan halaman pertama buku, kok.

    Proses ini sering disebut barrier method dalam dunia perbaikan buku. Kalau kamu melewatkan langkah ini, siap-siap saja halaman bukumu menyatu dan gak bisa dibuka. Anggap saja kertas roti ini sebagai pelindung biar lem PVA atau lem putihmu fokus mengikat bagian punggung saja. 


  2. 2. Gunakan tusuk sate atau sumpit untuk meratakan lem

    ilustrasi sumpit
    ilustrasi sumpit (pexels.com/Lara Wehbe)

    Saat celah punggung buku mulai terbuka, kamu butuh alat yang ramping untuk memasukkan perekat ke dalamnya. Di sinilah tusuk sate atau sumpit kayu bekas makan mi ayam bisa kamu manfaatkan. Bentuknya yang panjang dan tipis sangat sempurna untuk menjangkau sela-sela terdalam yang lepas. Alat ini memastikan lem tersebar rata tanpa harus mengotori jari-jarimu.

    Pastikan kamu memilih sumpit kayu yang permukaannya halus biar gak malah merobek kertas yang rapuh, ya. Jangan tuang lem langsung dari botolnya, tapi celupkan ujung sumpit secukupnya lalu oleskan secara perlahan dari atas ke bawah. Untuk melakukannya, kamu butuh kesabaran ekstra agar lapisannya pas dan gak ketebalan, ya.


  3. 3. Pakai kuas silikon kue biar lem makin presisi

    ilustrasi kuas silikon
    ilustrasi kuas silikon (pexels.com/olga Volkovitskaia)

    Buat kerusakan yang lumayan parah dan lebar, olesan sumpit mungkin bakal memakan waktu terlalu lama. Kamu bisa meminjam kuas silikon yang biasa dipakai ibumu buat mengoles kuning telur di atas nastar. Kuas dapur ini sangat fleksibel dan ampuh untuk menyapu lem putih menyusuri seluruh area punggung buku dengan cepat. Bulu silikonnya juga gak akan mudah rontok dan menempel pada jilidan buku kamu, kok.

    Teknik glue brushing ini dijamin bikin hasil rekatan jauh lebih kuat dan merata sempurna di setiap sisinya. Nanti setelah selesai dipakai, kamu cukup membilas kuas silikon ini pakai air hangat sampai sisa lemnya luruh tak bersisa, ya.


  4. 4. Jadikan spatula kayu sebagai tulang pelipat kertas

    ilustrasi spatula kayu
    ilustrasi spatula kayu (pexels.com/Serkan Dinç)

    Para profesional biasanya menggunakan alat bernama bone folder untuk menekan dan merekatkan punggung buku. Karena pakai modal seadanya, spatula kayu atau sendok kayu kecil di dapur bisa jadi alternatif yang gak kalah ciamik, kok. Bagian gagang atau punggung spatula yang tumpul bisa dipakai untuk menekan bagian luar punggung buku setelah dilem.

    Cara ini membuat gesekan lembut dari kayu bisa membuang gelembung udara yang terjebak di dalam rekatan. Nah, saat menekan dari luar, pastikan kamu melakukannya dengan gerakan searah secara berulang dan penuh perasaan, ya. Jangan ditekan terlalu keras kalau gak mau sampul buku malah jadi penyok atau robek. Spatula ini bertindak sebagai alat penekan alami yang mendistribusikan perekat agar menyerap sempurna ke serat kertas. 


  5. 5. Tindih pakai talenan kayu tebal sebagai mesin pres

    ilustrasi talenan kayu yang tebal
    ilustrasi talenan kayu yang tebal (pexels.com/ Rachel Claire)

    Langkah terakhir dari proses penyelamatan buku ini adalah memastikan bentuknya kembali padat dan presisi. Kamu butuh beban yang berat, rata, dan kokoh untuk menindih buku selama lemnya mengering. Talenan kayu tebal yang ada di rak piring bisa langsung kamu angkut ke meja belajarmu sekarang juga. Bentuk talenan yang datar akan menjaga buku gak melengkung selama proses pengeringan yang krusial ini.

    Supaya tekanan lebih maksimal, kamu bisa menambahkan beberapa buku tebal lain atau stoples beras di atas talenan tersebut. Diamkan setidaknya semalaman penuh biar bahan aktif dari lemnya bekerja mengikat kertas secara maksimal. Besok paginya buku kamu sudah kembali kokoh, deh.

    Memperbaiki punggung buku preloved pakai alat dapur ternyata sama sekali gak ribet dan super hemat biaya, kan. Sekarang, kamu bisa kembali menikmati me time sambil baca novel tanpa perlu khawatir halamannya rontok. Teruslah merawat koleksimu dengan penuh cinta, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More