Menurut Suzie Dundas, travel writer dan gear tester, “Kantong laptop yang memiliki bantalan merupakan ciri utama sebuah tas laptop, tetapi itu bukan satu-satunya fitur yang perlu dipertimbangkan. Fitur lain yang berguna bagi orang yang bepergian membawa laptop antara lain kantong-kantong kecil untuk menyimpan kabel, charger, dan perangkat USB, serta tali atau resleting untuk menjaga laptop tetap pada tempatnya,” dilansir Popular Mechanics.
Sering Bawa Laptop di Tas? Kesalahan Ini Bisa Merusaknya

- Laptop sebaiknya ditempatkan di kompartemen berlapis bantalan atau sleeve, terpisah dari buku, botol, dan barang lain agar tidak mudah terbentur atau tertekan.
- Hindari memasukkan laptop yang masih menyala atau dalam mode sleep ke tas karena panas dapat terperangkap; matikan perangkat sepenuhnya sebelum bepergian.
- Jangan memaksakan laptop masuk ke tas yang terlalu penuh, terutama bersama barang berat, karena tekanan dan ritsleting yang sulit ditutup meningkatkan risiko kerusakan.
Kalau hampir setiap hari harus membawa laptop, tas mungkin sudah jadi barang wajib yang harus dibawa selain dompet dan charger. Laptop dibawa ke kampus, kantor, kafe, sampai tempat kerja sementara. Karena terbiasa, kita sering memasukkannya ke tas tanpa terlalu memikirkan posisi atau barang lain di dalamnya. Padahal, kebiasaan kecil saat membawa laptop bisa membuat perangkat lebih mudah terbentur atau tertekan.
Masalahnya bukan cuma soal tas yang bagus atau mahal. Cara kita menaruh dan membawa laptop juga punya peran penting dalam menjaganya tetap aman. Mulai dari memasukkannya tanpa pelindung, sampai memenuhi tas dengan barang lain. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi bisa meningkatkan risiko laptop terbentur, tertekan, bahkan terkena air. Supaya laptop tetap aman menemani aktivitas harian, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai dihindari.
1. Memasukkan laptop di tas tanpa kompartemen khusus

Ilustrasi tas laptop (unsplash.com/Neffaa Adams) Tas biasa memang bisa dipakai untuk membawa laptop, tetapi bukan berarti semua ruang di dalamnya aman untuk perangkat tersebut. Ketika laptop diletakkan begitu saja bersama buku, botol minum, alat tulis, atau barang lainnya, permukaannya lebih mudah terkena tekanan dan benturan. Karena itu, sebaiknya gunakan kompartemen khusus yang memiliki bantalan atau tambahkan sleeve jika tas tidak memilikinya.
Jangan cuma melihat apakah laptop muat di dalam tas. Pastikan posisinya terlindungi dan tidak mudah bergerak saat tas dibawa ke mana-mana. Sedikit usaha saat memasukkan laptop bisa menghindarkanmu dari drama layar atau body laptop yang rusak karena benturan.
2. Memasukkan laptop saat masih menyala atau sleep mode

ilustrasi laptop (pexels.com/karsten madsen) Ini salah satu kebiasaan yang gampang dilakukan ketika sedang terburu-buru. Tinggal tutup layar, masukkan laptop ke tas, lalu berangkat. Masalahnya, menutup layar tidak selalu berarti laptop benar-benar berhenti bekerja. Jika perangkat masih aktif di dalam tas yang tertutup, panas bisa terperangkap dan sirkulasi udara menjadi sangat terbatas.
Dalam panduannya, Asus menjelaskan dalam mode hibernasi maupun sleep, laptop masih menghasilkan panas. Masalahnya, ketika laptop dibawa bepergian adalah perangkat tersebut berada di dalam tas sehingga udara panas tidak dapat keluar dengan baik. Untuk memastikan keamanan sepenuhnya, sebaiknya matikan laptop secara total.
Jangan terbiasa sleep mode kalau laptop akan langsung masuk tas dan dibawa bepergian. Luangkan beberapa detik untuk memastikan perangkat benar-benar mati sebelum memasukkannya. Kebiasaan sederhana ini juga membuatmu tidak perlu khawatir laptop ternyata masih bekerja diam-diam selama perjalanan.
3. Memaksakan laptop masuk ke tas yang terlalu penuh

ilustrasi tas penuh barang (pexels.com/Adrienne Andersen) “Yang penting muat” ternyata bukan prinsip terbaik saat membawa laptop. Tas yang terlalu penuh bisa membuat laptop ikut terjepit di antara barang-barang lain. Belum lagi kalau kamu membawa buku atau barang berat yang akhirnya menekan bagian laptop dari luar.
Kalau ritsleting tas sudah mulai susah ditutup karena terlalu penuh, mungkin itu tandanya kamu perlu mengurangi barang bawaan. Jangan sampai demi membawa semua barang dalam satu tas, laptop justru menjadi korbannya.
Laptop memang dirancang untuk dibawa bepergian, tetapi bukan berarti bisa disimpan atau diletakkan sembarangan. Mulai sekarang, perhatikan cara memasukkannya, posisi barang-barang di dalam tas, hingga tempat kamu meletakkan tas. Tak perlu langsung membeli tas baru kalau yang sekarang masih bisa digunakan dengan aman. Yang penting, hindari kebiasaan yang membuat laptop tertekan, terbentur, atau terkena cairan. Dengan begitu, laptop bisa tetap jadi teman kerja atau kuliah tanpa bikin dompet ikut stres.






















